peristiwa yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau perbankan di Indonesia melakukan fungsi intermediasinya dengan baik. Tapi apa dikata, bahkan BI sebagai otoritas perbankan tidak bisa mencegah pihak bank untuk menyimpan dananya di SBI dan Obligasi/SUN.
saling menyalahkan sudah menjadi hal yang biasa antara BI dan Pemerintah (Depkeu). Tidak ada upaya untuk bagaimana menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Masing-2 ngotot dengan teori-2 muluk-2 yang gak aplicable di negara ini. lihat Thailand dengan kebijakan moneternya yang baru, pelan tapi pasti mengangkat nilai bath-nya terhadap dollar. di Indonesia masih aja berkutat dengan teori klasik kalau rupiah menguat, ekspor akan sulit dll, sedang kalau rupiah lemah bingung dengan beban utang dan subsidi yang akan makin bengkak, dan sederet teori makro lainnya. semua faktor seperti penguatan nilai tukar, surplus ekspor, investasi dll sangat diperlukan untuk melepaskan diri dari keterpurukan, tapi kalau para pembuat kebijakan pada melempem ya akhirnya tetap aja terpuruk. salam, rijanta - ynu jp --- In [email protected], sumeh sumringah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Note: forwarded message attached. > > --------------------------------- > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. > Dear All, > > Berikut terlampir ada abstraksi dari hasil riset BANK Indonesia mengenai keterkaitan Upah dan Harga di pasar. Sejauh yang saya tanggkap ketika Upah Minimum terus didorong naik maka perusahaan akan mencoba menaikkan harga produk. Artinya bila dilakukan bersama-sama hal ini akan memicu inflasi. sementara itu uang yang beredar di Indonesia tidak bertambah karena tidak adanya investasi baru (baik itu dari dalam negri *lebih aman disimpan di bank* ataupun luar karena resiko ats investasi besar) dan kecenderungan masyarakat ketika harga-harga barang naik maka daya beli menurun. > > Apa yang terjadi kalo daya beli menurun? produk tidak laku. Perusahaan-perusahaan tidak mendapatkan pemasukan dan jalan keluarnnya melakukan efisiensi. Salah satunya juga downsizing (artinya pengurangan karyawan). berarti tambah orang yang di PHK. > > Jika semakin lama kondisi ini berjalan (Tidak ada tambahan investasi, uang beredar tidak bertambah, daya beli terus turun, tambah banyak yang di PHK, ekonomi negara tidak berjalan) maka negara Indonesia bisa bangkrut. Semakin lama pemasukan semakin besar. Social cost untuk rakyat miskin, penanganan bencana, flu burung dan juga tindak kriminal (social cost dari banyaknya pengangguran) terus meningkat. sementara pemasukan negara dari pajak baik itu perusahaan dan perorangan menurun karna banyak perusahaan gulung tikar dan banyak pekerja yang di PHK. Ini bermakna pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Akhirnya tambah utang ke luar negri lagi tanpa tahu sampai kapan lunasnya. > > apa ya kita mau saudara, tetangga dan mungkin anak kita sendiri nantinya semakin susah mendapatkan pekerjaan dan semakin susah kehidupan nantinya. apa kita mau kalau negar indonesia kemudian menjadi sejarah? > > SAVE THE NEXT GENERATION, SAVE OUR NATION. >
