Assalamu Alaikum Wr Wb  (Keselamatan/Rahmat/Berkah ALLAH SWT semoga senantiasa  
tercurah kepada Anda semua yg membaca email ini)

Seminar bertemakan "PERPEKTIF PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH BADAI KRISIS 
KEUANGAN GLOBAL" dilaksanakan pada tanggal 29 Nov 2008 pagi di Swissbell Hotel 
Silae Palu dgn pembicara adalah :

1. Ibu Aviliani : Komisaris Bank BRI dan seorang pengamat ekonomi yg handal di 
negara kita
2. Bp.Difi Ahmad Johansyah : Peneliti Eksekutif Biro Stabilitas Sistem Keuangan 
Bank Indonesia Jakarta

dari sekian banyak uraian yg dipaparkan kedua pembicara tsb kami menangkap 1 
(satu) permasalahan pokok yg menimbulkan krisis ekonomi global yaitu ungkapan 
pengantar yang dipaparkan oleh ibu Aviliani bahwa pada tahun 70an uang mulai 
menjadi komoditi selain sebagai alat pembayaran, dimana peningkatannya sangat 
luar biasa dibandingkan dengan penngkatan barang dan jasa menyimpang jauh dari 
aturan agama apapun krn didalamnya terdapat unsur JUDI (spekulasi) , inilah 
Judi resmi terbesar didunia .

System inilah dgn berbagai turunannya yang dilakukan / dimanfaatkan oleh  
org2/perusahaan2  milyader dunia untuk bertransaksi yg menyebabkan seringnya 
ganjang-ganjing perekonomian dunia.

Misalnya jual beli mata uang dollar atau mata uang lainnya yang tidak ada 
kaitannya dengan jual beli barang dan jasa,transaksi ini sangat dipengaruhi 
oleh mereka yg berduit (pengaruh mereka sangat besar dalam transaksi, mereka 
beli harga naik, mereka jual harga turun) , demikian juga yg dipermainkan dalam 
jual beli saham dibursa2 dunia termasuk Bursa Efek jakarta.

Yang aneh tapi nyata banyak orang Indonesia yg mayoritas islam ikut-ikutan 
melakukan transaksi semacam ini, dan tidak yakin dengan sistem ekonomi Islam yg 
telah terbukti ampuh digunakan selama 700 thn  pada masa2 yang lalu.

Lebih bodohnya lagi, mereka ikut2an beli saham yg notabene adalah permainan 
orang SEKULER, saat orang tsb ambil kembali dananya karena merasa sudah untung 
harga saham turun drastis, sehingga kita hanya dapat gigit jari saja karena 
melihat harga saham turun yg artinya uang dia jadi berkurang alias RUGI  (misal 
semula dia beli saham seharga Rp.2.000 naik jadi 3.000 hrsnya dia jual namun 
krn menggiurkan maka dia beli lagi di harga 3.000 nah krn org asing merasa sdh 
untung 50 % maka org asing menjualnya kembali maka hrg saham jadi turun bisa 
dibawah harga semula 2.000 maka bagaimana dgn mereka yg ikut2an ????).

Melalui kesempatan ini marilah kita berpikir dan menelaah secara dalam, tidak 
bisakah orang2 indonesia terutama yang ikut2an berhenti dipengaruhi asing untuk 
menjalankan transaksi yg dalam agama islam dapat dikategorikan HARAM ???

Kami yakin para petinggi pemerintah kita mengetahui hal ini namun apadaya tidak 
punya kekuatan untuk keluar dari system yang sudah mendarah daging dgn alasan 
harus ikut sistem ekonomi dunia.

Andaikata kita seluruh rakyat indonesia bersatu padu untuk melawan penjajah 
ekonomi ini, yakin dan percayalah pasti kita dapat berdiri dikaki sendiri, dgn 
kekuatan SDA yg banyak dan justru kita bersatu agar orang asing yang mengemis 
kepada kita karena kita kaya SDA.

Beberapa waktu yang lalu Pemerintah kita sudah mulai membatasi system sekuler 
ini bahwa  pembelian dollar > USD100,000 harus ada transaksi ril (artinya harus 
ada transaksi barang/jasa) yg dilakukan semoga langkah2 seperti ini dapat 
ditingkatkan terus termasuk yang di Bursa Efek jakarta. banyak rakyat kita 
terutama yg ikut2an menjadi korban krn terpengaruh iming2 dari para sales2 
transaksi sekuler ini.

MARI KITA SEMUA BERSATU MELAWAN PENJAJAH EKONOMI (BAIK ORANG ASING MAUPUN ORANG 
KITA YANG PENGHIANAT) DGN CARA TIDAK MENGGUNAKAN SISTEM SEPERTI INI KARENA 
TERBUKTI MENSENGSARAKAN PEREKONOMIAN KITA.

Demikian sekedar info dari kami semoga bermanfaat dan mohon maaf jika terdapat 
kekeliruan krn keterbatasan ilmu kami, dan sangat berharap pembaca dapat 
menambahkan.

Wassalam,

Awaluddin Djuaeni


      

Kirim email ke