*HUSAIN<http://zahra.co.id/index.php?do=book.detail&id=978-%20979-2665-44-4>
*
*Sang Ksatria Langit*
Muhsin Labib

Deskripsi Buku_________________________________________

Tragedi heroik berlumur darah yang dialami oleh Al Husain, cucu Nabi
Muhammad saw., tak pelak telah menjadi sumber inspirasi bagi para penyair,
dramawan, pelukis, penulis, dan teristimewa para pejuang keadilan sepanjang
sejarah. Karbala adalah saksi di mana umat Muhammad saw. membantai keluarga
nabi mereka sendiri secara biadab. Di mana Islam telah dibajak oleh para
pengikutnya sendiri.

Dalam novel ini, ada derai air mata, ada pula darah yang menyembur. Ada
pesta pora, ada pula rintihan yang mencabik sanubari. Inilah roman sejarah
yang dipersembahkan sebagai sumbangsih bagi khazanah pustaka Islam tanpa
pretensi apa pun. Buku ini menampilkan dan memotret semua yang terjadi;
kepongahan, kesederhanaan, kekejaman, kesengsaraan, kemanusiaan, dan
kebinatangan.

ISBN : 978- 979-2665-44-4 | Non-Fiction| ZAHRA - Sejarah
356 hal | Glossy, Soft Cover
Rp 49,900.00


Pujian-pujian_________________________________________

"Husain berkorban murni demi Islam.”
—Charles Dickens

"Demi terus menghidupkan keadilan dan kebenaran, alih-alih menggunakan
pasukan ataupun senjata, kesuksesan bisa diraih dengan pengorbanan jiwa.
Inilah yang dilakukan oleh Imam Husain.”
—Rabindranath Tagore

"Pengorbanan Imam Husain adalah demi semua kelompok dan masyarakat, sebuah
teladan jalan kebenaran.”
—Pandit Jawaharlal Nehru

Peristiwa syahidnya Imam Husain bukan saja tragis, tetapi juga sangat
ironis, karena hanya beberapa tahun saja dari wafat kakeknya, Nabi Muhammad
saw., telah terjadi pembantaian keji terhadap cucu sang Nabi! … Ke mana para
sahabat Nabi yang masih hidup, ke mana para tabi’in yang hidup pada masa
itu?
—Motinggo Busye

"Dalam sejarah Islam, tidak ada yang lebih keji daripada tragedi ini
(Karbala).”
—Washington Irving

"Husain dan para pengikutnya merupakan orang-orang yang sangat mengimani
Tuhan.”
—Thomas Carlyle

"Tragedi Karbala... selalu bisa menggugah emosi terdalam, kesedihan luar
biasa, dan semangat meluap-luap yang membuat rasa sakit, bahaya, dan
kematian menyerpih bagai debu.”
—Edward G. Brown, *profesor di University of Cambridge
*

"Tragedi Karbala bukan hanya menentukan nasib kekhalifahan, namun juga nasib
umat Muhammad jauh setelah kekhalifahan pupus dan tenggelam.”
—Sir William Muir, *cendekiawan dan negarawan Britania Raya*

"Tragedi kematian Husain niscaya menggugah simpati pembaca yang paling
dingin sekalipun.”
—Edward Gibbon, *sejarawan Inggris paling terkemuka*

"Sejak hari kelam Karbala, sejarah keluarga kenabian terus-menerus diliputi
penderitaan dan penindasan.”
—Ignaz Goldziher, *cendekiawan orientalis terkemuka*

Kirim email ke