14/05/2007 21:03 WIB 

Mantan Menneg BUMN Sugiharto: Saya Tidak Merusak Rumah Dinas

Nurvita Indarini - detikcom

 

Jakarta - Usai dicopot sebagai Menneg BUMN, Sugiharto, harus meninggalkan
rumah dinasnya. Namun berhembus kabar, dia meninggalkan rumah tersebut
secara tidak bertanggungjawab. Sugiharto pun menampiknya.

 

"Tidak benar saya secara sengaja maupun tidak, telah melakukan perusakan
terhadap barang atau fasilitas milik negara yang ada di rumah dinas Jl
Widyacandra III No 11," ujar Sugiharto dalam rilis yang diterima detikcom,
Senin (14/5/2007) pukul 20.45 WIB.

 

Dijelaskan dia, beberapa hari setelah dilantik sebagai Menneg BUMN pada
tanggal 21 Oktober 2004, dia memerintahkan sekretarisnya untuk memeriksa
rumah dinas yang akan ditempati.

 

Ternyata kondisi rumah saat itu jauh dari yang dibayangkan, dan tidak layak
huni. Rumah tersebut tidak dilengkapi dengan perlengkapan sebagaimana
wajarnya rumah tinggal. Apalagi, tidak ada kamar dan tempat tidur yang
layak, tidak ada AC, tanpa kloset, serta tanpa sofa dan furniture. Beberapa
bagian langit-langit rumah bocor, dan taman di halaman depan dan belakang
tidak terawat.

 

"Atas inisiatif Plt Sekretaris Kementerian Negara BUMN (waktu itu) Sdr
Richard Claphrot, dilengkapilah rumah dinas tersebut dengan berbagai
perlengkapan standar, sehingga rumah tersebut layak ditempati dan
dimanfaatkan sebagai rumah dinas seorang Menteri," imbuh pria kelahiran
Medan Medan, 29 April 1955 ini.

 

Richard lantas berinisiatif melakukan sejumlah renovasi, seperti memasang
dinding kaca untuk ruang tamu yang menghadap taman belakang, serta men-set
up sebuah ruang rapat yang dilengkapi dengan peralatan standar. Beberapa
lukisan yang tersebar di sejumlah ruangan, juga koleksi pribadi Richard.

 

"Saya tidak mengetahui secara persis, dan tidak berusaha melakukan
pengecekan, terhadap status kepemilikan barang-barang tersebut. Menurut
saya, hal demikian seharusnya bukanlah menjadi urusan Menteri, melainkan
bagian Rumah Tangga Kementerian BUMN," lanjut peraih gelar Master of
Business Administration (MBA) dari Universitas van Amsterdam, Belanda ini.

 

Ditambahkan Sugiharto, sejak isu reshuffle semakin menguat pada pekan kedua
bulan Mei, utusan Richard Claphrot, Robby, sudah mendatangi rumah dinasnya.
Robby lantas mendata barang-barang apa saja yang menurutnya merupakan milik
Richard.

 

"Rumah dinas sudah dikosongkan pada hari sertijab. Dengan hati ikhlas dan
lapang dada, saya memerintahkan kepada sekretaris dan staf saya yang lain,
untuk mempersiapkan hal-hal tersebut," beber dia.

 

Dituturkannya, pada Rabu, 9 Mei 2007, Sugiharto bersama istri dibantu
beberapa staf, mengemasi barang-barang perlengkapan pribadi, serta
barang-barang yang diyakini milik mereka, seperti buku-buku dan lukisan
kaligrafi.

 

"Sekitar pukul 23.00 WIB, kami meninggalkan rumah dinas menuju rumah pribadi
di Jl Ciniru, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah dinas kami tinggalkan
dalam keadaan utuh, tanpa kerusakan sedikit pun. Hal-hal yang terjadi
setelah saya meninggalkan rumah dinas pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2007,
adalah di luar kendali saya," jelas mantan Direktur Keuangan dan
Administrasi PT Medco Energi Internasional ini. (nvt/nvt)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/14/tim
e/210358/idnews/780701/idkanal/10

 

Kirim email ke