Bapak/Ibu yth.
 
Mohon izin saya ikut berkomentar disini..
 
Keberadaan emas memang terbatas jumlahnya. Sebagaimana terbatasnya tanah dan 
air yang ada di bumi. Bedanyanya kalo air itu berputar melalui siklus penguapan 
dan penghujanan, tetapi emas tidak berputar di langit tapi berputar di tangan 
manusia.
 
Jika emas tidak ditimbun oleh manusia, maka emas pasti akan mencukupi kebutuhan 
sebagai alat tukar menukar barang di kehidupan kita. Hal ini terbukti dengan 
ketahanan emas selama berabad-abad sebagai sistem nilai tukar. Hanya saja, pada 
abad 17-21 ini emas sudah dijadikan komoditi, sehingga mata uang kertas yang 
ada digunakan untuk membeli emas dan perak. Hal ini, sebenarnya dapat 
mengganggu nilai dari pada emas itu sendiri. Tapi, ternyata tidak begitu besar 
pengaruhnya, mengingat saat ini orang dapat membeli kambing dengan 1 dinar sama 
seperti pada masa Nabi Muhammad SAW dahulu, yang membeli kambing seharga 1 
dinar.
 
Selain itu pada beberapa abad terakhir, ketika terjadi Perang yang panjang 
seperti perang Dunia I dan II, kebutuhan dana untuk membiayai perang menjadi 
sangat besar dan ini mengakibatkan banyak negara berutang dengan pedagang emas. 
Akhirnya emas dikuasai hanya oleh segelintir pedagang emas. Ketika mereka 
memegang emas dalam jumlah besar, maka berlakukan hukum siapa yang memegang 
uang dialah yang membuat aturan. Mereka ini adlaah keluarga Yahudi tingkat atas.
 
Perjanjian breetonwood juga tidak berpengaruh banyak. Sebab, emas dijadikan 
standar untuk dollar US dan dollar US dijadikan standar untuk seluruh mata uang 
yang ada di dunia. Sebenarnya perjanjian itu hanya untuk mengokohkan dominasi 
Dollar US di dunia.
 
Mengenai perdagangan internasional dengan emas, tidak menjadi masalah. Sebab, 
apabila malaysia ingin membeli beras Indonesia seharga 1000 dinar, dan 
Indonesia ingin membeli tekstil dari malaysia seharga 900 dinar, maka 
sebenarnya yang dibayarkan oleh malaysia kepada Indonesia hanyalah 1000 - 900 
dinar sama dengan 100 dinar saja. Jadi, tidak perlu harus disediakan 1900 
dinar. 
 
Jadi, demikian opini saya bapak/ibu yth. Ohya.. selamat bertugas di islamic 
book fair... semoga sukses dan Syariah semakin jaya.
 
Wass.wr.wb.

--- On Mon, 3/2/09, Anggoro Setiawan <[email protected]> wrote:


From: Anggoro Setiawan <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: Muslihat Uang Kertas
To: [email protected]
Date: Monday, March 2, 2009, 8:50 AM






--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Dian Tresna Nugraha
<dian.nugraha@ ...> wrote:
>
> Assalaamu `alaykum,
> 2 mobil ini bakal tidak laku atau harganya harus turun jadi 100/12
dinar.
> 
> Salam,
> Dian.
> 
> 2009/2/26 Irpan Rispandi <janaka.tea@ ...>
> Assalamu'alaikum. ..
> Saya adalah orang yang awam dalam hal ekonomi dan per-uangan.
> jadi saya hanya menggunakan logika sederhana.
> 
> ada yang tau gak berapa total cadangan emas dan perak di planet
bumi, baik
> yang sudah digali maupun yang masih didalam perut bumi.
> 
> jika semua nilai (value) yang terlibat dalam kehidupan manusia dan
> berinteraksi setiap harinya di timbang dengan cadangan dua logam
tersebut,
> apakah seimbang.
> 
> maksudnya, misalnya harga satu mobil 100 dinar. sedangkan cadangan
di emas
> di bumi hanya ada 1000 dinar. berarti kita hanya bisa memproduksi 10
mobil.
> jika kita memproduksi 12 mobil, maka kelebihan 2 mobil ini
membayarnya pake
> apa ya? karena emasnya kan gak ada lagi.
> 
> itu menurut logika sederhana saya yang awam ekonomi dan hukum
per-uangan.
> terimakasih atas pencerahannya.
> 
> irpan

Menurut saya tidak usah terlalu dipikirkan pak... Toh (mungkin) belum
ada yang tahu berapa sebenarnya jumlah emas dan perak di dunia, selain
itu emas dan perak tersebut khan terus berpindah tangan bahkan saya
atau bapak pasti mati sedangkan emasnya akan tetap beredar (diwariskan
kepada anak2 kita khan...??) jadi hal tersebut terlalu jauh untuk
difikirkan.. .

Lagipula bukan hanya emas dan perak pak, uang kertaspun akan mengalami
hal yang sama apabila difikirkan seandainya sudah tidak ada tanah lagi
di bumi melainkan bangunan dan jalan semuanya. Jangan-jangan pohon
untuk membuat uang kertas juga sudah tidak ada lalu bagaimana bisa
kita gunakan uang kertas tersebut...? ?? Lebih parah lagi, daya tahan
uang kertas sangat lemah apabila dibandingkan dengan uang emas atau
perak.... Uang kertas seribuan yang kita punya 10 tahun lalu apakah
masih bisa bertahan...? ?? Apalagi bila berpindah tangan... Just my two
cent...

















      

Kirim email ke