http://www.dombagarut.blogspot.com 
   
  Semoga cuplikan artikel berikut semakin dapat menjadi inspirasi dan motivasi 
untuk mulai beternak domba, atau kenapa tidak untuk juga mensinergikannya 
dengan bidang pertanian dan perkebunan, ORGANIK, atau usaha industri rumah 
tangga lainnya seperti kerajinan jaket kulit: 
   
  SAYURAN ORGANIK 
   
  Sumber:
  http://jateng.litbang.deptan.go.id 
   
  Kegiatan dilaksanakan pada 2005 di Desa Canggal, Kecamatan Kledung, Kabupaten 
Temanggung pada kelompok tani Kerso Maju yang beranggota 24 petani. Metode yang 
digunakan adalah model partisipasif. Pola tanam komponen sayuran yang 
diintroduksikan dan diuji di lahan petani adalah pola tanam A, monokultur 
(kentang) – polikultur (bawang merah/kubis), dan pola tanam B, polikultur 
(cabai/kubis) – polikultur (tomat/kubis). Hasil pola tanam kentang (12,3 t/ha); 
bawang merah ((1,1 t/ha), kubis tumpang sari dengan bawang merah (11,2 t/ha), 
cabai 3,8 t/ha), kubis tumpang sari dengan cabai 7,9 t/ha, tomat 14,2 t/ha, dan 
kubis tumpang sari tomat 5,2 t/ha. Pola tanam polikultur – polikultur lebih 
menguntungkan dibandingkan dengan monokultur – polikultur. Komoditas tomat dan 
cabai dapat mengganti komoditas tembakau dengan nilai R/C berturut – turut 
1,74; 1,79; dan 2,30. 
   
  Inovasi teknologi yang diintroduksikan pada komponen ternak adalah sistem 
perkandangan, pemilihan jenis ternak. pemilihan ternak induk dan penjatan, 
perkawinan, pemberian pakan, kesehatan, pembuatan kompos, dan penanaman tanaman 
hijauan pakan. Populasi domba selama setahun dari 12 ekor pejantan dan 48 ekor 
betina bertambah menjadi 27  pejantan dan 70 betina. Pertambahan bobot badan 
anak domba jantan (11 kg) lebih tinggi daripada betina (9,5 kg) hingga umur 
lima bulan. 
   
  Untuk penyediaan pakan yang berkualitas diintroduksikan rumput unggul yang 
menghasilkan tambahan daya dukung ternak sebesar 106 ekor domba. Penerapan pola 
tanam polikultur-polikultur yang diintegrasikan dengan usahatani domba 
menghasilkan pendapatan bersih Rp. 21. 854. 096,-
   
  BISNIS LIMBAH HEWAN TERNAK
   
  Sumber:
  http://mansyurrizal.wordpress.com 
   
  Limbah atau kotoran hewan saat ini sudah menjadi lahan bisnis yang lumayan 
menguntungkan, mulai dari kotoran sapi, kambing, dan hewan-hewan lainnya. 
Sebagai contoh di sejumlah tempat di Jabodetabek hampir semua penjual kembang 
atau tanaman hias menjual kotoran hewan yang sudah kering, satu kantong 
berukuran sedang harganya Rp.5000,-
  Kalau anda tinggal di pedesaan atau di wilayah yang masih banyak warganya 
yang memelihara ternak, bisnis ini dapat menjadi pertimbangan asal mau dan 
tidak malu-malu. Anda dapat mengumpulkan limbah ternak dari rumah-ke rumah 
pemilik ternak untuk kemudian di keringkan, karena kotoran sapi atau kambing 
yang akan di perdagangkan harus dalam keadaan kering. Pembeli dari limbah hewan 
kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat perkotaan terutama mereka yang 
memiliki hobby memelihara tanaman hias.
   
  Jika anda tertarik dengan bisnis ini, anda bisa mengamati dan mencari 
informasi tentang bahan baku yang ada di sekitar anda, kalaupun harus mencari 
ke sejumlah tempat tentu tidak membutuhkan biaya besar. Untuk memasarkannya 
juga kita memerlukan informasi terlebih dahulu, carilah informasi ke pedagang 
mana saja yang dapat menerima limbah hewan hasil kemasan anda, untuk pertama 
kali mungkin anda cukup melakukan penawaran dengan cara titip jual ke pedagang, 
atau anda mungkin saja bisa mendapatkan pembeli atau pengguna langsung sehingga 
modal anda tidak tertahan di pedagang.
  
  
   
   
   
  Beruntung penulis di mana memiliki isteri yang sangat menggemari tanaman 
hias, sehingga seringkali penulis meminta agar dilakukan ujicoba pengaruh 
pemberian pupuk organik berbahan baku kotoran domba terhadap perkembangan 
koleksi tanaman hias yang ia miliki. Masih sebatas hobi dan belum menuju ke 
arah komersial serta dilakukan sebatas luas lahan rumah. “Nanti kalau sudah 
semakin bagus baru kita buatkan nursery khusus di kebun”, demikian impiannya.  
   
   
   
  Panen kotoran domba di peternakan Villa Domba sebagai bahan baku pupuk 
organik. Setelah diolah maka diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi 
tanaman utamanya Vanilla, kemudian ada juga tanaman keras dan tahunan seperti 
Pohon Jati dan Buah-Buahan. Kotoran domba diolah terlebih dahulu dengan 
menggunakan teknologi Bio TRIBA sebagai biodekomposer sampah pasar, rumah 
tangga, limbah peternakan dan pertanian.  
   
  JAKET KULIT DOMBA
   
  Sumber: 
  http://www.bisnisbali.com 
   
  Kuta (BisnisBali) -Bisnis jaket kulit hingga saat ini memiliki peluang pasar 
yang cukup baik. Pasalnya, makin banyak masyarakat yang menjadikan jaket 
sebagai penghangat atau pelindung tubuh, serta sebagai aksesori agar tampil 
lebih modis dan fashionable.  Sebab, jaket kulit cocok untuk iklim negara kita. 
‘’Kami menyediakan 2 jenis jaket kulit yakni, jaket kulit sapi dan kulit domba. 
Selama ini jaket kulit domba cenderung diminati konsumen, dibandingkan jaket 
kulit sapi.  Sebab, jaket kulit domba lebih lentur. Sementara, jaket kulit sapi 
agak keras,’’ ujar Kurniawan, salah seorang penyedia jaket kulit, di kawasan 
Kuta, Kamis (28/2) kemarin. 
   
  Terbukti, jaket kulit domba rata-rata laku 4-5 pcs per hari, sedangkan jaket 
kulit sapi hanya laku 1-2 pcs saja per hari. Lanjut dia, modal utama untuk 
sukses di bisnis ini adalah desain. Mengingat desain merupakan kreativitas seni 
yang cukup digandrungi anak muda saat ini.  ‘’Kami berusaha menciptakan 
desain-desain jaket yang digandrungi pasar dan unik, selain kualitas optimal 
tentunya agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting, sebab 
kami ingin membangun brand sendiri,’’ ungkapnya. 
   
  Selain memenuhi permintaan konsumen lokal dan nasional, produknya juga sudah 
merambah ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan 
Jepang. Hambatan yang dihadapinya saat ini adalah teknologi pengolahan, untuk 
percepatan proses produksi dan lemahnya pengendalian kualitas terhadap komoditi 
barang yang dihasilkan sehingga dapat mempengaruhi kinerja citra komoditi yang 
sudah terbentuk. ‘’Jika hambatan ini tidak diatasi, perajin kulit akan kalah 
bersaing,’’ jelasnya. Kata dia, hal yang menjadi perhatian untuk membina 
hubungan dengan konsumen adalah mutu, baik mutu kulit maupun mutu pengerjaan 
jaketnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh, kata dia, tentu 
akan merusak hasil yang diharapkan.  Pengetahuan cara mendesain memang harus 
dikuasai, terbukti pihaknya yang hampir selama 10 tahun bergelut di bisnis ini 
hingga kini tetap belajar untuk mendalami proses desain yang lebih baik serta 
menambah pengalaman yang terbaru. Disinggung mengenai
 harga jaket kulit di tempatnya bervariasi, tergantung jenis, motif, warna dan 
ukuran. Harganya mulai Rp 550.000/pcs.  
   
  Hal senada diungkapkan Faisal, salah seorang penyedia jaket kulit lainnya. 
‘’Jaket kulit domba cenderung diminati pasar saat ini. Selain lebih lentur, 
juga dari segi harga cukup bersaing dengan jaket kulit sapi,’’ ujarnya. Faktor 
pendukung terwujudnya industri jaket kulit ini di antaranya adalah, 
ketersediaan bahan baku. Mengingat, bahan baku jaket ini didatangkan langsung 
dari Garut, Bandung. Selain itu letak geografis usahanya yang terletak di Kuta 
sebagai pusat perdagangan internasional, memungkinkan untuk terus serius 
meningkatkan produksi jaket kulit karena mudah dipasarkan. *aya
   
   
   
  Sebuah Email masuk diterima oleh penulis dari Ibu. Lilis selaku pemilik 
www.jaket-kulit.com, berikut cuplikan Emailnya: “Kang Agus, nyambung 
pembicaraan tempo lalu, alhamdulillah jaket-kulit.com ayeuna punya penjahit 
sendiri n punya stok kulit nyalira jadi aya sedikit kemajuan so ayeuna terbuka 
sistem reseller, pami masih berminat masalah pemasaran, Ibu. Lilis Shohifa, 
Telp. 022 9161 5856, Email. [EMAIL PROTECTED], Sareng hiji deui, pami di 
Villadomba jual kulit domba teu?”. TERNAK DOMBA :  APA HANYA DAGING? 
   
  
   
  PROGRAM PEMBEKALAN& PELATIHAN TERNAK
  KHUSUS LEVEL CALON PELAKSANA/ PETUGAS LAPANGAN
  (KELAS TERBATAS HANYA UNTUK 5 PESERTA) 
   
   
  Rutinitas Harian
  1.Pemberian Pakan Ternak
  2.Pengamatan Siklus Birahi
  3.Perkawinan Domba
  4.Penanganan Kelahiran
  5.Administrasi Harian Ternak
   
  Kebersihan Ternak
  1.Pencukuran Bulu Domba
  2.Pemandian Ternak Domba
  3.Penjemuran Ternak Domba
  4.Pengguntingan Kuku
  5.Perawatan Tanduk
   
  Pakan Hijauan
  1.Jenis-Jenis Rumput dan Dedaunan
  2.Penyiapan Lahan untuk Penanaman Rumput
  3.Pemeliharaan Lahan untuk Penanaman Rumput
  4.Panen Produksi Rumput
   
  Ransum Ternak& Konsentrat
  1.Pengenalan Bahan Baku Pembuatan Ransum Ternak
  2.Pembuatan Formulasi Pakan Ransum Ternak
   
  Pupuk Organik
  1.Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai bahan baku Pupuk Organik
  2.Pemanfaatan Urine Ternak sebagai bahan baku Pupuk Cair
  3.Aplikasi Pupuk Organik pada tanaman
   
  Kandang Ternak
  1.Pengenalan Jenis-Jenis Kandang
  2.Kebersihan& Perawatan Kandang
   
  Kesehatan Ternak
  1.Pengetahuan Jenis-Jenis Penyakit Ternak
  2.Pengenalan& Penggunaan Obat Ternak Tradisional
  3.Pengenalan& Penggunaan Obat Ternak Medis
   
  Evaluasi& Diskusi
   
  Informasi Pendaftaran& Biaya maka Silahkan Hubungi:
  Sdr. Chris, HP.0815.787.30437
  Sdr. Riri, HP.0856.438.21499
  Sdr. Alam, HP.0856.779.8001
  Email. [EMAIL PROTECTED] 

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke