Media Indonesia
 
Minggu, 15 Februari 2009 02:22 WIB
UPZ Malaysia Salurkan Zakat 38 Ribu Ringgit
 

KUALA LUMPUR--MI: Unit pelaksana zakat (UPZ) Malaysia telah menyalurkan zakat 
sebesar 38.500 ringgit atau sekitar Rp123.200.000 sepanjang tahun 2008, dari 
penerimaan sebesar 45.000 ringgit atau sekitar Rp144.000.000. 

"Ada 65 orang yang menerima zakat itu terdiri dari kelompok ashnaf fakir dan 
miskin sebesar 54 persen, disusul oleh ashnaf fi sabilillah sebesar 23 persen, 
dan asnaf lainnya sebesar 23 persen," kata Raditya Sukmana, ketua badan 
pelaksana UPZ Malaysia, di Kuala Lumpur, Sabtu (14/2). 

"Secara umum, kelompok TKI mendominasi ashnaf fakir miskin dan kelompok 
mahasiswa mendominasi ashnaf fi sabilillah. Untuk penyaluran terhadap 
mahasiswa, UPZ telah melakukan MOU dengan PPI (persatuan pelajar Indonesia) 
Malaysia," tambah Raditya dalam memaparkan laporan pertanggungjawaban tahun 
2008. 

Hadir dalam laporan pertanggungjawaban itu ialah ketua II Baznas (Badan Amal 
Zakat Nasional) Aries Mufti dan wakil Dubes RI untuk Malaysia Tatang B Razak, 
para mahasiswa dan sebagian donatur UPZ Malaysia. 

Para donatur atau muzakki ialah 70 persen berasal dari kalangan ekspatriat 
perminyakan, 20 persen berasal dari kalangan ekspatriat IT, dan 10 persen dari 
sumbangan individu. 

Tahun 2009, UPZ Malaysia mentargetkan peningkatan pemasukan sebesar 30 persen 
dibandingkan tahun 2008 dengan cara melakukan ekspansi dan sosialisasi lebih 
luas kepada masyarakat. Begitu pula dengan penyaluran zakatnya akan lebih luas 
lagi. 

"Oleh karena itu, UPZ sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh 
komponen masyarakat, termasuk KBRI Malaysia dan kalangan media sehingga target 
penghimpunan dan pendayagunaan zakat ini dapat tercapai," katanya. 

Ketua II Baznas Aries Mufti mengatakan, jumlah dana yang berhasil dihimpun di 
seluruh Indonesia tahun 2008 mencapai Rp930 miliar, mengalami kenaikan 
dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp770 miliar. 

"Dari sisi pengelolaan, Baznas telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000. Ini 
menjadi bukti kompetensi Baznas yang dapat disejajarkan dengan institusi kelas 
dunia yang menetapkan standar manajemen yang tinggi dan berkualitas," tambah 
Aries Mufti. (Ant/OL-02


Irfan Syauqi Beik
 
Dept of Economics, Bogor Agricultural University, Indonesia
(www.ipb.ac.id)
 
PhD candidate in Islamic Economics,
Kulliyyah of Economics and Management Sciences, 
International Islamic University Malaysia
(www.enm.iiu.edu.my)
Mob. No. +6016 9784826 


      

Kirim email ke