assalamualaikum...
saya mencoba membantu ya mas...
harus diakui bahwa bank syariah merupakan lembaga
bisnis, artinya bank syariah juga harus bisa
kompetitif dalam memberikan keuntungan terhadap
nasabahnya. karena dalam perbankan syariah, bagi hasil
yang dibrikan merupakan cermin dari produktivitas dan
kesehatan perbankan.
kalau nilai bagi hasilnya semakin lama semakin kecil,
maka ada indikasi bahwa bank tidak produktif dan tidak
sehat. inilah salah satu keuntungan dari menabung
dibank syariah, ada semacam early warning system bagi
nasabah, nasabah dapat mengetahui kesehatan nak dengan
segera.
nah mengenai bagi hasil, besarannya berubah-ubah,
tergantung tingkat keuntungan yang didapat dari
usaha-usaha perbankan. dan biasanya kisarannya memang
mirip-mirip dengan bank konvensional, hal ini mungkin
bisa disebabkan karena :
bagi hasil nasabah jauh lebih kecil dari pendapatan
bunga, sehingga bank syariah bisa berinisiatif untuk
memberikan porsi keuntungannya (mengurangi biaya-biaya
atau fee yang seharusnya milik perbankan) dan
diberikan kepada nasabah agar mendekati tingkat
keuntungan rata-rata dari modal, sehingga bank syariah
bisa lebih kompetitif.
kemungkinan yang kedua, karena dalam ekonomi islam
belum mendapatkan mekanisme angka penghitung efisiensi
terhadap modal, sehingga dalam proyek-proyek perbankan
masih menggunakan tingkat suku bunga untuk menilai
kewajaran suatu proyek, walaupun hasil akhir yang
dihitung tetap aktual returnnya.
kemungkinan yang ketiga adalah karena porsi terbesar
dari perbankan adalah porsi untuk murabaha, dalam
murabaha penetapan margin juga bisa diasumsikan kepada
tingkat prosuktifitas modal dam tingkat resiko pasar.
jadinya keuntungannya hampir mirip-mirip.
demikian semoga bisa membantu, kalau salah mohon
dibenarkan.
wassalam
--- Deni Danasenjaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> 
> Untuk pinjaman di Bank Syariah saya sudah sepakat
> atas konsepnya dan 
> tidak perlu diperdebatkan lagi, hanya yang masih
> saya soroti adalah 
> konsep bagi hasil untuk simpanan di bank syariah.
> kenapa?
> 
> Ini pertanyaan dan sekaligus temuan saya:
> Saya memiliki rekening tabungan di Bank Syariah dan
> Bank 
> Konvensional, saya perhatikan sejak tahun 1999
> sampai sekarang ada 
> kecenderungan sistem bagi hasil bank syariah selalu
> mendekati nilai 
> suku bunga tabungan bank konvensional, saat suku
> bunga tabungan yang 
> diberikan bank konvensional ada di kisaran 20% maka
> hasil nisbah 
> tabungan bank syariah juga mendekati angka yang
> sama, lalu saat suku 
> bunga tabungan di bank konvensional ada di kisaran
> 5% maka hasil 
> nisbah tabungan bank syariah juga (lagi-lagi) ada di
> kisaran yang 
> sama, hal ini saya perhatikan berjalan secara
> konsisten dari tahun 
> 1999 hingga sekarang.
> 
> Saya berhasil mendeteksi ini, karena saya
> menggunakan kedua tabungan 
> itu dalam posisi saldo tidak ada mutasi dana keluar
> masuk dalam 
> kurun waktu tertentu (3 - 6 bulan), dengan jumlah
> saldo yang sama, 
> katakanlah rekening di bank konvensional Rp. 5 juta
> dan di bank 
> syariah Rp. 5 juta, maka nilai bagi hasilnya yang
> net masuk ke 
> rekening kok menunjukkan kecenderungan nilai yang
> sama dengan suku 
> bunga tabungan bank konvensional?
> 
> Berarti dalam hal ini bank syariah tidak fair donk,
> memperoleh bagi 
> hasil yang lebih besar dari produk pinjaman dengan
> konsep resiko 
> untung rugi ditanggung bersama, tapi untuk nasabah
> penyimpan dana 
> ditetapkan nilai bagi hasil yang tidak menerapkan
> konsep ini, 
> cenderung di"sama-samakan" dengan nilai suku bunga
> simpanan bank 
> konvensional.
> 
> bagaimana ini?,ada yang bisa memberikan penjelasan?
> 
> 
> Wassalam,
> Kang Deni
> YM ID: k4ng_deni 
> 
> 
> --- In [email protected], Indra SH
> Daroesman 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Ass.wr.wb
> > 
> > Pak Pram.. Salam Kenal..
> > 
> > Saya tersenyum juga membaca kalimat Bapak yang
> terakhir... kalau 
> mau rugi ke Bank Syariah dan kalau untung ke bank
> konvensional.... 
> Saya sendiri "alhamdulillah" sudah punya rek. di
> salah satu bank 
> syariah dan juga asuransi anak2 sudah pindah ke
> asuransi syariah... 
> walau .. nilai bagi hasilnya kecil.. yang penting
> Ridho Allah... 
> (kan ??).
> > 
> > Nah.. yang menggelitik saya memang masalah KPR ini
> (bukannya mau 
> untung). Tetapi saya mau pindah - kan KPR saya dari
> Bank 
> Konvensional ke bank syariah.. (agar syar i.. dan
> bebas dari 
> Riba... ). Tetapi memang total pembayaran saya
> kembali ke bank 
> syariah tsb besar sekali (kalau bukan disebut
> "bunga") mungkin.. 
> harusnya kompetitif lah... sehingga niat saya untuk
> pindah ke KPR 
> Syariah bisa dilakukan. karena sudah hampir 6 bulan
> ini tidur saya 
> tidak tenang memikirkan ini, tetapi setelah tahu
> pembayaran 
> kembalinya cukup besar, saya belum jadi pindah
> nih....
> > 
> > Wassalam
> > 
> > 
> > Indra
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: Pramudya <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [email protected]
> > Sent: Monday, November 12, 2007 8:55:54 AM
> > Subject: Re: {ekonomi-syariah} RE: KPR Syariah =
> Margin KPR 
> syariah sangat tinggi, apakah masih "syaria
> > 
> > Ass.Wr.Wb
> > Betul apa yang antum sampaikan, mahal murah
> tergantung  dari 
> bagaimana Bank Syariah tersebut "meracik" dan
> mencari bahan yang 
> murah. Artinya gak usahlah kita lantas berfikir kalo
> murah syariah 
> dan kalo mahal bukan syariah. Sekarang saya mo tanya
> sama p novri, 
> anda siap jika investasi anda di Bank Syariah
> mendapatkan hasil 
> dibawah Bank Konvensional, karena misalnya hasil
> usaha yang 
> dilaksanakan oleh Bank Syariah dari dana yang anda
> simpan 
> menghasilkan bagi hasil yang rendah.  Jangan salah
> dengan  ada juga 
> yang menganggap berhubungan dengan Bank Syariah
> "mahal" karena 
> ternyata setelah usahanya sukses karena  bermitra 
> dengan bank 
> syariah, bagi hasil yang harus disetorkan ke bank
> syariah otomatis 
> juga harus besar. (karena prinsipnya sama-sama
> untung dan sama-sama 
> rugi), sehingga ada ungkapan begini kalo mo rugi
> datang ke bank 
> syariah, n kalo untung dan berkembang usahanya
> cepet-cepet pindah ke 
> bank konvensional (untung atau rugi, kan bayar
> bunganya
> >  sama),... nah sekarang Buat Mas Novri... apa
> antum sudah punya 
> rekening di Bank Syariah ?... kalo belum cepet-cepet
> buka... he..he 
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: "Bedros, Roud Worde [PT. Mandawani Mandiri]"
> <[EMAIL PROTECTED] 
> com>
> > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> > Sent: Friday, November 9, 2007 11:09:35 AM
> > Subject: {ekonomi-syariah} RE: KPR Syariah =
> Margin KPR syariah 
> sangat tinggi, apakah masih "syaria
> > 
> > 
> > Pak Novri
> > 
> > Salam kenal sebelumnya, 
> > 
> > Menurut saya mindset kita tentang system syariah
> harus diubah, 
> > pandangan umum bila berbicara syariah adalah
> murah, sederhana dan 
> rumit,
> > padahal tidaklah benar,
> > Realitas umumnya, pada saat memiliki dana, maka
> dana tersebut
> > depositokan / tabung di bank konvensional,
> > Sedang bila ingin mengajukan kredit barulah ke
> bank syariah dengan
> > harapan akan lebih murah dari bank konvensional
> > Yang saya ketahui adalah bahwa system bunga dan
> bagi hasil sangat
> > berbeda.
> > 
> > Wassalam
> > Bedros
> > 
> > KPR Syariah = Margin KPR syariah sangat tinggi,
> apakah 
> masih "syaria
> > <http://groups. yahoo.com/ group/ekonomi-
> yariah/message/ 
> 11144;_ylc= X3oDMTJ
> > ydnZsYm5uBF9TAzk3Mz U5NzE1BGdycElkAz
> I2NTEyNDEEZ3Jwc3 
> BJZAMxNzA1MDA0Mz c1BG1
> > zZ0lkAzExMTQ0BHNlYw NkbXNnBHNsawN2bX
> NnBHN0aW1lAzExOT Q1MjQxNjc- >
> > 
> > Posted by: "novrigent" [EMAIL PROTECTED] com
> 
=== message truncated ===



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke