Aslm, Harusnya sih iya, mudah2n Organda mulai mengkaji tingkat penrunan tarifnya. Tapi buat yang non-formal kaya tukang Ojek, kayanya konsumennya yang harus ngomong langsung (Demo) ke Tukang Ojeknya. Haha.
Soalnya kadang banyak profesi yang "malas" menurunkan harga, walaupun harga produksi/bahan bakunya sudah turun. Contohnya tukang gorengan, ketika harga minyak goreng naik, harga pisgor langsung dinaikkan (di Bdg dari Rp400 jd Rp500). Nah gilirannya harga minyak turun jauh, tapi sampai sekarang harga Pisgor di Bandung tetep Rp 500. Hehe. Mungkin sama contohnya dengan kasus BI Rate dgn Bunga Bank, swaktu BI Rate kemarin naik, bunga KPR, bunga kredit, sampai bunga melati =) rata-rata langsung menyesuaikan (malahan ke tingkat yang agk "mencekik" nasabah peminjam). Sedangkan ketika BI Rate turun, mereka tidak langsung menurunkan bunga, dengan alasan harus menghitung dulu cost of fund. Ada Drs.Aji Mumpung M.Sc. kali ya... Kesimpulannya? ah sekedar nulis2 aja, menumpahkan isi kepala... Mohon maaf jika ada kesalahan... D O D I K <[email protected]> wrote: Premiun turun -16,6% dan solar -12,7% apakah tarif angkutan akan turun juga? --------------------------------- Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
