AYO BERALIH KPR SYARIAH
(EDISI PENJELASAN Dari Penulis)

Oleh : Alihozi 


        Salah satu produk unggulan perbankan nasional dalam menyalurkan
kredit konsumtif adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) , hampir semua
bank berlomba – lomba menawarkan produk KPR nya kepada masyarakat
dengan memberikan segala fasilitas kemudahan dari proses pengajuan ,
keringanan biaya admnistrasi , tingkat suku bunga dan lain sebagainya,
ini terlihat dari iklan – iklan KPR yang terpasang hampir di semua
sudut kota Jakarta. Bagaimana cara memilih bank yang benar – benar
menguntungkan bukan hanya pada saat proses pengajuan KPR, tingkat suku
bunga yang rendah tetapi juga menguntungkan pada saat proses
pembayaran pelunasan KPR.
Saya sebagai seorang praktisi perbankan syariah , saya selalu
menanyakan kepada anggota masyarakat yang mengajukan KPR ke bank
syariah tempat saya bekerja  Mengapa Bapak/Ibu mengajukan KPR syariah
? Jawabannya bervariasi , tetapi intinya ada dua jawaban yang paling
sering  yang mereka katakan  yakni :

1.      Mereka ingin menghindari praktek bunga (riba) di Bank Konvensional,
yang mana setiap keterlambatan pembayaran angsuran akan menambah
pembayaran bunga.
(Lihat tulisan saya : "Suatu Malam di kawasan bintaro ….")

2.      Mereka kecewa dengan laporan pembayaran angsuran yang diberikan
Bank Konvensional yang ternyata setiap membayar angsuran KPR pada awal
–awal tahun perjanjian KPR sebagian besar hanya untuk membayar
bunganya saja dan untuk pembayaran pokoknya hanya sedikit sekali
sehingga outstanding pokok  KPR nya turunnya tidak signifikan.
Untuk itu mereka mau mengalihkan KPRnya ke bank syariah , karena di
bank syariah  setiap membayar angsuran antara pembayaran pokok dengan
pembayaran margin hampir berimbang , sehingga penurunan outstanding
pokok KPRnya signifikan. Seperti contoh kasus ini :
"Pada tanggal 18 Maret 2008 , saya mengunjungi calon nasabah yang akan
mengambil KPR di bank syariah tempat saya bekerja, ia tinggal di
daerah Utan kayu -Jakarta Timur. Saya menanyakan mengapa ibu ingin
memindahkan (take over) pinjaman ibu dari bank konvensional ke bank
syariah?
Ibu tsb mengeluarkan jadwal pembayaran angsuran yang diberikan oleh
bank konvensional lalu menyerahkan kepada saya, ternyata memang bank
konvensional tempat ia meminjam  membuat jadwal pembayaran angsuran
itu lebih besar komposisinya untuk pembayaran bunga daripada untuk
pembayaran pokoknya . Ia meminjam Rp.500 juta dengan jangka waktu 5
tahun dan ia telah membayar angsuran 10 bulan sebanyak 150 juta, namun
outstanding pokoknya baru turun Rp 30 juta saja."

Dari penjelasan di atas saya mengajak kepada seluruh masyarakat
Indonesia untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran – tawaran dari bank
yang menawarkan segala fasilitas kemudahan untuk mengambil KPR  ,
seperti rendahnya tingkat suku bunga
Mari kita kembali kepada system syariah, namuan ada beberapa hal yang
harus dipastikan sebelum mengambil KPR di suatu bank syariah yaitu:
1.      Pastikan KPR yang diambil di suatu bank syariah itu benar – benar
bebas bunga.
2.      Pastikan Jadwal pembayaran angsuran KPR itu komposisi antara
pembayaran pokok dengan margin itu berimbang (tidak jauh berbeda).


PENJELASAN :

Beberapa hari yang lalu ada sahabat saya yang membaca blog saya ini,
ia membaca tulisan saya yang berjudul "Ayo beralih ke KPR Syariah" ,
ia memberi masukkan untuk dilakukan koreksi atas tulisan saya (lihat
yang saya bold warna biru)  pada kata – kata berimbang antara
pembayaran margin dan pokok pada KPR Syariah.

Agar tidak terjadi salah persepsi oleh para pembaca tulisan saya ini ,
saya menjelaskan maksud dari kata – kata berimbang antara pbyr margin
dan pokok pada KPR syariah tsb adalah bukan berarti 50 : 50 antara
pbyr margin dan pbyr pokok tetapi saya lebih menekankan kepada
penurunan outstanding pokok pada KPR  bank syariah lebih signifikan
dibandingkan dengan penurunan oustanding pokok pada KPR sebagian bank
konvensional . Mungkin pembaca yang pernah mengambil KPR di salah satu
bank konvensional bisa membuktikan sendiri tulisan saya ini

Demikian penjelasan saya, harap maklum

Terimakasih
Jakarta , 11 Maret 2008


Alihozi


Kirim email ke