Dalam buku The Wealth of Nation Adam Smith membahas tingkat perekonomian
masyarakat. Ia membedakan tingkat perekonomian masyarakat kepada dua kategori,
pertama bangsa dengan ekonomi terbelakang dan kedua, bangsa yang ekonominya
maju. Masyarakat yang ekonominya terbelakang ditandai dengan mata pencariannya
yang tradisional, seperti pemburu. Sedangkan masyarakat ekonomi maju, mata
pencariannya adalah berdagang. Contoh masyarakat ekonomi terbelakang adalah
masyarakat Indian di Amerika Utara. Sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju
adalah bangsa Arab.
Bangsa Arab yang dimaksudkan Adam Smith tentunya adalah bangsa pedagang di
zaman Rasulullah. Karena dalam penjelasan selanjutnya ia mengatakan bahwa
bangsa yang dipimpin oleh Muhammad dan para generasi sesudahnya.
Dari paparan Adam Smith terlihat jelas bahwa ia mengakui keunggulan dan
kehebatan ekonomi muslim pada masa lampau. Karena itu kemungkinan besar secara
tak langsung ia telah mengadopsi teori-teori ekonomi Islam.
Indikasinya menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Islam zaman pertengahan,
sangat terasa di Inggris, tanah kelahiran Adam Smith, bahkan jauh sebelum ia
lahir. Pada tahun 774 M, Raja Offa yang di Inggeris ketika itu mencetak koin
emas yang merupakan copy langsung (direct copy) dari dinar Islam, termasuk
tulisan Arabnya. Semua tulisan di coin (uang logam) itu adalah tulisan Arab,
kecuali pada satu sisinya tertulis OFFAREX.
Realitas itu menunjukkan bahwa dinar Islam saat itu merupakan mata uang
terkuat di dunia. Selain itu perekonomian umat Islam jauh lebih maju dari
Eropa. Hal itu menunjukkan bahwa perdagangan internasional muslim telah
menjangkau sampai Eropa Utara.
Pada tahun 1764, Adam Smith melepaskan jabatan guru besar di Glasgow Inggris
dan memilih karir barunya sebagai penasehat ekonomi Duke of Buccleuch. Pada
periode inilah Smith banyak melakukan perjalanan keluar negeri, terutama ke
Perancis. Di sini ia banyak bertemu dengan para filosof terkenal.
Smith mulai menulis buku The Wealth of Nations ketika beliau berada di Perancis
dan menyelesaikannya tahun 1766, di Kirdcaldy. Dan sepuluh tahun kemudian baru
diterbitkan, yakni tahun 1776. Pada masa itu di Eropa telah beredar buku-buku
terjemahan karya ekonom muslim. Bahkan, di Perancis Selatan banyak guru besar
dengan menerapkan pola pengajaran yang mereka dapatkan dari negeri-negeri
muslim.
Paparan di atas menunjukkan peran ilmuwan muslim sangat signifikan terhadap
kebangkitan intelektualisme Eropa, termasuk dalam pemikiran ekonomi. Demikian
sekelumit uraian tentang kontribusi pemikiran ekonomi Islam terhadap ekonomi
modern.
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/