klo begitu, lebih baik Keep It Sophisticated but Simple daripada 
Keep It Simple Solution saja? :)

Selamat berkarya.




--- In [email protected], Lukita T Prakasa Lukita 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tanpa bermaksud apa-apa...
>   Ada cerita yg justru kontra dari prinsip "Keep it simple".
>   Jadi yang mana yang lebih baik???
>    
>   Luki
>    
>    
>   Subject: Misteri Oven Mbak Maya
>     Abad 21
> 
> Ketika yogya mengalami gempa, orang-orang terpelajar berkata: " 
Indonesia terletak di patahan lempeng-lempeng bumi...dll" dan mereka 
terus melakukan penelitian tentang bagaimana mendeteksi gempa sedini 
mungkin.
> 
> Tapi begini kata orang jawa: "Nyi roro kidul cemburu karena orang-
orang terlalu memperhatikan merapi".
> 
> Dan itu terjadi di tahun 2006. Abad ke-21.
> 
> Abad 20
> 
> Bayangkan kisah ini terjadi di akhir abad 19. Awal abad 20.
> 
> Maya sedang memanggang kue di dalam oven, dia pasang panasnya 
sampe 60 derajat Celcius. Tiba-tiba dia menerima telpon, dan 
ternyata itu dari Deby, adiknya, dan Deby berkata, "nenek sakit. 
Kayanya dia akan meninggal". Maya yang sayang sama neneknya langsung 
bergegas pergi menuju Yogya, tempat neneknya tinggal. Di sana dia 
bersama anggota keluarga yang lain merawat neneknya. Neneknya tidak 
jadi meninggal malah berangsur sembuh. Tapi itu membuat Maya harus 
menetap di sana selama seminggu.
> 
> Ada satu hal yang dilupakan Maya. Dia lupa mematikan oven ketika 
berangkat.
> 
> Sepulangnya ke rumah, Maya langsung menyadari, "Ya ampun!!! Oven 
nyala selama seminggu!"
> 
> Tetangganya, Pak Seklien , MSc, yang seorang ahli fisika mendengar 
itu dan berkata, "Apa? Oven kamu menyala selama seminggu?!"
> 
> "Iya", kaya Maya, "Saya lupa. Saya harus segera mematikannya! "
> 
> "Tunggu!", kata Pak Seklien MSc, "Tunggu, itu berbahaya. Kalau 
kamu buka ovennya langsung, panas di dalam oven akan langsung 
menyembur! Bayangkan, panas terkumpul selama seminggu penuh. 
ckckckckc. Kamu tidak bisa membayangkan seberapa besar energi yang 
terkumpul di dalamnya!!!"
> 
> Maya berpikir sebentar,"Mmmm itu artinya muka saya bisa tersembur 
panas dari dalam oven ketika saya membuka oven ?"
> 
> "Ya!" kata Pak Seklien MSc, "Panas yang terkumpul di dalam oven 
telah terakumulasi selama seminggu. Itu pasti panas sekali! Energi 
tingkat tinggi!"
> 
> "Waduh", kata Maya, "Lalu apa yang harus saya lakukan ?"
> 
> Pak Seklien MSc berpikir sebentar dan berkata, "Saya hubungi dulu 
Pak Jenar phD, dia lebih jago dari saya. Saya akan bertanya padanya 
apa yang harus dilakukan".
> 
> Akhirnya Pak Seklien MSc memanggil Pak Jenar phD. Pak Jenar phD 
pun langsung datang.
> 
> "Yah, memang seperti itu", kaya pak Jenar phD, "Saya juga tidak 
tahu apa yang harus dilakukan. Akan terjadi semburan energi yang 
sangat besar dari dalam oven, akumulasi gelombang panas. Ini 
mengandung banyak sekali jenis frekuensi yang mungkin. Panjang 
gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi. Kita harus panggil 
pemadam kebakaran dan penjinak bom!!!"
> 
> Akhirnya karena hal tersebut, hebohlah orang sekampung. Para 
pemadam kebakaran dan penjinak bom dengan pakaian dan perlengkapan 
lengkap, mulai menyiapkan diri untuk membuka oven. Para ahli 
penjinak bom, berhasil mencabut colokan listrik oven dan membawa 
oven tersebut keluar rumah dan meletakkannya di lubang yang sangat 
dalam sekali yang telah mereka gali. Mereka segera memasang mesin 
untuk membuka oven dari jarak jauh untuk menghindari semburan energi 
panas. Semua orang menahan nafas ketika akhirnya oven tersebutpun 
dibuka...
> 
> Dan ternyata tidak terjadi apa-apa. Tidak terjadi semburan energi 
yang membakar dan menghancurkan. Hanya saja memang tercium bau kue 
gosong.
> 
> Maya mengeluh, "Yaaah, maklumlah, baru pertama kali belajar bikin 
kue..."
> 
> *****
> Akhirnya cerita tersebut tersebar ke seluruh penjuru dunia. Semua 
ahli bingung kenapa hal tersebut bisa terjadi. Singkat cerita, 
karena hal itu di kampung tersebut datanglah dua orang ahli untuk 
melakukan penyelidikan. Yang pertama adalah ahli supranatural 
bernama kiyai gendeng jawa medog meledug dan yang satu lagi adalah 
seorang ilmuwan bernama Max Planck .
> 
> Semua orang bertanya pada Kiyai Gendeng Jawa Medog Meledug dan 
Kiyai Gendeng Jawa Medog Meledug mulai menjelaskan, " Jin !", 
serunya pasti dengan logat Jawanya yang kental, "Ini adalah Jin Nyai 
Belorong ! Ada sebuah jin , yang hidup di tempat-tempat panas. 
Memang Jin Nyai Belorong suka makan hawa panas, itu sebabnya oven 
mba Maya tidak menyembur panas. Ada Jin Nyi Blorong yang terus 
menerus memakan hawa panas di oven Mba Maya sehingga oven Mba Maya 
tetap stabil suhunya!"
> 
> Lalu orang-orang menatap Max Planck , tapi Max Planck kebingungan, 
dengan logat bule, Max berkata, "Wah... saya juga tidak tahu 
kenapa... Menurut teori memang seharusnya oven Miss Maya 
menyemburkan energi tingkat tinggi, maksud saya panas yang 
membara... tapi... mmmm... walau begitu, saya harus tetap mencari 
penjelasan ilmiah yang masuk akal! Jin , what the hell is that?!"
> 
> Orang-orang kampung yang mayoritas orang Indonesia 
berseru, "huuuu, Planck looser! Ngga baca quran apa, Jin itu ada!!! 
Hidup Kiyai Gendeng Jawa Medog Meledug !" dan akhirnya semua orang 
Indonesia puas dengan jawaban si dukun. Bahkan Pak Seklien MSc dan 
Pak Jenar phD ikut-ikutan meledek Planck , "Sok rasional! Sok 
pinter ! Ngga tau apa wong jowo tuh pinter-pinter! Tau banyak 
tentang jin , dedemit, tuyul, babi ngepet, dll???!"
> 
> Tapi Planck yang selalu dididik oleh keluarga bulenya dan sesama 
bule lainnya untuk selalu mencari jawaban ilmiah dan rasional, dan 
menjauhi mistik-mistik tak jelas, tetap berusaha mencari jawaban 
atas pertanyaan tersebut.
> 
> Planck segera menerbitkan jurnal ilmiahnya tentang radiasi benda 
hitam, yang intinya bertanya, "Kenapa oven menyala dan tertutup 
selama seminggu ketika dibuka tidak meledug???" dan jurnal ilmiah 
tersebut dibaca oleh semua ilmuwan fisika bule. Pak Seklien yang MSc 
dan Pak Jenar yang phD yang ahli fisika, tidak ikut-ikutan, mereka 
tahu jawabannya, " JIN NYI BLORONG !"
> 
> Selama puluhan tahun, semua ilmuwan di seluruh dunia,---- kecuali 
ilmuwan Indonesia karena mereka telah tahu jawabannya ( Jin Nyi 
Blorong )---, mati-matian melakukan penelitian untuk menemukan 
jawaban ilmiah atas misteri tersebut. Tapi ketika seseorang 
mengajukan jawaban ilmiah, pertanyaan lainnya malah bermunculan dari 
jawaban tersebut, dan pertanyaan-pertanya an tersebut butuh dijawab! 
Masalah-masalah baru malah bermunculan: fotoelektrik Einstein , 
foton, kuanta energi, Ketidakpastian Heisenbergh , Gelombang De 
Broglie , dll. Selama puluhan tahun, terus terjadi seperti itu dan 
pada akhirnya lebih banyak pertanyaan yang timbul dibandingkan 
jawaban yang bisa diberikan. Para ilmuwan malah menemukan cabang 
fisika baru dari hal tersebut yang lumayan mengubah pola pikir 
mereka selama ini, mereka menyebut fisika ini: Fisika Kuantum.
> 
> Pada bulan Oktober tahun 1947, di usianya yang ke-89, Max Planck 
meninggal dunia tanpa pernah menemukan jawaban atas misteri oven 
miss Maya tersebut. Saat itu Miss Maya telah berkeluarga dan beranak 
pianak dan telah pandai memasak kue dan tidak pernah lagi lupa untuk 
mematikan oven. Dia tidak ingin membuat masalah lagi. Maya merasa 
bersimpati dengan Max Planck . Walau dia tidak terlalu mengerti 
masalahnya, tapi dia tidak menyukai dukun-dukun. Walau dia memiliki 
keluarga Jawa yang fanatik dukun, dia juga punya keluarga Padang 
yang selalu menasihatinya, "Itu musyrik lillahitaala! " Dia lebih 
senang mengikuti keluarga Padangnya yang Islamnya berbau agak-agak 
Wahabian yang anti mistik dan supranatural. Dia berdoa semoga arwah 
Max Planck tenang dan diterima di sisi-Nya.
> 
> Di tahun 2006, Maya telah menjadi seorang nenek dengan anak-anak 
dan cucu-cucunya. Diapun meninggal pada bulan Juli tahun 2006. Anak-
anak dan cucu-cucu Maya merasa sedih dan mereka ingat pada satu 
cerita yang selalu diceritakan oleh Maya, tentang seorang pria 
bernama Max Planck yang terus berusaha mencari jawaban ilmiah atas 
misteri ovennya. Dan bagaimana orang Indonesia yang fanatik dukun 
mencemoohnya, dan terus memuja berhala Jin dan mistik, serta selalu 
puas dengan jawaban-jawaban seperti itu. Mereka ingat bagaimana Maya 
selalu menasihati mereka, "Carilah ilmu pengetahuan sebanyak-
banyaknya. Karena itulah satu-satunya cara kalian bisa mengetahui 
bagaimana caranya hidup yang benar dan baik. Sekolah yang benar 
jangan suka bolos dan jangan pergi ke dukun".
> 
> Sampai saat ini, setelah seratus tahun lebih, tak ada satupun 
ilmuwan di dunia ini yang menemukan jawaban pasti atas misteri oven 
Maya. Yang tersisa hanyalah pertanyaan-pertanya an yang terus muncul 
dan sulit dijawab. Rasanya misteri ini tak akan pernah terpecahkan 
oleh siapapun. Sampai detik ini, semua ilmuwan bule di dunia, masih 
kebingungan tentang itu.
> 
> Hanya ada satu orang yang pernah berhasil menjawabnya, Kiyai 
Gendeng Jawa Medog Meledug dan dia tetap menjadi pujaan dan 
inspirasi bangsa Indonesia .
> 
> Tapi suatu hari seorang Indonesia, cucu Pak Jenar phD, bernama 
Prof. Garin membuka notebook dan menyalakan infra red di Handphone 
Siemens K750i-nya, ia membuka koneksi ke internet melalui 
handphonenya, membuka email dan mulai menulis email. Email itu dia 
tujukan kepada cucu Max Planck , begini dia menulis:
> 
> "Yang terhormat, cucu Max Planck
> 
> Dengan penuh rasa hormat dan takjub, saya ingin memohon maaf 
kepada anda, atas kesalahan leluhur saya. Kami orang Indonesia , 
memang sangat memuja tahyul. Dulu kakek saya sering bercerita 
tentang si bodoh Max Planck dan sampai sekarang kebanyakan dari kami 
masih mentertawakan kebodohan orang bule yang tidak percaya jawaban 
dukun kami. Seakan-akan mereka berkata, 'Lihatlah, dari dulu dukun 
sakti mandraguna kami telah menjawab. Tapi kalian tidak percaya, 
kini kalian masih bingung dalam kesesatan!' dan mereka tetap memuja 
dukun-dukun.
> 
> Ketika saya menggunakan komputer dan handphone, saya sangat 
penasaran, bagaimana orang bisa membuat hal seperti ini. Sayapun 
berusaha mencari tahu, dan ternyata saya menemukan, komputer, 
handphone, kamera digital, laser, dan teknologi-teknologi digital 
yang banyak digunakan oleh umat manusia saat ini, ditemukan karena 
sebuah misteri yang berusaha dijawab oleh kakek anda, Max Planck 
(semoga Allah memberkatinya) . Jawaban atas misteri oven mba Maya 
(semoga Allah memberkatinya) yang tidak meledug walau telah 
ditinggal seminggu! Kalian menyebutnya misteri radiasi benda hitam, 
kami menyebutnya, misteri oven Mba Maya.
> 
> Memang sampai saat ini kalian belum menemukan jawaban atas misteri 
tersebut, tapi lihatlah apa yang telah kalian hasilkan dari proses 
pencarian kalian atas jawaban kalian. Handphone, laser, 
bioengineering, komputer, kamera digital...
> 
> Tapi bangsa kami, mereka semua puas dengan jawaban dukun dan tidak 
pernah mau mencari jawaban non-mistis. Mereka lebih suka leha-leha 
dan ongkang kaki dan tidak pernah mau penasaran serta mencari tahu. 
Semua dijawab dengan Jin , Nyi roro kidul, Nyi Blorong , dll. Dan 
lihatlah bangsa kami, bodoh, terbelakang, tertinggal.. . tak 
menghasilkan apapun.
> 
> Kini saya menyadari, sebuah proses sama pentingnya dengan tujuan. 
Mungkin kita tak menemukan jawaban atas pertanyaan kita, tapi jika 
kita berusaha mencari tahu, maka proses tersebut akan menghasilkan 
banyak hal lainnya. Itulah yang kalian, bangsa-bangsa bule, lakukan, 
dan inilah bangsa kami para pemuja dukun dan kiyai jawa medog 
meledug, lakukan. Semuanya tentang Jin dan Nyai. Bukan tentang 
manusia.
> 
> Ketika kami masih memuja berhala Nyi Blorong dan Jin , merendahkan 
cara yang dilakukan Max Planck , kami mengirim sms melalui 
Handphone, teknologi yang muncul karena Kakek anda tersebut. Betapa 
tidak bersukurnya kami. Betapa memalukannya kami. Betapa bodoh dan 
tidak mau belajarnya kami.
> 
> Tapi saya masih berharap. Suatu hari nanti bangsa kami akan 
meninggalkan jin jin dan nyai nyai. Mulai mencari jawaban seperti 
kakek anda, Max Planck , walau tahu bahwa mungkin mereka tidak akan 
pernah menemukannya. Tapi itulah inti dari kehidupan. Pencarian.
> 
> Karenanya saya, cucu Pak Jenar phD, memohon maaf sebesar-besarnya 
dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kepada anda, dan 
bangsa anda, karena telah memungkinkan kami hidup layak dengan ilmu 
pengetahuan dan teknologi yang anda harus mati-matian mencari dan 
menemukannya sementara kami tidur dan ongkang-ongkang kaki karena 
semua jawaban adalah tentang jin dan nyai.
> 
> Maaf dan terima kasih,
> 
> Garin bin Mahmud Bin Jenar.
> 
> Atas nama bangsa Indonesia
> Dan harapan tentangnya
> "
> 
> Kembali ke Abad 21
> 
> Ketika yogya mengalami gempa, orang-orang terpelajar berkata: " 
Indonesia terletak di patahan lempeng-lempeng bumi...dll" dan mereka 
terus melakukan penelitian tentang bagaimana mendeteksi gempa sedini 
mungkin.
> 
> Tapi begini kata orang jawa: "Nyi roro kidul cemburu karena orang-
orang terlalu memperhatikan merapi". Mereka memberi sesajen dan puas 
dengan itu. Tanpa pernah melakukan apapun untuk menemukan cara 
mendeteksi gempa sedini mungkin.
> 
> Dan itu terjadi di tahun 2006. Abad ke-21. Seratus tahun setelah 
Max Planck .
> 
> Dan oven Mba Maya.
> 
> Hidup bangsa ini.
> 
>   
>  
>   
> 
> Dedy S Pramono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           
> 
> Note: forwarded message attached.    
> ---------------------------------
>   Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your 
pocket: mail, news, photos more.   
> 
>          Date: Mon, 28 May 2007 02:19:11 -0700 (PDT)
> From: Dedy S Pramono <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fwd: Keep It Simple Solution
> To: pram <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> 
> Note: forwarded message attached.    
> ---------------------------------
>   Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s 
user panel and lay it on us. Subject: Keep It Simple Solution
> Date: Fri, 25 May 2007 15:54:55 +0700
> From: "Dedi Haryadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
>       Kiss 
>   
> Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan 
walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada 
bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu 
rumit. 
>   
> Kasus 1
> Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang 
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar 
di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang 
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan 
kertas) kosong. Dengan segerapimpinan perusahaan menceritakan 
masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk 
memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen 
pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput 
dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. 
> Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah 
tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat 
sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang 
dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang 
melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak 
kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi 
biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. 
> Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil 
dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang 
hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia 
membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki 
tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia 
menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang 
melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun 
yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat 
dari bahan kertas yang ringan. 
>   
> Kasus 2
> Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka 
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, 
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. 
> 
> Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu 
dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang 
dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, 
terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan 
dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih 
dari 300 derajat Celcius. 
> Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan 
pensil! 
>   
>   
> Kasus 3
> Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. 
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa 
lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) 
mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini. 
> 
> Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan 
bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta 
pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, 
semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan 
biaya yang tidak sedikit. 
> 
> Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari 
keluhan pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar 
tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan 
lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari 
pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift". 
> Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It 
Simple Solution), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, 
sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah 
menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk 
memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk 
fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah. 
>   
>  *** 
> 
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at 
Yahoo! Games.
>


Kirim email ke