Aspek Mental Bagi Wirausahawan 

Aspek mental dilain pihak, berpengaruh langsung kepada prestasi
usahawan, karena yang menjadi pemicu pada umumnya adalah
tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam bidang usaha itu sendiri.
Kegagalan-kegagalan , kerugian-kerugian, tekanan pihak lain dan
sebagainya merupakan sebagian kecil yang menjadi penyebab seorang
pengusaha mengalami jatuh-mental (mental break-down). Sekali pengusaha
jatuh mentalnya secara parah, ada harapan ia akan mangalami trauma, dan
kemungkinan besar tidak pernah lagi berkeinginan untuk berwiraswasta.

Kejadian seperti itulah yang perlu diwaspadai sejak dini oleh
mereka, kaum wiraswastawan. Karena mental adalah sesuatu yang tidak
kasat mata, abstrak dan terletak didalam, aspek ini agak lebih sulit
dideteksi kapan terjadi degradasi, rongrongan, pengikisan, dan lain
sebagainya. Adakalanya, seorang individu yang tadinya merasa tidak ada
masalah dengan mentalnya, pada saat terjadi suatu “bencana bisnis”
(business disaster) seperti kerugian besar secara mendadak, atau
kebangkrutan, langsung mengalami jatuh-mental yang parah. Pada
kasus-kasus tertentu, ada yang mengakibatkan orang tersebut gila atau
mungkin juga bunuh diri.

Salah satu contoh, pada waktu pusat perbelanjaan Harco didaerah Glodok
Jakarta terbakar beberapa tahun silam, seorang pengusaha yang tokonya
habis terbakar langsung berusaha bunuh diri, dengan jalan menelan sikat
gigi !

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa sipengusaha tidak siap secara
mental. Dan hal ini, dengan berbagai ragam perwujudannya, banyak sekali
terjadi dimana-mana. Seperti kisah Malcolm McGregor pada bab ini, tidak
kurang dari tokoh-tokoh bisnis kelas gajah di Amerika, harus mengalami
akhir hidup yang begitu mengenaskan akibat ketidak siapan mentalnya.
Ada yang gila, ada yang bunuh diri dan ada yang harus masuk penjara
sebelum meninggal.

Untuk mengantisipasi hal sedemikian, para wiraswastawan perlu
membekali diri dengan nilai-nilai sikap mental yang kuat, baik, tangguh
dan tahan banting. Bagaimana caranya ? Tahap pertama untuk
mempersiapkan diri menjadi figur usahawan ulet, adalah dengan jalan
belajar dan membuka wawasan tentang nilai-nilai yang dibutuhkan. Tahap
kedua, melatih dan membiasakan diri untuk mempraktekkan apa yang sudah
dipelajari, serta pada tahap ketiga, berusaha mempertahankan sikap
mental yang sudah baik itu, melalui kebiasaan-kebiasaan hidup yang
menunjang dan selaras.

Ada beberapa faktor, yang menjadi kunci keberhasilan pengusaha
dalam membina dan mempertahankan ketahanan mental, yaitu: faktor
intelejensia, motivasi dan proaktivitas. Intelejensia merupakan unsur
kecerdasan, hubungannya adalah untuk memungkinkan orang meningkatkan
pengetahuan serta keahlian. Motivasi menciptakan dorongan yang menggebu
dalam mencapai suatu tujuan sedangkan proaktivitas selalu menuntun
manusia dominan terhadap dirinya sendiri, tanpa goyah karena pengaruh,
tekanan atau teror dari luar, baik orang lain ataupun lingkungan.

Wiraswastawan perlu memiliki intelejensia, karena dengan itu ia
bisa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian, yang pada
gilirannya nanti akan sangat membantu kiprahnya didunia usaha. Beberapa
literatur menjelaskan bahwa intelejensia dapat dilatih, berdasarkan
pendapat bahwa manusia akan semakin cerdas bila otaknya semakin sering
dipergunakan untuk berpikir. Kenyataan memang menunjukkan, seperti
telah disinggung sebelumnya, pengusaha itu adalah “pekerja otak”, dan
setiap saat ia perlu berpikir untuk mengatur strategi bisnis, mencari
terobosan-terobosan , memecahkan masalah-masalah dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu selalu dianjurkan agar pengusaha tetap konsisten
belajar, mencari dan menambah ilmunya disegala disiplin agar bisa
membuat diri dan perusahaannya menjadi kuat serta memiliki kesadaran
teknologi (technology awareness) dan inovatif dalam meciptakan
produk-produk baru.

www.pondokassalam.com


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke