Sekarang, Waktunya Meraih Pasar Reksadana Syariah
              Oleh: Yoki Kuncoro
  http://ekonomi-syariah.blogspot.com/
  
  
  
      (November 2006)
  Baru-baru  ini, Bloomberg LP menginformasikan bahwa Reksadana Batasa Syariah 
berhasil  meraih posisi kedua dari 413 Bond Funds di Asia, berdasarkan return 
year to date terbaik sepanjang  2005. Hal ini menunjukan bahwa sebuah produk 
reksadana syariah di Indonesia terbukti  mampu memberikan keuntungan finansial 
yang signifikan kepada investornya.
       
      Padahal  sebelumnya, investor belum percaya terhadap kinerja reksadana 
syariah dalam  menghasilkan return yang optimal.  Mereka hanya percaya 
kemampuan reksadana syariah dalam memberikan keuntungan  emosional atau 
emotional benefit seperti  kehalalan maupun kebaikan.
       
      Memang,  pemahaman investor tersebut sangatlah wajar. Apalagi bila 
melihat masih  banyaknya kendala di dunia bisnis syariah yang menyebabkan belum 
optimalnya return yang bisa dihasilkan. Beberapa  kendala itu antara lain: 
minimnya produk syariah; kurangnya kapabilitas SDM  pelaku bisnis syariah; dan 
belum banyaknya regulasi pendukung dari pemerintah.
       
      Nah,  berdasarkan laporan Bloomberg LP tadi, sebenarnya saat ini 
merupakan momen yang  tepat bagi para pengelola reksadana syariah untuk meraih 
pasar yang jauh lebih  besar, yaitu investor rasional.
       
      Investor  rasional di sini bisa didefinisikan sebagai investor yang lebih 
mementingkan functional benefit atau keuntungan  finansial daripada cara atau 
sistem yang digunakan. Menariknya, investor dengan  karakter seperti ini 
merupakan tipikal investor secara umum yang jumlahnya jauh  sangat besar 
dibandingkan investor yang mementingkan keuntungan emosional. 
       
      Karena  itu, agar bisa berhasil meraih investor rasional, diperlukan 
suatu usaha sungguh-sungguh  dan sustainable dalam memberikan sejumlah  value 
yang tinggi kepada investor.  Kumpulan value ini biasa dinamakan  sebagai 
spiritual perceived value. 
       
      Pada hakikatnya, spiritual perceived value bisa  dinterpretasikan sebagai 
total get  dibagi dengan total give. Komponen total get terdiri dari functional 
benefit dan emotional benefit. Sedangkan total give terdiri dari price dan 
Other expenses. 
       
      Dan  menariknya, saat ini produk reksadana syariah telah memiliki 
kedua-duanya. Yaitu  kemampuan dalam memberikan emotional  benefit dan 
functional benefit.  Alhasil, reksadana syariah seharusnya bisa menguasai pasar 
reksadana dengan  memberikan spiritual perceived value  kepada investor 
rasional. 
       
      Namun,  setelah berhasil memberikan kedua keuntungan tadi, pengelola 
reksadana syariah  tidak lantas bersantai ria dan menunggu investor datang. 
Pengelola reksadana  syariah sangat perlu melakukan sebuah strategi dan taktik 
dalam menciptakan  sebuah brand yang mampu tertanam di  benak investor. 
Artinya, ketika investor memiliki keinginan untuk berinvestasi,  maka tanpa 
berpikir panjang mereka akan langsung memilih reksadana syariah. 
       
      Untuk  itu, pengelola harus mampu menciptakan brand  yang membuat 
investor langsung paham dan melihat reksadana syariah tidak lagi sekadar  
produk yang memiliki emotional benefit.  Tetapi juga percaya bahwa reksadana 
syariah merupakan produk yang mampu memberikan  return optimal. Dengan begitu,  
reksadana syariah akan mampu meraih heartshare  investor.
       
      Berarti,  mau tidak mau, reksadana syariah harus bisa menjadi sebuah 
spiritual brand. Yaitu, sebuah brand  yang bisa memberikan keuntungan finansial 
sekaligus keuntungan emosional, dalam  hal ini kebaikan. 
       
      Narayana  Murthy, pemimpin Infosys Technology, menjelaskan bahwa 
spiritual brand lebih mengarah pada brand yang berdiri di atas integritas, 
kejujuran, keadilan, dan  kesantunan. Dengan begitu, akan tercipta suatu 
kebanggaan bagi investor bahwa  selain keuntungan yang dihasilkan, investor 
juga mampu memberikan kontribusi  yang riil terhadap keadilan, bisnis yang 
bermoral, dan kemakmuran masyarakat  sesuai prinsip syariah.
       
      Tentunya,  untuk bisa memiliki spirtiual brand  yang kuat, para pengelola 
harus mampu melakukan edukasi dan mengkomunikasikan positioning reksadana 
syariah. Sehingga,  mampu diterjemahkan dengan mudah di benak investor.
       
      Hal  ini sangat penting, karena dengan positioning  yang kuat dan jelas, 
reksadana syariah dapat meraih mindshare dari investor. Positioning  di sini 
berarti, reksadana syariah harus mampu menghasilkan posisi yang unik  dan 
valueable bagi investor. 
       
      Namun,  positioning juga perlu didukung penuh  oleh diferensiasi yang 
jelas. Diferensiasi dapat dilakukan dari sisi content (apa yang ditawarkan), 
context (bagaimana cara menawarkan), dan  infrastruktur. 
       
      Sebenarnya  reksadana syariah telah memiliki keunggulan dari sisi 
diferensiasi, yaitu fairness atau keadilan. Dalam hal ini,  pemilihan emiten 
dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip kebaikan seperti  perusahaan yang tidak 
mengandung riba, tidak memproduksi barang yang merusak  moral dan kesehatan 
manusia, dan lingkungan. 
       
      Hanya  sayang, keunggulan diferensiasi ini belum bisa dimanfaatkan secara 
optimal  dalam meraih market share yang besar.
       
      Kenapa?  Karena pengelola reksadana syariah belum mampu melakukan cara 
yang tepat dalam  mengkomunikasikannya. Atau, context  dari reksadana syariah 
masih sangat kurang. Akibatnya, investor tidak memiliki mind share dan heart 
share yang kuat karena positioning  yang kurang jelas dan branding yang  tidak 
kuat. Dan akhirnya berujung pada market  share yang kecil.
       
      Nah,  kalau saja pengelola mampu mem-positioning-kan  reksadana syariah 
dengan jelas, dan mengkomunikasikannya diferensiasi dengan  tepat, maka seiring 
dengan keberhasilan dalam memberikan return yang optimal, akan bisa tercipta 
sebuah spiritual brand di hati investor.
       
      Alhasil,  dari spiritual brand ini akan tercipta sebuah spiritual 
advocate customer. Sebuah tingkatan tertinggi dari karakter  customer yang 
diidam-idamkan  perusahaan. Yaitu, Investor yang tidak hanya loyal, namun juga 
ikut secara  sukarela dalam mempromosikan dan membela produk reksadana 
syariah.***
    
 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke