Assalamu 'alaikum, Wr.Wb. 
he he, menarik juga dialog kyai Fulan dengan 3 Santrinya yg lugu. 

pak Iwan sampe mo ngajak "kopi darat". Saya mo fasilitasi kopi daratnya
mas. Gmn klo pas di Munas MES aja. Munas MES Tanggal 3-4 Nop'08 di 
Hotel Sultan Jakarta. Sekalian menghadiri Talkshow Ekonomi Syariah.
Hari pertama, Talkshow Ekonomi Syariah: "Islamic Economic Outlook 2009: 
Ekonomi Syariah Manjawab Krisis Keuangan Global" 
Keynote Speech: Dr Muliaman Hadad (Deputy Gubernur BI).
Nara Sumber: 
Sesi I : KH. Ma'ruf Amin, Ramzi A Zuhdi, A Riawan Amin, Aries Muftie Dan 
Adiwarman Karim.
Sesi II: Iwan P Pontjowinoto, Yuslam Fauzi, Muhammad Syafi'i Antonio, Sofyan 
Safri, Mustafa Edwin
Kebetulan Saya Muhammad Syakir Sula Sbg Host/moderator nya. 
Sekalian ini sebagai undangan buat teman2 anggota milis MES lainnya yang 
berminat. 
Khusus Seminar/ Talkshow Free. Tapi harus daftar dulu ke sekertariat MES biar 
bisa terdeteksi jumlah peserta.
ntar gak kebagian makan, he he. Yang bukan pengurus MES mau ikut Munas juga 
boleh, tapi sebagai Peninjau.
Bisa sharing dalam sesi-sesi diskusi tapi tidak punya hak suara dalam sesi 
Pemilihan Pengurus.
Jadwal lengkap Munas, Insya Allah akan di umumkan oleh Sekertariat MES di sini. 
Mari Kita Sama-sama Berjuang untuk Mengkaji, Mengembangkan, Mensosialisasikan 
dan Menjadikan 
Ekonomi Islam Sebagai Solusi Bagi Ekonomi Dunia. Ini saat yang tepat. Insya 
Allah.
Wassalam. Muhammad Syakir Sula (Sekjen MES)

----- Pesan Asli ----
Dari: Dr. Iwan P. Pontjowinoto <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 17 Oktober, 2008 08:32:46
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Ekonomi Islam mau kemana?


Alhamdulillaah, Kyai Fulan, bagus banget tulisannya.
Pengen ketemu darat dgn Kyai Fulan, mau belajar nikh.
Nomor HP-nya berapa ya ?
 
Wassalam,
Mas E-Sya 0811-92-1954


2008/10/16 heri sudarsono <herisudarsono_ [EMAIL PROTECTED] co.id>

Ekonomi Islam mau kemana? 
Di sebuah  pesantren yang terletak di pinggiran kota Yogyakarta, kyai Fulan 
berdialog 3 santrinya. 
Kyai  Fulan : 
Apa yang kau ketahui bagaimana memperjuangkan agama Allah dalam ekonomi…. 

Santri 1 : 
Kita boikot, sabotase, blokade….. produk-produk Barat, Kyai…. 

Santri 2 : 
Kita tutup perusahaan milik orang Barat itu, biar hanya ada pabrik orang Islam 
di negeri kita ini….

Santri 3 : 
Kalau Kyai mengijinkan saya akan kerahkan seratus, seribu atau berjuta manusia 
untuk menganyang produk orang-orang Barat itu...

Kyai Fulan :
Mengapa kau selalu menghubungkan perjuangan ekonomi Islam dengan bagaimana 
menghancurkan ekonomi Barat. 

Santri 2 : 
Barat itu kafir, Kyai ....tidak bertuhan…

Kyai Fulan : 
Siapa bilang dia tidak bertuhan, cuma kenyataan hidup memaksanya untuk tidak 
mengakui keberadaan Tuhan

Santri 3 : 
Ekonomi mereka tidak berketuhanan, Tad

Kyai Fulan : 
Weleh istilah apa lagi kamu ini…..bagaimana kau mendefinisikan ekonomi Barat 
tidak berketuhanan… sedangkan kehidupan mereka lebih maju dibanding 
kita….jangan kau memaksa logikamu untuk mengatakan karena kita bertuhan ekonomi 
kita jadi begini…. 

Santri 2 :
Walaupun mereka maju mereka tidak masuk sorga....Kyai

Kyai Fulan :
Logika dari mana lagi ini….pernyataan menunjukkan permakluman atas keadaan 
dirimu bahwa kau tidak bisa maju karena itu imbalan Tuhan atas keinginanmu 
masuk sorga….sama artinya kau salahkan Tuhan atas keadaanmu ini…

Santri 1 :
Loh terus gimana…kita yang sholat setiap hari lima kali…. kita puasa setiap 
bulan ramadhan…. kita juga bayar zakat, infaq, shadaqah…dan orang Barat tidak 
mengenal itu …tetapi mereka lebih maju….apa sebenarnya Allah itu melihat apa 
yang kita kerjakan ….

Santri 2 : 
Iya kita bangun subuh mereka masih tidur… kita puasa mereka enak-enakan makan 
pizza…. kita memberikan zakat kepada orang miskin mungkin mereka enak-enakkan 
hidup di apartemen pribadi menikmati sofanya yang empuk…..koq mereka lebih maju 
dari kita…. Allah tidak adil, Kyai …. 

Santri 1 :
Sebenarnya bagaimana sih Kyai , Allah menata kehidupan ini, yang jauh dari 
Allah diberi kemajuan dan kita yang selalu mendekatinya diberi 
kemiskinan….Allah seolah-olah tidak peduli dengan kita ….

Kyai Fulan :
Mengapa kalau aku bicara ekonomi Islam kalian semua selalu hubungkan dengan 
Barat…sedangkan kau membantah mentah-mentah dominasi Barat dalam hidupmu…. 
tetapi di lain pihak kemajuan pemikiran Barat telah mempengaruhi alasanmu untuk 
maju ….  Barat telah menjadi tirani dalam hidupmu sehingga jalan pemikirannya 
menjadi dasar bagi alasanmu untuk membuat teori-teori baru ….

Santri 3 : 
Apa itu salah, Kyai….

Kyai Fulan :
Bagaimana mana kau bisa meningkatkan kemajuan ekonomi Islam kalau kau sendiri 
disibukkan untuk selalu mengatasi teori mereka…. sedangkan teori kita di bangun 
dengan assumsi yang berbeda. Bagaimana kau sempat berpikir membangun teorimu 
sendiri kalau kau mengunakan asumsi orang lain untuk membangun teori yang kau 
bangun….kau bisa membangun teori baru pun tidak ada manfaatnya bagi 
kemajuanmu…karena asumsi yang dibangunnya bukan berasal dari kehidupanmu. .

Santri 1 :
Kyai, kita tidak maju-maju mungkin karena ini laknat Allah kepada kita ….kita 
sudah berdoa…tetapi masih ada bencana di mana-mana… 

Kyai Fulan :
Barat yang banyak melakukan maksiat lebih maju dari kita… tidak dimusnahkan 
Allah….kalau Amerika bisa mendeteksi dengan teknologi kemungkinan adanya 
bencana angin topan seminggu sebelumnya sehingga tidak banyak korban yang mati 
karena orang-orang telah diungsikan….. demikian juga Jepang mampu mengatasi 
banyaknya korban gempa karena dengan teknologi yang mereka kuasai dia bisa 
membangun rumah yang kuat dan dan menyediakan infrastruktur guna melindungi 
mereka dari gempa yang sering datang di negerinya … apakah Allah memberikan 
berkah bagi Amerika dan Jepang karena korban bencana dari kedua negara tersebut 
bisa dibatasi….sedangkan mereka hanya mengandalkan teknologi yang mereka 
temukan untuk memenuhi kebutuhan atas masalah hidupnya …..apa kau masih 
menyimpulkan bahwa Allah melaknat kita… 
Santri 1, 2, 3 : 
………………….. 
Kyai Fulan : 
…..Sedangkan sikap beberapa saudara-saudaramu terhadap bencana adalah dengan 
kau tanam keris ruwat bumi di depan pintu pagar bambu ….. kau sampirkan janur 
kuning di pagar pekaranganmu… .. dan kau sempat jampi-jampi kembang tujuh rupa 
sebagai penghindar bala di atas pintu ….bagaimana gempa tidak meluluh latahkan 
rumahmu….. bagaimana banjir tidak menghanyutkan hartamu…. bagaimana kecelakaan 
tidak selalu menghantui hidupmu….dan setelah itu kau tuduh Allah 
melaknatmu….karena kau telah menyalahi sunatullah…. Kau telah pahami kehadiran 
Allah sekedar pada cobaan dan laknat tidak pada usaha mensikapi keadaan 
hidupmu…mengapa kau tidak gunakan pemikiranmu untuk menemukan sesuatu…. untuk 
mengatasi masalah-masalahmu yang selalu menimpa kamu…..kau harus mengeser 
pemahaman teologi mu…

Santri 1 :
Mmmmm….sebenarnya bagaimana memahami kemajuan, Kyai

Kyai Fulan :
Ditemukannya terompong, kompos, kertas dan lain sebagainya oleh orang Islam di 
abad pertengahan adalah dampak dari usaha dalam mengatasi kesulitan-kesulitan 
hidup mereka…mereka menemukan itu karena kebutuhan mereka atas-atas alat 
tesebut dalam mempertahankan hidupnya….mereka menemukan itu tidak dasarkan atas 
persaingannya dengan Negara-negara non Islam….tetapi di karenakan kebutuhan 
umat Islam ….sekarang kau lihat apakah yang akan kau temukan atau setidaknya 
kau pikirkan atas berbagai teori ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan 
rakyat?…. 
Santri 1, 2, 3: 
………………… 
Kyai Fulan: 
…..Apakah kau masih berpikir menghancurkan teori Barat sedangkan kebutuhanmu 
bagaimana membuka lapangan kerja bagi rakyat yang kemiskinan tidak pernah kau 
pikirkan walaupun sesaat…….. apakah kau masih berpikir untuk menyandera hidupmu 
dalam dominasi untuk melawan teori Barat pada waktu yang sama sekolah-sekolah 
yang kau dirikan untuk masyarakat, kau tarik SPP yang membuat masyarakat 
semakin sekarat ……apakah kau masih disibukkan melumpuhkan teori Barat sedangkan 
yang dihadapanmu masyarakat kesulitan mendapatkan rumah sakit yang murah untuk 
mengobati sakit panasnya yang setiap saat selalu kumat…apakah kau masih 
menyisakan waktumu untuk menghina teori Barat sedangkan kebutuhan masyarakat 
akan rumah yang layak masih hanya pada mimpi-mimpi disaat penat..….sedangkan 
teori-teori Barat yang kau musuhi itu telah menyediakan pekerjaan, SPP sekolah 
yang murah, biaya kesehatan yang rendah, dan rumah yang layak bagi orang 
Barat….sebenarnya apa sih
 yang kau musuhi…. kalau teori ekonomi Islam yang ingin kau temukan jauh dari 
upaya memenuhi kebutuhan masyarakat….apakah ini cara berpikir ekonomi Islami 
yang maksud itu…?

Santri 2 :
Tetapi sumber daya kita butuhkan terbatas… Kyai  

Kyai Fulan :
Secara tidak langsung kau mengatakan Allah tidak bertanggung jawab …karena kau 
menganggap Allah tidak tepat mengukur kebutuhan yang Dia ciptakan untuk manusia 
di bumi ini…..selanjutnya kau bilang dalam bahasa ekonomimu "kelangkaan"… kau 
mengukur sumber daya menurut yang kau inginkan, sedangkan Allah menciptakan 
sumber daya yang kau butuhkan….Allah menciptakan itu supaya tidak menimbulkan 
kerusakan… sedangkan kau menginginkan sumber daya karena ini nafsumu bisa 
terpuaskan….sumber daya di bumi ini melimpah…tidak mungkin Allah menciptakan 
sumber daya dengan sia-sia semua pasti ada manfaatnya…walaupun sebutir 
pasir….walaupun setetes embun ….walaupun selembar daun….walaupun seuntai 
akar…pasti ada manfaatnya….. walaupun seekor nyamuk....seekor walang…..seekor 
coro semua ada manfaatnya ….bagi manusia….tetapi kau tidak gunakan potensi akal 
yang diberikan Allah untuk mengelolanya… dan kau anggap bahwa Allah sebagai
 pembantumu…Ia menciptakan segalanya kebutuhanmu langsung di depanmu ….dan kau 
pikir Allah menciptakan segala sesuatu tidak melalui proses-proses tertentu…. 
sesungguhnya hal itu bisa mengantarkanmu untuk mengetahui hakekat mengapa Allah 
menciptakanmu… ..  
Wallahu alam 

________________________________
 Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!  
    

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke