BERBAGI OKSIGEN UNTUK REISHA YANG LAHIR PREMATUR
    
    
       Program: Santunan Reisha 
    
            
  Setelah menjalani masa perawatan  selama dua hari tidak ada perubahan yang 
signifikan terhadap kondisi  kehamilan si Ibu. Malahan, justru kondisinya 
semakin hari semakin  buruk. Akhirnya, pada hari Rabu (26 September) dokter 
menyatakan bahwa  hari itu juga si Ibu harus dioperasi dan bayi yang ada 
didalamnya harus  segera dikeluarkan. Pada saat itu, kondisi si Ibu sudah 
mengalami demam  akibat infeksi di rahim.
    
  
    
        
    Reisha, mulai dari awal  kehamilannya selalu diuji oleh Allah. Awal 
kehamilan Reisha sang Ibu  divonis dokter terdapat kista berukuran 5 cm dibawah 
rahimnya. Selang  beberapa bulan kemudian ketika kistanya sudah hilang, maka 
timbul  masalah baru yakni plasenta (ari – ari) si jabang bayi terletak dibawah 
 alias Plasenta Previa. Dokter menyarankan agar si Ibu harus istirahat  total.
    
   
Alhamdulillah, hal itu dapat bertahan sampai usia kehamilan  enam bulan. Saat 
usia kehamilan sudah beranjak enam sang Ibu (ditemani  suami) mencoba melakukan 
check up ke dokter. Tidak disangka, pada saat  itu juga dokter memvonis agar si 
Ibu dirawat. Menurut dokter, air  ketuban yang ada dirahim si Ibu sudah habis. 
Jika sudah tidak ada lagi  air ketuban di rahim maka si bayi akan meninggal dan 
si Ibu akan  mengalami infeksi akut.
    
   
Meski pada waktu itu tidak memiliki dana, akhirnya kami  putuskan untuk masuk 
rumah sakit terlebih dahulu. Soalnya ini  taruhannya nyawa si Ibu dan si bayi. 
Untuk masalah dana kami serahkan  semuanya kepada Allah saja. Kebetulan rumah 
sakit yang terdekat dari  rumah kami adalah rumah sakit ANNA di pekayon.
    
    
Setelah menjalani masa perawatan selama dua hari tidak ada  perubahan yang 
signifikan terhadap kondisi kehamilan si Ibu. Malahan,  justru kondisinya 
semakin hari semakin buruk. Akhirnya, pada hari Rabu  (26 September) dokter 
menyatakan bahwa hari itu juga si Ibu harus  dioperasi dan bayi yang ada 
didalamnya harus segera dikeluarkan. Pada  saat itu, kondisi si Ibu sudah 
mengalami demam akibat infeksi di rahim.
    
    
Kira – kira pukul 14.30, si Ibu langsung dibawa masuk ruang  operasi. Si Ibu 
baru keluar dari ruang operasi pukul 16.00 wib dengan  kondisi tubuh gemetar 
karena kedinginan. Ketika si suami mengkonfirmasi  ke dokter ternyata itu 
pengaruh dari obat pasca operasi dan itu hanya  bereaksi kurang lebih 30 – 45 
menit saja. Si Suami merasa iba melihat  istrinya yang kedinginan seperti orang 
yang sedang menghadapi sakratul  maut. Tapi si suami yakin bahwa perjuangan 
seorang wanita yang  melahirkan sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah.
    
    
Alhamdulillah, setelah melalui proses operasi cesar lahirlah  seorang bayi. 
Tentu saja karena usia kehamilan si Ibu masih enam bulan  maka kondisi semua 
organ tubuh bayi itu belum sempurna. Berat bayinya  pun sangat rendah yaitu 950 
gram (jauh dari berat bayi normal). Tapi  apa mau dikata ini semua dalam rangka 
menyelamatkan bayi dan ibunya.
    
    
Dikarenakan kondisi bayinya yang jauh dari normal maka si bayi  harus menjalani 
perawatan intensif di dalam inkubator. Sebelumnya  dokter sudah menyarankan 
untuk pengobatan dengan NICU (Neonatal  Intensive Care Unit). Untuk NICU ini 
kebetulan rumah sakit ANNA belum  ada maka dokter merujuk ke rumah sakit 
tertentu (harapan kita, mitra  keluarga, hermina, dll). Biaya per harinya 
kurang lebih dua juta  rupiah. Buat kami biaya itu sangatlah besar. Oleh 
karenanya kami  memutuskan untuk tetap dirawat di rumah sakit ANNA saja dengan  
perlengkapan standar. Mulai hari pertama bayi masuk inkubator  dilengkapi 
dengan dua selang oksigen dan cairan infus serta lampu untuk  menghangatkan 
tubuhnya ( karena kuning ).
    
    
Hari ini adalah hari yang ke Tujuh si bayi yang bernama Reisha  Maghfiroh 
Ramadhani menjalani perawatan inkubator sejak dilahirkan.  Kondisinya saat ini 
belum menunjukkan adanya perubahan yang berarti.  Menurut dokter, bayi seperti 
itu hanya bisa bertahan satu minggu. Kedua  orangtuanya saat ini sedang bingung 
bagaimana membayar biaya perawatan  anaknya. Kemarin saja untuk operasi sudah 
menghabiskan dana sebesar  delapan juta rupiah. Alhamdulillah, ini hasil 
kolekan dari saudara –  saudara dan teman – teman.
    
    
Melalui tulisan kami ingin mengetuk pintu hati Bapak/Ibu  sekalian dibulan 
romadhon ini barangkali ada yang ingin meringankan  beban derita mereka. 
Bantuan untuk mereka bisa ditransfer langsung ke  rekening atas nama Yayasan 
Portalinfaq seperti biasa :
    
   
- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No. Rek. 291-307-0003
    
       
Untuk memudahkan pencatatan serta penyaluran setelah  transfer kami mohon 
keikhlasannya untuk mengirimkan konfirmasi ke Yayan  via SMS ke 0815 951 8816 
atau telepon: (021) 727 86073, atau melalui  email [EMAIL PROTECTED] atau YM : 
yayan_unj dengan mengetik  :REISHA, Nama Bank dan Jumlah Bantuan
    
   
Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan jazakumullah khoiron katsiro.
    
       
Biodata Bayi :    
Nama  : Reisha Maghfiroh Ramadhani    
Umur  : 6 hari    
Berat : 950 gram    
Tinggi : 35 cm    
Kategori penyakit : Bayi prematur dengan berat sangat rendah  

      
        Portalinfaq
  04-Okt-2007
  
      
        
     
       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

Kirim email ke