On Dec 11, 2007 4:03 PM, zahidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Beberapa tahun lalu media banyak memberitakan Bulukumba yg katanya > PAD-nya naik 10x karena pemberlakuan zakat. Angkanya, sekitar 90 miliar. > > Apakah teman2 punya angka yg up to date dan perkembangan di daerah > tersebut. APakah kemiskinannya juga menyusut? > > ========================================= >
Kalo boleh sedikit berkomentar berdasarkan data masa lalu. Ini data empiris dari buku Pak Adiwarman; Ekonomi Makro Islami. satu. Sudan mengintegrasikan sistem zakat dengan sistem pajak tahun 1984. Setiap Muslim baik warga domestik maupun asing wajib membayar zakat. Non Muslim kena jizyah seperti zaman keemasan Islam. Hasilnya? Sistem ini akhirnya gatot. Alias gagal total. Tak berhasil meraih kesuksesan ekonomi justru memperlebar kesenjangan. karena orang kaya cukup membayar 2.5%. dua. Malaysia di wilayah Kedah, Trengganu, Kelantan dan Perak melaksanakan sistem zakat. Hasilnya? Sistem ini juga gatot. Gagal total. Di wilayah itu sebagian besar penduduknya petani. Hasil pertanian tak sebanding dengan zakat yang harus wajib di jalankan. Ini adalah bukti ekonomi syariah berdasarkan kitab suci bisa gagal. Padahal zakat baru urusan parsial dalam kerumitan ekonomi negara. Ekonomi syariah ternyata begitu diimplementasikan di dunia nyata, juga mengalami kesulitan besar. Intinya sistem yang dirujuk pada hukum Tuhan ini bisa gagal juga. tiga. Bandingkan dengan sistem demokrasi sosial di skandinavia. Tidak usah pake hukum Tuhan. Cukup logika saja. Tarik pajak besar. Kemudian simpan dana itu untuk pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan membantu orang-orang yang kalah dalam kompetisi kapitalisme pasar bebas. Sistem ini memang sekarang banyak dituding penyebab penurunan kinerja ekonomi di sana. Tapi sistem ini belum runtuh. Dan sistem - dari akal sehat manusia biasa, bukan pikiran malaikat - ini terbukti bisa menghasilkan negara yang teratur, indah, aman dan sejahtera. salam > > > --- In [email protected] <ekonomi-syariah%40yahoogroups.com>, > irfan beik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=315936&kat_id=16 > > > > Note: forwarded message attached. > > > > --------------------------------- > > Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your > homepage. > > > > > > 04 Desember 2007 > > Upaya Lain Melawan Miskin > > > > > > > > Irfan Syauqi Beik > > Dosen IE FEM IPB dan Kandidat Doktor Ekonomi Islam IIU Malaysia > > > > Persoalan kemiskinan tampaknya masih akan menjadi permasalahan serius > > bagi masa depan bangsa ini, meski angka pertumbuhan ekonomi Indonesia > > tahun ini mengalami peningkatan. Tingginya harga minyak dunia, > > diperkirakan juga akan membebani anggaran negara pada tahun 2008 dan > > berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. > > > > Alokasi anggaran untuk subsidi BBM dan LPG pada RAPBN 2008 adalah Rp > > 46,7 triliun dan subsidi listrik Rp 34,1 triliun, dengan asumsi dasar > > harga BBM yang digunakan adalah sebesar 60 dolar AS per barel. Dengan > > kondisi sekarang, saat harga minyak dunia terus naik, beban subsidi > > menjadi hampir Rp 120 triliun, karena diperkirakan setiap kenaikan 1 > > dolar AS per barel akan memerlukan tambahan subsidi Rp 3 triliun. > > > > > _____ > > > > Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id > > Berita bisa dilihat di : > > http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=315936&kat_id=16 > > <http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=315936&kat_id=16> > > > > >
