http://finance.groups.yahoo.com/group/manajemen-rabbani/message/44

--- In [EMAIL PROTECTED], ... wrote:

Kejujuran dalam Transaksi Bisnis        
Nov 7, '07 9:52 PM
for everyone

Minggu-minggu ini, aku coba membantu istri merintis kembali
aktivitas-aktivitas bisnis. Beberapa tahun lalu istriku sudah memulai.
Meski hanya bisa berjalan beberapa saat. Saat itu, kita menyediakan
pakaian anak, dan jilbab plus baju muslimah. Kita belum menerapkan
Control apapun. Kita memulai dgn Trust anybody.

Kita menyediakan kebutuhan tsb dengan sistem pembayaran yang sangat
memudahkan. Boleh dicicil, dan tanpa bunga. Tantangannya kemudian
adalah kita menemukan customer yang tidak merasa malu saat tidak
membayar. Modal kami tidak kembali. Dan kami menarik diri ... dari
bisnis :)

Kini, berbulan-bulan telah berlalu. Kita coba bangkit kembali ...
Dengan lebih hati-hati. Bagaimanapun ada yg tetap coba kita
pertahankan. Saya pertama kali NGEH tentang ini ketika dulu istri yang
menunjukkannya.

Saat dia menjual jilbab untuk anak-anak, dia selalu mencatat berapa
harga beli masing-masing barang tsb. Dan saat dia menawarkan ke
temen-temennya, dia selalu mengatakannya, berapa dia beli, dan berapa
dia tawarkan. Dia juga menawarkan cicilan, bisa 3 x, bisa 5 x,
semuanya tanpa tambahan, tanpa mark-up.

Kini, aku merasa ini sesuatu yg lumayan menarik. Kami serahkan sebuah
barang ke salah satu partner bisnis kami. Kita bilang :

mbak, kita beli barang ini seharga 50 ribu. Mbak bayar ke kita 60
ribu. Silahkan mbak jual berapa. Di mall ambasador ini dijual 90 ribu
--- kita survey kemarin dengan barang yg sama.

Tentu saja, ini hanya bisa kita bilang setelah partner bisnis kami
menilai sendiri kualitas barang. Saya percaya harga bisa menjadi
irrelevant, ketika kualitas memang memenuhi kebutuhan.

Apa yg kemudian aku renungkan adlaah bahwa 50 ribu ini adalah harga
beli ke supplier kami. Ini sebenarnya di bawah TCA --- total cost of
acquisition. TCA adalah cost yg dibutuhkan untuk mendapatkan barang
itu dan mengantarkannya ke partner kami.

Untuk mendapatkan barang itu kita mengeluarkan biaya bensin, biaya
tol, biaya parkir. Ini belum, jika mau itung-itungan, biaya depresiasi
mobil (sebagai aset bisnis). Ditambah biaya saat mengantarkan ke
partner bisnis kami.

Tapi ya ... karena kita gak itung-itungan bener, kita gak sempat
ngitung Total-Cost-Of-Acquisition (TCA) ini ...
jadi ya kita hanya tahu harga beli, ya Rp 50 ribu itu yg kita bayarkan
ke supplier kami.

Yg jelas, Rasulullah, setahu kami memang pernah mencontohkan bahwa
beliau selalu memberikan informasi ke customernya berapa harga beli
sebuah barang yang beliau jual.

Itu saja yang kami ikuti. Belum tahu detail apa yg Rasulullah
sampaikan itu harga dari supplier ataukah sudah diitung semua biaya
lain (ya TCA itu !). Hmmm ternyata sebuah aksi kecil, menjadikan kami
terbuka ke satu fakta baru : Kami masih jahiliyah, belum tahu detail
tingkah laku Rasul kami ...

URL :
http://ekobs.multiply.com/journal/item/15/Kejujuran_dalam_Transaksi_Bisnis

--- End forwarded message ---


Kirim email ke