Subhanallah, menarilk dan menggelitik sekali yang antum sampaikan. Mungkin 
antum bisa share
 sedikit mengenai apa yang dimaksud dengan Dinar benar-benar berfungsi sebagai 
uang yang sebenar-benarnya. 
 Atau ada ikhwah lain yang mau berbagi mengenai hal ini? 

Salam,

Ismail


________________________________
Dari: Ascarya <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 25 Februari, 2009 07:48:42
Topik: RE: [ekonomi-syariah] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar


Assalamu’alaikum wr.wb.
Memang fiat money tidak adil, dan tidak adilnya berganda bagi negara kecil yang 
mata uangnya tidak laku di pasar internasional.
Pertama, di dalam negeri rakyat pemegang uang lokal akan tergerus daya belinya 
oleh pencetakan uang local oleh otoritas Negara. Kedua, di tingkat 
internasional, hanya mata uang utama dunia (terutama US Dollar) yang laku, 
sehingga negara asal uang tersebut menikmati keuntungan ‘seigniorage’ yang luar 
biasa besar ‘hanya’ dengan cara mencetak uang untuk membeli apa saja yang 
dimaui dari negara-negara lain. Sementara, negara-negara lain itu harus menjual 
resources, barang atau jasa-nya dulu kalau mau beli sesuatu dari negara lain.   
Kalau kita benar-benar ingin membuat Sinar sebagai mata uang alternatif, coba 
tolong teman-teman penggiat Dinar mencari cara, kiat-kiat, terobosan inovatif 
supaya Dinar benar-benar dapat berfungsi sebagai alat tukar. Artinya, tidak ada 
ongkos transaksi ketika menggunakan Dinar, dan terjaga dari kemungkinan 
terjadinya ‘Gresham Law’ (yang sebetulnya sudah dikemukakan terlebih dahulu 
oleh ulama-ulama salaf), yaitu ‘bad money drives out good money’. Saat ini 
Dinar yang di’jual’ masih sebatas instrument investasi, ada ongkos bikin, ada 
ongkos administrasi (dihitung dalam persen lagi, seperti riba). Hal-hal ini 
perlu dicarikan solusinya supaya Dinar benar-benar berfungsi sebagai uang yang 
sebenar-benarnya.
Wallahu a’lam. Wassalamu’alaikum wr.wb.
 
Ascarya  
 
From:ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [mailto:ekonomi- syar...@yahoogro 
ups.com] On Behalf Of A Nizami
Sent: Tuesday, February 24, 2009 1:17 PM
To: ekonomisyariah
Subject: [ekonomi-syariah] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
 

"Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi
menunjukkan itu.

Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.
Coba lihat di:
http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar

Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980
(berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok).
Tahun Nilai
1900 $10.12
1980 $1.00
2008 $0.38

Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram
emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak
ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed.

Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di
www.wakalanusantara .com

Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat
(meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak
yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu
mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil
Ratenya:
1 Dinar (Emas)
Rp. 1.607.502,-

1 Dirham (Perak)
Rp. 40.272,-

Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing
dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu.
Artinya nilai Stabil.

Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua
disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan
bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata
untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.

Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi
mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak
tsb relatif kecil.

November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6
juta.

Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya
pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama.
Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta.

Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa
jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena
nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau
protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan
besar inflasi.

Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari 
pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central 
bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta 
kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank 
Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.

--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" <mari...@... >
wrote:
>
> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak
> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil
> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga
> melakukan hal seperti ini?
> 

Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ 
invite/
________________________________
"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet.”




      Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo..com

Kirim email ke