wassalamu'alikum.. trims ibu atas penjelasannya... sekalian nanya aja nih...mumpung ada pejabat bank BMI... satu bulan lalu saya terkejut ketika diinfromasikan bahwa bank BMI membebankan biaya adminsitrasi ke rekening tabungan. kalo untuk tabungan yg menggunakan buku...saya tidak terlalu mempermasalahkan karena produk ini identik dengan bank lain. tapi untuk kartu SHARE ternyata juga dikenakan biaya adm. yg besarnya sama dengan penabung yg menggunakan buku... dari semula saya memperkirakan bahwa produk SHARE adalah produk yg khas, dimana penabung bisa secara instan membuka tabungan...tanpa buku. Namun pada SHARE ada fitur call center yg mampu mengupdate saldo 24 jam....memang untuk updating saldo tidak dikenakan biaya..namun tetap penabung SHARE terbebankan biaya telepon dan terkorbankan waktunya dengan harus menelepon.
jadi kalo menurut saya ketika tabungan SHARE pun dibebankan biaya adm Rp 3.500 per bulan, sama dengan tabungan yg berbasis buku...maka bayangan saya penabung share kena double biaya administrasi walau yg satunya lagi adalah biaya yg sifatnya tidak langsung karena berupa biaya pulsa telepon...dari sini saya jadi tidak bisa melihat ke KHAS nya lagi produk SHARE dgn tabungan yg lainnya... disaat ada bank konvensional yg beriklan menghapuskan biaya adm tabungan ..kok BMI malah menyamaratakan kemampuan penabung SHARE dgn penabung berbasis buku. (asumsi saya penabung SHARE relatif nasabah kecil ..karena hanya bermodalkan Rp 125.000 sudah bisa memiliki rekening tabungan) Pada 18 November 2008 14:23, machshu ushijah <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Assalamualaikum Ww, > Terima kasih atas perhatian yang diberikan anggota mailis tentang "hadiah > umrah bank syariah". Jazakumullahu khairan katsiir kami panjatkan untuk > Bapak Iwan Pontjowinoto atas penjelasannya kepada peserta mailis ini > sebelumnya. > > Hadiah 365 Umrah untuk Nasabah Shar-E Bank Muamalat diberikan ijin oleh > Dewan Pengawas Syariah Muamalat (KH. Ma'ruf Amin, Prof. DR. Muardi Chatib, > MA, Prof. DR. Umar Shihab, KH. Sahal Mahfudz) karena : > > 1. Islam membolehkan hadiah, bahkan menganjurkan untuk mentasyji' > (memberi semangat/mensugesti) seseorang untk melakukan pekerjaan positif. > Beberapa hadist yang mendukung pemberian hadiab misalnya yang berbunyi > "Tahaadau tahaabbuu" artinya berilah hadiah karena akan menambah kasih > sayang > 2. Tentang undian (Qur'ah). Dalam Islam tidak semua undian diharamkan. > Qur'ah yang haram adalah qur'ah yang mengandung unsur taruhanm seperti > membeli kupon berhadiah, atau yang disebut ighra'. Sebagai analogi, > Rasulullah jika akan berangkat perang mengundi siapa diantara ummahatul > mu'minat yang akan mendampingi beliau berjihat di jalan Allah. Dalam fiqh > Islamipun kita ketahui jika ada 2 atau beberapa orang yang memiliki tingkat > pemahaman agama dan usia yang sama maka kedua atau beberapa orang tersebut > akan diundi terlebih dahulu siapa yang berhak menjadi imam > 3. Dalam pemberian hadiah jika jumlah hadiah lebih sedikit dibandingkan > dengan jumlah penerima maka dapat dilakukan seleksi demgam tahapan : > - penetapan ketentuan/kriteria syarat penerima hadiah. jika penerima > masih lebih banyak maka > - dilakukan pengundian > > > > Sedangkan Berbagi Cahaya adalah acara Bank Muamalat sbg upaya mensyiarkan > nilai2 ekonomi syariah Islam kepada masyarakat melalui metrotv setiap senin > pk. 19.35-20.00 yang didalamnya diberikan kuis berhadiah tabungan Shar-E. > > > > Insya Allah tidak ada unsur judi dalam kuis sms Berbagi Cahaya karena: > > 1. sms Acara Berbagi Cahaya berbiaya normal/bukan premium > > 2. sms hanya sbg alat mengirimkan jawaban karena dinilai lebih efisien > untuk pemirsa, karena telpon berbiaya lebih mahal (pemirsa dari seluruh > tanah air). > > 3. Tidak ada poin ganda dalam sms tersebut, 1 nomor hp yang mengirimkan sms > berjawaban benar dinilai 1. sms benar yang dikirim lebih dari 1 kali tidak > dihitung. > > 4. Sumber hadiah tdk berasal dari pengirim sms dan tdk ada kaitannya dg > sms, sms dibayarkan pengirim ke operator telpon, hadiah biayanya dari > Muamalat. Operator tdk ada hubungan dg Muamalat dan Muamalat tdk menerima > apapun dr operator. > > 5. Metrotv sbg tv berita utama tidak bersedia dan tidak pernah > menyelenggarakan sms berhadiah untuk tujuan keuntungan/judi > > > > Fatwa MUI tentang Hadiah undian SMS yang diharamkan adalah apabila sumber > dana hadiah bersumber dari akumulasi hasil perolehan dari SMS dan tarif SMS > tersebut di luar ketentuan normal (premium). > > > Demikian kami sampaikan, semoga Allah memberikan jalan lurus kepada kita > semua yang sedang menuju kepadaNya, amiin > > > > Wassalamualaikum Ww > > Machshu Ushijah (cusy) > Public Relations > *PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk* > Jl. Jend. Sudirman 2 Jakarta 10220 Indonesia > P (+62-21-2511414) F (+62-21-2511453) M (+62-8161190011) > E ([EMAIL PROTECTED]) >
