Salam. Mohon maaf baru bisa diskusi sekarang. Sory klo agak telat. Saya juga ga' nyangka ajaran zakat yang indah nan mulia itu juga ikut diserang. Setidaknya ada beberapa analisa yang bisa kita petakan terkait pernyataan tersebut
1. Klo zakat berhasil diidentik-kan dengan dana teroris maka umat Islam akan berfikir 2 kali dalam menyalurkan zakat, infaq atau shadaqohnya ke lembaga-lembaga semacam BAZ dan LAZ. Alternatifnya mereka akan menyalurkannya pada lembaga-lembaga filantropi macam Jalinan Kasih, ANTV Peduli, atau lembaga-lembaga CSR lainnya. Artinya peran LAZ dan BAZ menjadi semakin berkurang dimata umat. 2. Pernyataan ini secara tidak langsung menyerang BAZ dan LAZ yang sudah eksis ditengah umat. Jalinan kerjasama antara BAZ/LAZ dengan perusahaan2 besar ingin di goyang dengan adanya isu ini. Ujung-ujungnya adalah menanamkan kecurigaan pada BAZ dan LAZ serta menurunkan citra BAZ/LAZ. Untuk akhirnya melarang pendirian UPZ-UPZ di perusahaan2 besar. 3. Sudah bukan rahasia lagi BAZ/LAZ yang menyalurkan secara aktif dananya kepada masyarakat yang ada di Indonesia sedikit demi sedikit mengikis kemiskinan yang sudah mendarah daging di negri ini. Jika....(ini cita-cita kita) zakat benar-benar mampu mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia, bukan tidak mungkin Islam akan mendapatkan simpati berlebih. Nah untuk menekan hal itu, pernyataan2 miring tentang Islam rupanya menjadi primadona bagi musuh2 Islam. 4. Berkatian dengan pemilu 2009 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, bukan mustahil pernyataan ini secara tidak langsung juga ingin mempengaruhi stigma masyarakat terhadap eksistensi partai-partai Islam yang belakangan banyak memenangkan PILKADA di beberapa daerah di tanah air. Maka tepat sekali pernyataan ustad Didin Hafidudin pada harian Republika kemarin, "bahwa pernyataan itu merupakan kampanye hitam (*black campaign*) terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam" 5. Saya sangat berharap MES, PKES, FOZ, dll tanggap dan tidak diam saja menaggapi isu ini....opss...maaf ini bukan isu, sekali lagi ini bukan isu tapi kenyataan. Saya mengatakan seperti ini karena ada beberapa anggota milis yang tidak suka dengan isu dan semisalnya. Jadi saya ralat pernyataan saya, ini kenyataan (sekali lagi bukan isu) dan para "mujahid" ekonomi Islam dimanapun anda berada harus menanggapinya. Salam, Ikhwan *Yesterday is a History, Tomorrow is a Mystery, Today Is a Present, * (Master Oogwy dalam Kungfu Panda, Film Kartun yang penuh dengan Pelajaran Filosofis)
