Dalam meningkatkan performance BUMN yang perlu dipertanyakan apakah pokok
permaslahan dari BUMN itu sendiri. Kemudian apakah betul privatisasi menjadi
kunci jawabannya? Saya pribadi tidak menolak ataupun mendukung privatisasi
karena dalam Islam tidak ada permasalahan untuk berbisnis dengan siapa saja
asalkan bisnis tersebut tidak bertentangan dengan syariah. Bila bidang usaha
berkaitan dengan permasalahan umat tentu ada pertimbangan yang lain. Tapi
kembali apakah privatisasi menjadi solusi bagi BUMN? Menurut saya tidak karena
yang penting bagi BUMN adalah 1) Profesionalisasi. Walaupun dengan privatisasi
BUMN tetap tidak profesional ya buat apa? 2) Social Resposibility. BUMN harus
bisa memberikan manfaat buat rakyat, kalau tidak kembali tanyakan buat apa ada
dia? buat apa kita memiliki mereka? 3) Transfer of Technology. Kalau benar ada
privatisasi, tanyakan lagi manfaat buat bangsa kedepan apa? jika hanya menjadi
sapi perah tambahan buat asing apa gunanya.
Akan tetapi dalam menjawab pentingnya privatisasi kita harus berpikir holistic,
tidak bisa setengah-setengah dan memberikan contoh yang terlalu sederhana tanpa
membahas lebih dalam. Mungkin kita bisa bandingkan dahulu negara2 yang menganut
paham privatisasi dan nasionalisasi. Lihat dampaknya terhadap masyarakat, ada
atau tidak. Sebagai contoh, china adalah negara yang terkenal sukses dengan
program privatisasinya dan sebagai bukti china mampu bangkit lembali menjadi
raksasa ekonomi dunia. Pertanyaannya apakah rakyatnya sejahtera? Masih banyak
rakyat china yang miskin dan walaupun sanggup mengangkat ekonomi negara tapi
tetap saja privatisasi saja tidak sanggup untuk memberikan keadilan sosial yang
di harapkan. Kemudian kita lihat Bolivia dan Venezuela, dua negara Amerika
latin yang getol dengan nasionalisai. Seberapa besar dampak nasionalisasi
tersebut bagi negara mereka? Yang ini saya kurang tau. Kemudian kita lihat lagi
kemasa lalu ketika awal kemerdekaan kita menasionalisasi perusahaan asing, apa
keuntungan bagi kita saat itu? Lihat lagi kasus Indosat, setelah di privatisasi
apa ada hal teresbut memberi manfaat bagi bangsa? atau paling tidak bagi
karyawan dan stakeholder terdekat saja misalnya?
Tentu kita tidak bisa sembrono mengatakan swasta bisa bangkrut sebagai alasan
menolak privatisasi. Toh Islandia, sebuah negara juga bisa bangkrut, negara
kita pun sebenarnya juga sudah bankrut terutama 12 tahun lalu ketika krisis
keuangan melanda Asia. Lihat dulu penyebab bangkrutnya suatu perusahaan karena
apa. Enron misalnya, bangkrut karena Corporate Governance yang sangat buruk
padahal Enron adalah salah satu perusahaan terbesar dunia. Tapi bukan berarti
enron jelek BUMN bagus. Sudah jelas dan banyak bukti di depan mata bahwa BUMN
kita Corporate Governancnya bahkan lebih buruk lagi, penuh dengan KKN. Kemudian
kita mengatakan swasta jelek contohnya Citi Bank Bankrut, Lehman Brothers
Bangkrut, emang Bank Indover tidak? Padahal Bank tersebut kan milik BI.
Tanyakan lagi pada Temasek apakah ketamakan bisnis global sekarang tidak
menggoyahkan bisnisnya? bohong juga kalau mereka mengatakan tidak ada dampak
pada investasi mereka. Islamic bank dunia aja di timur tengah yang jelas2 tidak
berinvestasi pada subprime mortgage terkena dampak tidak langsung, yaitu pada
kekurangan liquidity, asset quality dan yang paling tentu menurunnya
profitability akibat krisis keuangan dunia yang disebabkan ketamakan bankir
internasional. Lihat lagi kasus General Motor, mengapa mereka bangkrut? apakah
alasannya karena mereka swasta? terlalu naif menyandarkan alasan swasta dibalik
kebangkrutan suatu usaha. Jika demikian, tidak perlu lah kita bercita2
mendirikan suatu usaha, biarkan negara saja mengelola hehehehe.
Dalam akuntansi, jika kita ingin membandingkan kinerja suatu perusahaan,
bandingkanlah dengan performance masa lalu, dengan perusahaan sejenis, dan
dengan industri. Sekarang kita coba ambil pertamina sebagai contoh, bandingkan
dengan BUMN negara lain dalam industri yang sama contohnya saja Petronas, maka
akan terlihat borok yang sangat jelas. Malaysia itu cadangan minyaknya sangat
sedikit dan bahkan ilmu pun di import dari Pertamina pada awal2 pendiriannya.
Tapi lihat hasil saat ini, Petronas sudah menjadi perusahaan raksasa dunia
bagaimana dengan Pertamina? Coba bandingkan dengan persuahaan minyak swasta
asing seperti Chevron, Caltex, Shell dsb. Kita harus jujur dengan apa yang
terjadi pada diri kita walaupun menjual diri bukan lah solusi instant yang juga
belum tentu tepat buat kita.
Kembali yang menjadi permasalahan BUMN kita salah satunya adalah
profesionalisasi. Kita puji2 Temasek, padahal ide pembentukan BUMN holding
seperti Temasek itu sudah dari dulu ada di Indonesia, tapi mengapa belum
berjalan juga? Dan jika itu jalan jangan harap semua akan lancar karena peduli
amat mau milik negara atau milik swasta jika profesionalisasi tidak ada tunggu
saja kebangkrutannya. Karena sesungguhnya kita telah tahu apabila pekerjaan
tidak diserahlan kepada ahlinya maka tunggulah kehancurannya.
Terakhir, doa kan saja lah pengambil kebijakan di Indonesia dapat bijaksana,
berpikir jernih dan bertindak dengan benar, sudah capek rasanya melihat negara
ini tidak dikelola dengan baik. Capek juga berkomat-kamit di milist toh mereka
diatas belum tentu dengar, dan kita juga belum tentu tahu kondisi sebenar,
sehingga pameo sebagai komentator bola selalu melekat pada kita, hanya bisa
berkomentar, ketika sudah berada didalam juga tidak mampu untuk merubahnya.
wassalam
--- In [email protected], A Nizami <nizam...@...> wrote:
>
>
> Meski sudah mengantongi 13,4 miliar dolar (ato sekitar Rp135 triliun pinjaman
> dan tambahan 1,6 miliar dolar (sekitar Rp16 triliun). Sehingga totalnya
> sekitar Rp151 triliun, ternyata General Motor tetap terancam bangkrut 30 hari
> lagi jika tidak menerima kucuran dana dari pemerintah sebesar US$ 15 milyar.
>
> Banyak perusahaan swasta seperti Enron, Lehman Brothers, Madoff, AIG yang
> bangkrut atau Citigroup yang kolaps hingga "DINASIONALISASI" pemerintah AS.
>
> Sebaliknya BUMN Singapura, Temasek justru untung. Bahkan BUMN2 seperti Telkom
> dan Indosat pun sebelum diprivatisasi memberikan keuntungan trilyunan
> rupiah/tahun buat negara.
>
> Oleh karena itu para pendukung privatisasi BUMN seharusnya menghapus pikiran
> stereotipe bahwa perusahaan swasta pasti untung dan BUMN pasti rugi.
>
> ===
>
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
>
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
>
> Informasi selengkapnya ada di:
>
> http://www.media-islam.or.id
>
> Ingin belajar Islam?
>
> Kirim email ke: [email protected]
>
> --- Pada Kam, 5/3/09, Satrio Arismunandar <satrioarismunan...@...> menulis:
>
> Dari: Satrio Arismunandar <satrioarismunan...@...>
> Topik: [ppiindia] General Motor BANKRUT 30 hari lagi!!!
> Kepada: "news Trans TV" <[email protected]>, "kampus tiga"
> <[email protected]>, "jurnalisme" <[email protected]>,
> "ppiindia" <[email protected]>, "HMI Kahmi Pro Network"
> <[email protected]>, "ex menwa UI 2"
> <[email protected]>, [email protected], "technomedia"
> <[email protected]>, "netsains sains" <[email protected]>,
> "Forum Kompas" <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 5 Maret, 2009, 11:22 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> SUMBER KORAN INGGRIS http://www.guardian .co.uk/business/ 2009/mar/
> 05/gm-bankruptcy -warning
>
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>
> General Motor, perusahaan raksasa otomotif amerika, terancam BANGKRUT dalam
> 30 hari ke depan. Auditor perusahaan itu, Deloitte, menyimpulkan perusahan
> ini bakal berhenti beroperasi jika tidak mendapatkan tambahan uang miliaran
> dolar dari pemerintah amerika.
>
>
>
> Padahal, sejauh ini,perusahaan itu sudah "mengantongi" 13,4 miliar dolar (ato
> sekitar Rp135 triliun pinjaman dan tambahan 1,6 miliar dolar (sekitar Rp16
> triliun). Sehingga totalnya sekitar Rp151 triliun (ato sekitar sepersepuluh
> APBN 2009 Indonesia he he he).
>
>
>
> Belakangan, perusahaan ini masih menodongkan pistol ke kepala pemerintah
> amerika dengan meminta 15 miliar dolar (sekitar Rp150 triliun) dari total
> uang yang diminta sekitar 30 miliar dolar (sekitar Rp300 triliun).
>
>
>
> Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini rugi 82 miliar dolar (ato sekitar
> Rp820 triliun). Ini termasuk kerugian akhir 2008 lalu, yg mencapai sekitar 31
> miliar dolar atau sekitar Rp310 triliun.
>
>
>
> Jika perusahaan ini jadi bangkrut sebulan lagi, maka akan ada 47 ribu
> pengangguran baru di amerika dan sekitarnya.
>
>
>
> ============ ========= ========= ========= =======
>
>
>
> GM says it will go bust in days without new US bail-out
>
>
>
> * David Gow
>
>
>
> General Motors today warned it would go bust within 30 days unless the US
> treasury gives it a further multi-billion dollar loan.
>
>
>
> The dramatic warning from America's biggest car group came after its auditor,
> Deloitte, raised substantial doubts about its ability to continue operations
> as a going concern.
>
>
>
> These alarm signals were contained in GM's 480-page annual report for 2008 to
> the US Securities and Exchange Commission, America's financial regulator.
> They further underline the parlous state of the global car industry.
>
>
>
> GM has so far received $13.4bn (£9.5bn) in treasury loans and a further
> $1.6bn in other government loans. Today , effectively holding a gun to the
> government's head, it said it could default on this $15bn if it did not
> receive a further cash injection.
>
>
>
> It is seeking a total of $30bn from the Obama administration after racking up
> $82bn of losses in the last three years, including $31bn last year.
>
>
>
> The group, once the world's biggest carmaker, said it needed $3.5bn cash in
> 2009 and a further $2.3bn to 2014 to stay alive. The plan it has submitted to
> Tim Geithner, the US treasury secretary, envisages 47,000 job losses â"
> 26,000 outside the US.
>
>
>
> "If we are not successful in obtaining the additional funding necessary to
> execute our restructuring plan... we would be required to take additional
> actions to continue operations," its SEC filing said.
>
>
>
> But the report added: "However, there can be no assurance that these actions,
> such as further reductions in productive capacity, hourly and salaried
> headcount, employee compensation and benefits or capital expenditure and
> engineering spending would be sufficient to prevent the need for us to
> potentially seek relief through a filing under the bankruptcy laws in the US
> and other jurisdictions. "
>
>
>
> GM cautioned that if the treasury did not approve its viability plan and lend
> it more money "we would be unable to repay amounts outstanding under the
> treasury loan facility or other indebtedness as they become due which would
> cause us to default".
>
>
>
> It could then breach its banking covenants and declare itself bankrupt â"
> with no guarantee even then it could secure financing to continue operations
> under the Chapter 11 bankruptcy protection laws.
>
>
>
> But the group headed by Rick Wagoner said it had secured waivers from its
> creditors for an outstanding $6.125bn so far, following the auditors'
> statement, in the event that the Treasury helped it out again. "We believe
> that only the US government can provide such financing, directly or
> indirectly, through guarantees," it added.
>
>
>
> GM Europe, meanwhile, poured cold water on reports that it was seeking
> between £440m and £750m from the British government as part of the â¬3.3bn
> rescue plan submitted to the German government last week.
>
>
>
> Vauxhall, its UK unit, with plants at Ellesmere Port and Luton, contributes
> around a quarter of GME's European business, prompting what industry sources
> called the entirely speculative calculations. "We have not got to that stage
> yet," the sources said. "When the German government has finished reviewing
> the plan we will submit it to Lord Mandelson [the business secretary] and
> that will be next week at the earliest."
>
>
>
> It is understood that Vauxhall could apply for a share of the £2.1bn loan
> facility for the British auto industry approved by the European Investment
> Bank, the EU's main lending arm.
>
>
>
> Mandelson has indicated he is willing to support Vauxhall and its two plants,
> both of which have been excluded from the three GME is seeking to close in
> Europe.
>
>
>
> Satrio Arismunandar
>
> Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3
>
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
>
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034, Fax: 79184558, 79184627 Â
> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com http://satrioarismu
> nandar.multiply. com Â
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
> Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>