Assalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh,
Kalau ga salah, Pal Kamil ketua Program Postgrad Diploma in Islamic Economics kan? (1) Terus bukannya Pak Zubair udah ga di situ (IIUM)? (2) Saya jadi teringat membaca proposalnya Tarek El Diwany (3) yang ditulis pertengahan 2007 lalu tentang peng'dinar'an uang di Malaysia. Selesai membaca saya langsung lemas. Bukan karena sedih. Tapi karena sudah ada juga orang yang ke tahapan membuat proposal seperti dia yang sepertinya bisa dilaksanakan. Terus saya pikirkan lebih lanjut, lah bukannya Datuk Mahathir dulu proponen ulung dinar. Terus kok ga terlaksana ya... Apa kurangnya, kekuasaan juga mendukung... Apa karena transisi beliau dengan 'Pak Lah' Badawi? Pak Irfan ada jawabannya? Terus kira-kira masalah mendasar untuk 'monetary reform' di Indonesia apa yah. (Selain dari pegawai BI yang dari atas (seperti 'yang keluar' Pak Burhanuddin, Bu Miranda dan 'yang mungkin masuk' Pak Boediono yang ) sampai bawah dipilih dari yang terbaik menguasai ekonomi konvensional, bahkan bukan modifikasi. Lihat klasifikasi saya soal ekonomi. Kecuali Tim Perbankan Syariah tentunya) Juga baca debat antara Tarek El Diwany dengan Prof Nejatullah Siddiqi yang mungkin lebih 'senior' dari Prof Zubair atau Prof Kamil. (4) Sama indahnya menurut saya perdebatan mereka... :) Amin atas doa Pak Irfan. Ngomong-ngomong, Pak Irfan tahu dan mendukung Islamisasi ilmu 'mazhab al-Attas'? :) Saya ingin juga menambah apa yang saya ketahui dari Singapura. Islamic Banks of Asia datang ke Universitas Nasional Singapura untuk bersilaturahmi dan para mahasiswa UNS. Kita lama berbincang langsung dengan manajemen senior seperti Pak Vince Cook, CEO nya, dan beberapa VP nya. Ada beberapa poin yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Mohon doa agar saya dikaruniai waktu.... Dengan hormat Surya (1) Info dari sumber yang saya percaya. (2) Sama dengan 1. (3) Baca 'Transition Issues in Monetary Reform' di www.islamic-finance.com/transition_monetary_eldiwany.pdf. Ini adalah websitenya Pak Tarek sendiri. (4) Baca 'A Discussion with Professor Siddiqi' di http://www.islamic-finance.com/item141_f.htm. 2008/4/3 irfan beik <[EMAIL PROTECTED]>: > Makasih banyak atas jawaban Mas Ricky...saya bukannya anti gold > dinar..engga..cuman mungkin kita perlu mengkaji lebih dalam lagi..berikut > saya attachkan file prof Zubair Hassan, salah seorang profesor saya di IIU > Malaysia ttg masalah gold dinar tsb..beliau termasuk yg mengkritisi...ada > bagusnya juga kita membaca bukunya Prof Kamil Mydin Meera, salah seorang > profesor saya di IIUM yg juga dikenal sebagai salah seorang leading dinarist > dalam konteks keilmuannya..dari situ baru kita bisa mengambil > kesimpulan..sungguh indah menikmati perdebatan mereka... > Soal riba, saya masih belom melihat secara jelas kaitannya antara "uang > kertas" dengan riba..kita harus bisa membedakan antara definisi riba, riba > dalam sistem moneter, termasuk kaitannya antara riba dan "jenis" uang yg > digunakan, dll...mungkin temen2 yg ahli fikih bisa membantu? > Makasih banyak..mudah2an sharing kita ini bermanfaat dlm membangun ekonomi > islam ke depan.. > > Wassalaam > Irfan Syauqi Beik > > > *Irfan Syauqi Beik* > > Dept of Economics, Bogor Agricultural University, Indonesia > (www.ipb.ac.id) > > PhD candidate in Islamic Economics, > Kulliyyah of Economics and Management Sciences, > International Islamic University Malaysia > (www.enm.iiu.edu.my) <http://www.enm.iiu.edu.my> > Mob. No. +6016 9784826 > > ------------------------------ > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster > Total > Access<http://us.rd.yahoo.com/evt=47523/*http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com>, > No Cost. > > -- This message and any attachments (the 'message') is intended solely for the addressee(s) and is confidential. If you receive this message by mistake, please delete it and notify the sender at once. Any use not in accordance with its purpose, and/or any dissemination or disclosure, either whole or partial, is strictly prohibited except with formal approval. The Internet cannot guarantee the integrity of this message. Surya shall and will not be liable for the message if modified. The recipient should check this email and any attachments for the presence of viruses. Surya accepts no liability for any damage caused by any virus transmitted by this email.
