Kamis, 19/04/2007 19:14 Mandiri Tidak Mau Lepas BSM
Ardian Wibisono - detikfinance Jakarta - Bank Mandiri menepis kabar tentang pelepasan saham dari Bank Mandiri Syariah (BSM) kepada investor asal timur tengah yakni Dubai Islamic Bank. Bank Mandiri tidak akan menjual atau mendivestasi anak usahanya tersebut. Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, seusai Paparan Kinerja Bank Mandiri Triwulan I 2007, di Plasa Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/4/2007). Dijelaskan Agus, dengan tingkat kecukupan modal yang diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8 persen tersebut, BSM dinilai belum memerlukan penambahan modal atau dilakukan divestasi. "Per Maret rasio kecukupan modal (CAR) BSM adalah 16 persen, jadi belum ada rencana untuk mendivestasi BSM," ucap Agus. Direktur Korporasi Bank Mandiri Abdul Rachman sebelumnya mengatakan, Bank Mandiri saat ini tengah mengevaluasi pelepasan saham di anak usahanya BSM untuk mengembangkan unit syariah itu. Selain opsi pelepasan saham, penambahan modal dari Bank Mandiri dan penawaran saham perdana (IPO) menjadi alternatif pengembangan BSM. (hdi/qom) Source : http://www.detikfinance.com/index.php/kanal.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/19/ time/191458/idnews/770031/idkanal/5 Selasa, 17/04/2007 14:45 BSM Dilirik Banyak Investor Dadan Kuswaraharja dan Hendi Suhendratio - detikfinance Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) seperti si mungil yang banyak dilirik investor asing. Induknya Bank Mandiri pun sadar soal itu dan mengkaji kemungkinan divestasi anak usahanya. "Ya kita kan imut, tentu ada saja yang mau. Tapi soal itu tergantung pemegang sahamnya Bank Mandiri," kata Dirut BSM, Yuslam Fauzi ketika dihubungi detikFinance, Selasa (17/4/2007). Mengenai kemungkinan investor dari Timur Tengah yakni Dubai Islamic Bank yang akan mengakuisisinya, Yuslam mengaku dirinya tidak bisa menjelaskan. "Itu domain dari pemegang saham," kata Yuslam. Ketika ditemui usai peringatan HUT ke-44 PT Taspen Persero di kantor Taspen, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta, Yuslam mengaku lebih suka mendapatkan tambahan modal ketimbang investor baru. Yuslam menambahkan pada tiga bulan pertama 2007, BSM berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) Rp 500 miliar lebih. Dengan demikian total DPK yang diperoleh BSM menjadi Rp 8,755 miliar dari posisi per 31 Desember sebesar Rp 8,219 miliar. Aset BSM per Maret 2007 mencapai Rp 10,385 miliar atau naik sekitar Rp 830 miliar pada Desember 2007. Penyaluran pembiayaan BSM juga naik dari Rp 7,415 miliar pada Desember 2007 menjadi Rp 7,645 miliar pada akhir Maret 2007. Menneg BUMN Sugiharto mengatakan BSM harus meningkatkan potensi sekaligus merekapitalisasi modalnya. "Saya miinta secara intern Bank Mandiri untuk membahasnya," ujarnya. Saat ini lanjut Sugiharto, kepercayaan masayarakat terhadap perbankan syariah semakin tingi. Pertumbuhan bank syariah juga semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan Finance to Deposit Ratio (FDR) yang rata-rata 100 persen lebih.(ir/qom) Source : http://www.detikfinance.com/index.php/kanal.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/17/ time/144503/idnews/768584/idkanal/5
