Rabu, 28/11/2007 11:21 WIB
BI Kaji Penerbitan SBI Syariah Wahyu Daniel - detikfinance Jakarta - Selain memiliki instrumen moneter Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang sudah ada saat ini, Bank Indonesia (BI) juga mengkaji kemungkinan penerbitan SBI syariah. "SBI syariah masih dalam kajian, sudah pernah dibahas sekali, tapi belum final nanti kita lihat dulu," kata Deputi Guberenur BI, Siti Ch Fadjrijah di acara seminar akhir tahun perbankan syariah 2007 di gedung BI, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Selasa (28/11/2007). Fadjrijah mengaku SBI syariah tidak serta merta ditujukan untuk menyerap likuiditas di bank syariah. Karena bank syariah nasional kini justru memiliki penempatan kredit atau LDR yang sangat tinggi di atas 100%. "Bank syariah kalau melihat LDR di atas 100%, jadi likuiditasnya tidak ditaruh disini, kan kita tahu SBI ini temporary," ujar Fadjrijah. Sebaliknya, BI akan mendorong perbankan syaraih untuk menyalurkan dana ke konsumen atau perusahaan pembiayaan. Sebelumnya BI juga tengah mengkaji suku bunga harian atau overnight sebagai pelengkap SBI. (ir/qom) Source : http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index. php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/28/time/112141/idnews/858625/idkanal/ 5 Rabu, 28/11/2007 10:44 WIB Semangati Bank Syariah, BI Siap Jadi Provokator Wahyu Daniel - detikfinance Jakarta - Agar perbankan syariah nasional bisa tumbuh lebih pesat, Bank Indonesia (BI) siap menjadi provokator. Dengan semangat baru itu, diharapkan bank syariah bisa menggapai porsi 5% dari total aset perbankan nasional tahun 2008. Hal itu disampaikan Deputi Gubernur BI Siti Fajdrijah saat menjadi pembicara kunci seminar akhir tahun perbankan syariah 2007 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (28/11/2007). "Sekarang saya mau jadi provokator untuk menyemangati pelaku-pelaku perbankan syariah untuk lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga harapan kita yaitu agar perbankan syariah bisa berguna bagi masyarakat luas," ujarnya. Saat ini, porsi perbankan syariah terhadap total aset perbankan nasional hanya 1,7%. Tahun 2008, porsinya diharapkan naik menjadi 5%. "5% itu berarti Rp 90 triliun, dengan asumsi pertumbuhan aset perbankan nasional yang hanya tumbuh 10% di tahun 2008, saya rasa itu masih bisa dikejar, meskipun cukup berat. Tapi kalau strategi bagus, dengan menangkap consumer yang potensial, itu tidak sulit," jelas Fadjrijah. Prospek perbankan syariah semakin bagus karena masih memiliki potensi yang besar untuk berkecimpung dalam pembiayaan infrastruktur. "Untuk kedepan akan banyak proyek yang bisa dibiayai. Memang untuk bank lokal cukup sulit untuk terjun kesitu, tapi saya rasa untuk bank-bank asing, syariah mereka memiliki modal yang besar seperti HSBC. Jadi saya berharap perbankan syariah bisa berperan dalam proyek infrastruktur," urainya. Fadjrijah menambahkan, pada tahun 2008, meskipun diperkirakan perekonomian masih akan bergejolak akibat tingginya harga minyak dan ketidakpastian ekonomi global, perbankan syariah masih dapat tumbuh. "Kan perbankan syariah selama ini tidak terpengaruh terhadap perekonomian global karena fokusnya pada ekonomi-ekonomi kecil atau UMK. Jadi potensi bank syariah dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi kecil masih sangat terbuka," katanya. Akan tetapi ia mengingatkan yang paling penting untuk mendorong perbankan syariah kedepan adalah peningkatan kompetensi SDM-nya. "Karena SDM itulah yang menjadi ujung tombak dan pendorong utama bank syariah," pungkasnya. "Kan perbankan syariah selama ini tidak terpengaruh terhadap perekonomian global karena fokusnya pada ekonomi-ekonomi kecil atau UMK. Jadi potensi bank syariah dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi kecil masih sangat terbuka," pungkasnya. (qom/ir) Source : http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index. php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/28/time/104402/idnews/858583/idkanal/ 5 Rabu, 28/11/2007 10:39 WIB 2 Kelemahan Bank Syariah Wahyu Daniel - detikfinance Jakarta - Perkembangan bank syariah nasional masih belum bisa bergerak cepat. Ada dua kelemahan bank syariah yang menjadi penyebabnya. Dua kelemahan utama perbankan syariah ini perlu diperbaiki guna meningkatkan kinerjanya di tahun-tahun mendatang. Dua kelemahan itu adalah harus lebih memahami kebutuhan rill dari nasabah atau customer need, dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Siti Ch Fadjrijah di acara seminar akhir tahun perbankan syariah 2007 di gedung BI, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Selasa (28/11/2007). "Kedua hal tersebut adalah kunci yang harus dibenahi di tahun ke depan, seharusnya IT juga demikian, tapi IT saya dengar sudah cukup bagus," ujarnya. Fadjrijah mengatakan, pada tahun 2007 ini perbankan syariah belum bisa membenahi secara maksimal kedua hal tersebut sehingga pertumbuhan kinerjanya masih rendah. "Untuk customer saja masih sangat sedikit, jadi perbankan syariah juga harus melakukan riset untuk melihat keinginan konsumen sehingga dapat menciptakan produk-produk yang sesuai," katanya. Menurut Fadjrijah jumlah konsumen perbankan syariah baru 2,6 juta rekening. Padahal potensi pengembangannya cukup besar dilihat dari jumlah penduduk Indonesia. "Untuk pembiayaan juga kelihatan debitor perbankan syariah masih di bawah 500 ribu, jadi pembiayaan perbankan syariah yang tumbuh 30% sampai Oktober belum menyentuh debitor-debitor baru," katanya. (ir/qom) Source : http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index. php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/28/time/103922/idnews/858581/idkanal/ 5
