Muhammad Al-Jasser Gubernur Saudi
Arabian Monetary Agency memberikan ceramah pada summit tahunan ke-6 tentang
Layanan Keuangan Islam di singapura, kamis 7 Mei 2009.
 
setelah krisis keuangan global, sistem
keuangan islam memperlihatkan ketangguhannya karena menerapakan prinsip  
pembagian resiko bersama antara investor
dengan para pihak.
 
summit yang disponsosri oleh
perdana mentri singapura Goh Chok Tong ini mengambil tema “Masa depan layanan
keuangan islam", dihadiri oleh 250 para stake holders industri
keuangan  dari seluruh dunia.
 
Keuangan islam mendapatkan posisi
yang tinggi bukan karena keyaninan individu, tapi karena persaingan , produk
yang effisien dan layanan pada pasar global.
 
sementara itu Dr. Ahmad Muhammad
Ali, presiden IDB, mengatakan bahwa meskipun jumlah modalnya relatif sedikit
yang dijalani oleh institusi keuangan islam namun manfaat bagi perekonomian ril
sangat nyata terutama dalam meminimalisir kemiskinan dengan mobilisasi zakat, 
wakaf
dll. Selanjutnya ia mengajak para praktisi untuk lebih giat lagi membangun
sistem keuangan global yang lebih baik lagi.
 
Heng Swee Keat Gubernur Monetary
Authority of Singapore(MAS) dalam sambutannya meskipun dalam suasana ekonomi 
yang
menantang, summit ini memberikan peluang bagi para stake holder untuk
melefleksikan model ekonomi dan keuangan serta pengawasan.
 
MAS senantiasa komitmen untuk
mengembangkan regulasi pengawasan yang jelas, relevan dan konsisten melalui
berbagai aktivitas keuangan islam. Pihaknya telah mengeluarkan intruksi agar
regulasi perbankan singapura sesuai dengan perbankan islam, meyakinkan
persamaan pajak, peraturan, perlakuan likuiditas sukuk sengan sekuritas
pemerintah siangapura, disamping juga akan menggalakkan untuk mensponsosri para
pelajar untuk mengambil kajian S2 keuangan islam
( Arab News, 9 Mei 2009) 



      

Kirim email ke