Senin, 19 Februari 2007

Muamalat dan Permata Syariah, Terbaik 2006 

Seluruh bank syariah perlu bekerjasama agar dapat mempercepat kemajuan
industri perbankan syariah 

JAKARTA - Bank Muamalat dan Permata Syariah masing-masing berhasil meraih
penghargaan paling banyak pada Islamic Banking Award 2006, yang
diselenggarakan Karim Business Consulting (KBC), Sabtu, (17/2).

Bank Permata Syariah meraih lima penghargaan sebagai unit usaha syariah
(UUS) beraset di atas Rp 100 miliar terbaik 2006 dalam berbagai kategori.
Sedangkan, Bank Muamalat meraih enam penghargaan sebagai bank umum syariah
terbaik pada tahun sama. 

Keenam penghargaan Bank Muamalat terdiri dari penghargaan sebagai (the best
full-fledged Islamic bank), (the most profitable), (Top new third party fund
gainer), (Top of Mind), (The Most Convenient Musholla), (The Most Efficient
Bank), 

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI), Ahmad Riawan Amin, mengaku
bersyukur atas tiga penghargaan yang diraih bank syariahnya. ''Saya kira ini
penghargaan ini tidak hanya untuk Muamalat saja tapi juga industri,''
katanya.

Riawan, mengakui pangsa perbankan syariah saat ini masih cukup kecil
dibandingkan perbankan konvensional. Hingga Desember 2006, pangsa perbankan
syariah hanya mengkomposisi sekitar 1,56 persen. Karena itu, seluruh bank
syariah perlu bekerja sama secara produktif agar dapat mendorong
perkembangan industri dengan lebih pesat. Riawan menegaskan, beragam produk
dan jaringan yang dimiliki perbankan syariah, lebih bertujuan mensyariahkan
perbankan nasional, bukan mensyariahkan bank syariah. 

Riawan berharap agar lembaga keuangan syariah bersama membangun sharia in
corporated. ''Yang paling mudah untuk bekerjasama saat ini adalah melalui
produk dan jaringan bersama. ATM Bersama kita sudah melakukannya. Dan untuk
produk kami akan terus mengembangkannya.'' 

Sedangkan General Manager (GM) Bank Permata Syariah, Ismi Kushartanto
mengakui, prestasi tersebut menunjukkan performa kinerja bisnis bank
syariahnya meningkat cukup signifikan. Selain itu, kualitas layanan Permata
Syariah juga tidak kalah dibandingkan bank konvensional lainnya. ''Selama
ini ada yang mengeluh kualitas layanan perbankan syariah kurang baik. Saya
kira kita sudah bisa menjawabnya. Ini awal yang bagus,'' katanya. 

Penghargaan atas DPK Permata Syariah, diraih karena meningkatnya efisiensi
dan optimalisasi kinerja bisnis UUS-nya. Selain itu, penerapan kebijakan
pembukaan layanan syariah di ratusan kantor cabang induk konvensionalnya
(Office Channelling) turut mendorong peningkatan DPK.

Hingga akhir Desember 2006, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Permata
Syariah per Desember 2006 meningkat 343 persen menjadi Rp 212,2 miliar
dibandingkan DPK per Desember 2005, Rp 47,9 miliar. Sekitar 23 persen di
antaranya dihimpun melalui 188 kantor cabang OC (Office Channelling).
Penyaluran pembiayaan per Desember 2006 meningkat 65,93 persen menjadi Rp
164,1 miliar dari pembiayaan per Desember 2005, Rp 98,9 miliar.

Permata Syariah mulai membukukan laba (Unaudited) per Desember 2006 sebesar
Rp 4,6 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, Bank Permata Syariah
masih merugian hingga Rp 6 miliar. Hingga akhir Desember 2006, aset Permata
Syariah meningkat 132,51 persen menjadi Rp 387,6 miliar dibandingkan periode
sama 2005, Rp 166,7 miliar. 

Bank BNI Syariah meraih penghargaan sebagai UUS dengan layanan ATM terbaik.
Sedangkan, Bank DKI Syariah mendapat penghargaan sebagai UUS bank BPD
terbaik. Kelima kategori penghargaan Bank Permata Syariah terdiri dari tiga
penghargaan kualitas kinerja terbaik dan dua kualitas layanan terbaik. 

Ketiga penghargaan kinerja adalah penghargaan sebagai UUS terbaik secara
keseluruhan (the Best Sharia Unit), UUS dengan pertumbuhan pangsa dana pihak
ketiga tertinggi (the most growing third party fund market share), dan
pemeroleh pangsa DPK terbaru tertinggi (Top new third party fund market
gainer). 

Sedangkan, kedua penghargaan kualitas layanan adalah penghargaan sebagai UUS
berkualitas terbaik secara keseluruhan (the best overall service quality)
dan UUS dengan pegawai layanan konsumen terbaik (the best customer service).

Menurut Direktur Utama KBC, Adiwarman Azwar Karim, penganugerahan berbagai
penghargaan bagi Bank Permata Syariah dan Bank Muamalat didasarkan pada
sejumlah pengkajian lembaga konsultannya. Pengkajian berdasarkan penelitian
tahun lalu. Penelitian menggunakan dua metode yakni mistery shopper dan
survey konsumen. ''Jadi, kita menggunakan dua metode dalam menilai performa
seluruh bank syariah tahun lalu. Baik dengan mendatangi langsung bank
syariahnya maupun dengan survei konsumen,'' katanya. aru/sya

'Perkuat Kerjasama Lembaga Syariah'

JAKARTA--Bank Indonesia (BI) berharap pasar bisnis syariah bisa meningkat
melalui pengembangan semangat berjamaah dan silaturahim antar sesama pelaku
keuangan syariah. 

Harapan BI, Burhanuddin Abdullah itu disampaikan Deputi Gubernur BI,
Mulyawan D Haddad pada Islamic Finance & Quality Award 2007 yang
diselenggarakan Karim Business Consulting (KBC), Sabtu (17/2) di Jakarta.
''Award atau penghargaan yang telah diraih tiap industri lembaga keuangan
syariah ini, diharapkan makin memberikan semangat bagi kita semua untuk
memperkuat lembaga keuangan syariah,'' ujar Mulyawan.

Ia mengakui, saat ini pangsa pasar lembaga keuangan syariah, kurang dari dua
persen. Dengan target sebesar lima persen pada tahun 2008 mendatang
diharapkan dapat etrcapai melalui kerjasama antar pelaku industri syariah.
''Sharia in corporated perlu terus diciptakan agar lembaga ini makin kokoh.
Praktisi, DSN MUI, dan regulator perlu bekerjasama untuk meningkatkan aset
dan pangsa pasar industri syariah,'' ujarnya.

Mulyawan juga mengharapkan, dengan kerjasama dan meningkatkan silaturahim
(komunikasi) antarsesama pelaku lembaga keuangan syariah ini juga diciptakan
dalam mengembangkan produk-produk yang inovatif. ''Produk-produk syariah
harus kita driving lagi agar mampu bersaing dengan lembaga lainnya,''
harapnya.

Presiden Direktur PT Syarikat Takaful Indonesia (STI), Wan Zamri Wan Ismail
mengatakan, award itu akan memacu lembaga keuangan syariah untuk terus
menghadirkan produk-produk syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dan mengembangkan jaringan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
''Award ini terasa sangat membanggakan, karena dihasilkan berdasarkan survei
yang dilakukan KBC pada nasabah lembaga keuangan syariah. Ini menjadi bukti,
bahwa lembaga keuangan syariah khususnya Takaful, telah memiliki brand image
yang bagus di masyarakat,'' ujar Wan Zamri.

Ia menambahkan, penghargaan ini terasa makin membanggakan, karena
penghargaan serupa, belum pernah diadakan oleh Malaysia yang lebih dulu
mengembangkan lembaga keuangan syariah dibanding Indonesia.

Presiden Direktur FIF, Ida P Lunardi menyatakan kebahagiaannya ats
keberhasilan FIF Syariah yang meraih penghargaan tertinggi kategori Top of
Mind Islamic Multifinance. ''Kepercayaan nasabah memberikan semangat bagi
kami untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi nasabah,'' ujarnya. sya

( )

 

Source : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283184
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283184&kat_id=256>
&kat_id=256

 

Kirim email ke