Global Financial Crisis: Amerika Semakin Remuk
 
Fantastis! Indeks Dow Jones nyungsep lebih dari 5%, terkapar di bawah 8000, 
artinya kondisi pasar mundur layaknya tahun 2003-an. Sehari sebelumnya 
testimoni tiga CEO perusahaan otomotif terkemuka; General Motors, Chrysler dan  
Ford Motors sudah menyampaikan jeritan hati industri otomotif Amerika, dan 
mereka menghiba kepada pemerintah untuk di bailout tidak kurang dari USD 25 
billion, jika tidak guncangan industri ini akan melengkapi kesengsaraan 
domestik US yang sudah megap-megap dengan angka pengangguran 7,7%. 
 
Meskipun jadi di bailout industri otomotif US tetap akan menambah panjang 
antrian penganggur dengan rencana me-lay off ratusan bahkan ribuan pegawainya 
pada tahun 2009. Sementara itu, respon pasar terhadap rencana PHK 53.000 
pegawai Citigroup mempergelap awan badai yang masih menggantung di pasar 
keuangan US. Saham Citigroup terpuruk signifikan diiringi bayang-bayang deflasi 
pasar secara keseluruhan.
 
Amerika Serikat, nasibmu kini. Ups, maaf ini baru awal. Terjun bebas belum 
sampai di dasar krisis. Dengan begitu, diperkirakan khabar-khabar buruk masih 
akan terus kita dengan setidaknya hingga akhir semester pertama tahun 2009. 
Karena biasanya krisis keuangan dipasar modal akan berlanjut dulu ke perbankan 
dalam perjalannya menuju dasar krisis, dan di Amerika Serikat, krisis sudah 
menyentuh real sector.
 
Terlepas dari kisruh itu, saya masih penasaran dengan kondisi pasar credit card 
perbankan US. Berdasarkan info dan logika keuangan, sewajarnya kisruh 
likuiditas dan real sector akan menghantam pasar credit card perbankan dengan 
lebih telak. Bayangkan jika ternyata kondisi mortgage juga terjadi di pasar 
credit card ini, dengan kecenderungan accountibility dan transparency yang 
amburadul serta prilaku credit system yang complicated, Insya Allah badai akan 
semakin mengganas di belantara keuangan US. Ok then, fasten your seatbelt 
everybody.
 
Wassalam
ali sakti
abiaqsa.blogspot.com


      

Kirim email ke