Oleh : Alihozi 

Pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini dimana tingkat suku bunga
Bank Indonesia perlahan mulai merangkak naik dan tingkat suku bunga
KPR Konvensional pun ikut naik dan tidak ada seorangpun yang bisa
memperkirakan sampai kapan tingkat suku bunga itu akan berhenti
mengalami kenaikan karena memang sifat dari tingkat suku bunga itu
sendiri memang sulit diprediksikan. Oleh karena itu KPR syariah
menjadi alternatif bagi anggota masyarakat yang ingin memiliki rumah
melalui KPR yang bebas dari fluktuasi bunga. Namun pengamatan penulis
di lapangan masih banyak anggota masyarakat yang belum mengerti
bagaimana membedakan KPR konvensional dengan KPR syariah apalagi untuk
mengerti bagaimana caranya memilih produk KPR syariah bank mana yang
paling murah, banyak yang langsung menanyakan kepada saya berapa
persen tingkat bunga yang harus mereka bayar apabila mengambil KPR
syariah ? Padahal bank syariah sama sekali tidak memungut bunga pada
KPR syariah akan tetapi memungut margin (selisih harga beli dengan
harga jual) apabila KPR syariah tsb memakai skim murabahah(jual beli)
atau memungut harga sewa apabila bank syariah memakai skim musyarakah
ijarah (sewa). Untuk mengatasi ketidakmengertian sebagian anggota
masyarakat mengenai system bank syariah tsb, telah saya jelaskan pada
tulisan blog saya :http://[EMAIL PROTECTED] yang berjudul
"Mencegah Kapitalisme Pada Bank Syariah". Pada kesempatan kali ini
saya akan menjelaskan bagaimana memilih KPR Syariah yang paling murah ?

Banyak bank syariah yang mempromosikan produk KPR syariahnya dengan
berbagai cara dari pelayanan pengajuan KPR syariah yang cepat, iklan
di media massa dan lain-lain, sekarang bagaimana caranya agar kita
bisa memilih Bank Syariah yang produk KPR syariahnya paling murah ?
Barikut ini saya akan sedikit memberikan saran/tips berdasarkan
pengamatan praktek di lapangan mengenai hal-hal yang harus
diperhatikan agar mendapatkan produk KPR syariah yang paling murah
dengan mengesampingkan terlebih dahulu biaya-biaya pengajuan KPR
Syariah seperti biaya administrasi, biaya notaris, pajak dll :

   1. Apabila memilih KPR Syariah jangan melihat dari tingkat
persentase margin jual beli atau persentase harga sewa misalnya 8%,9%,
10% dst per tahun, karena hal ini tidak menjamin bahwa produk KPR
syariah suatu bank syariah itu lebih murah, tetapi tanyakan kepada
suatu Bank Syariah berapa besar nominal rupiah angsuran perbulannya
lalu bandingkan dengan Bank Syariah lain, yang paling murah adalah
yang angsurannya paling kecil dengan catatan pokok pinjaman KPR dan
periode pinjaman adalah sama.
   2. Apabila memilih KPR syariah, tanyakan kepada bank syariah tsb
berapa outstanding (sisa) angsuran pokok apabila akan mempercepat
pelunasan KPR syariah pada tahun tertentu , lalu bandingkan dengan
bank syariah lain. Bank syariah yang paling murah adalah Bank syariah
yang sisa outstanding pokok KPR syariahnya paling kecil apabila
dilakukan pelunasan KPR syariah dipercepat.


Wallahu'alam

Jakarta, 28 Juni 2008

Al-Faqir

http://[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke