Kiayi Heri, Terima kasih atas pencerahan yang diberikan kepada kami. Subhanallah. Wass 2009/5/19 heri sudarsono <[email protected]>
> > > Mencari Epistemologi Ekonomi Islam > > (epistomolgy is a branch of philosophy which deals with knowledge) > > > > Pada suatu hari, Kyai Fulan bercekrama dengan 3 santrinya di teras pondok > > Santri 1: > Apa yang membedakan ekonomi Islam dan ekonomi Konvensional > > Kyai Fulan: > Sumber pengetahuan untuk mendapatkan ilmu keduanya… > > Santri 3: > Sumber pengetahuan manusia untuk mendapatkan ilmu ekonomi Islam …dan > ekonomi konvensional………..? > > Kyai Fulan: > Ya sumber pengetahuan …..sumber pengetahuan ada tiga….pengetahuan yang > diperoleh dari panca indera (five sense)….pengetahuan yang diperoleh oleh > akal (common sense)…dan wahyu (revelation)……..Pengetahuan yang diperoleh > dari panca indera (five sense) terdiri dari telinga yang kita gunakan untuk > mendengar sehingga kita bisa mengenal suara keras, lembut, merdu,dll …… > mata untuk melihat sehingga kita mengetahui warna merah, hijau, kuning, > dll….hidung untuk menghirup sehingga kita mendapatkan bau harum, busuk, dll… > lidah untuk merasa sehingga kita mengenal manis, kecut, asam, dll…..dan > kulit untuk meraba sehingga mengetahui halus, kasar…suatu obyek dikatakan > sebagai pengetahuan karena obyek itu nyata/riil dalam lima indera kita….ya > karena keberadaannya bisa dibuktikan melalui lima indera yang kita punya > ….. > > Santri 1: > Ehmmm…………… > > Kyai Fulan: > ….Namun panca indera akan menghasilkan pengetahuan yang terbatas…karena > tidak bisa menangkap pengetahuan di luar jangkauan kuasa lima indera yang > kita punya … Jadi pengetahuan dalam hal ini adalah pengetahuan yang > didapat dari pengalaman pemanfaatan lima indera yang kita miliki…… > > Santri 2: > Ehmmmm….hampir semua manusia memiliki panca indera berarti mereka memiliki > potensi mendapatkan pengetahuan yang sama…karena apa yang kamu bisa > dengar…kamu bisa lihat…kamu bisa hirup…kamu bisa rasa….kamu bisa raba…aku > juga bisa dengar, lihat, hirup, rasa dan raba kan…benarkan? > > > > Santri 3 : > > Ya, benar…aku bisa dengar, lihat, hirup, rasa, dan raba….karena kita hidup > di tempat dan waktu yang sama…aku mendapatkan pengetahuan yang sama > dengan kamu peroleh dari lima indera kita…. > > Kyai Fulan > Pengetahuan yang bersumberkan pada panca indera diakui sebagai obyek > riil/empiris…karena obyek/riil/empiris ditangkap oleh kelima indera > dengan keadaan apa adanya/seutuhnya…paham yang menjadikan panca indera > sebagai sumber utama pengetahuan di sebut (aliran) empiris…dan paham yang > menyatakan bahwa satu-satunya sumber pengetahuan berasal dari pengalaman > lima indera manusia adalah empirisme…. atau positivisme… > > > > Santri 3: > Oooo gitu…jadi isme itu paham kemutlakan…. > > > > Santri 1: > > …kalau sumber pengetahuan yang lain apa, Kyai? > > Kyai Fulan: > > Sumber pengetahuan yang berasal dari akal (sound reason)……pengetahuan ini > dibagi menjadi tiga, pengetahuan umum (necessary), contohnya umur anak > lebih muda dari umur bapaknya …… pengetahuan kemungkinan > (possibility),contohnya anak lebih tinggi dari bapaknya….. dan > pengetahuan yang tidak mungkin (impossibility), contoh umur anak lebih tua > dari bapaknya ……. > > Santri 2 : > Ehmmm……………. > > Kyai Fulan: > Pengetahuan diperoleh dari proses bekerjanya akal/rasio… sesuatu disebut > obyek/riil/empiris itu ada/eksis karena kesimpulan akal/rasio…. maka > tindakan rasional adalah usaha manusia dalam menemukan/mendapatkan apa yang > disebut “kebenaran”….dan untuk mendapatkan kebenaran manusia harus > bertanya…dan untuk bertanya manusia harus berpikir…. > > > > Santri 3: > > …Ehmmm…jadi manusia tidak akan mendapatkan kebenaran kalau tidak berpikir… > > > > Kyai Fulan: > > ….ya itulah tindakan rasional….bila manusia sampai menempatkan akal sebagai > satu-satunya alat utama dalam menemukan pengetahuan maka mereka disebut > rasionalisme ….akal hanya merangkum pengalaman-pengalaman manusia melalui > indentifikasi, klasifikasi dan verifikasi kenyataan yang ditemukan > manusia….namun segala sesuatu yang di luar pengalaman manusia tidak dapat di > identifikasi, di klasifikasi dan di verifikasi oleh akal….oleh karenanya > akal tidak bisa mengelola informasi itu menjadi pengetahuan, karena obyek > terebut tidak terekam dalam pengalaman manusia…. > > > > Santri 2: > Ya seperti menyanyi…menulis...mengambar…berbicara…itu hasil pengelolaan > informasi oleh akal yang terekam dalam pengalaman manusia > > Santri 3: > > Maksudnya opo iki…aku koq binggung…. > > > > Santri 1: > > Contohnya gini loh…..kalau kamu aku minta ngambar….gambar apa saja > deh…selanjutnya kamu rangkai-rangkai….pasti apa yang gambar itu adalah > bangunan/bentuk/sudut/dll.. …yang sebelumnya kamu pernah lihat…..kamu pernah > alami…benar nga? > > > > Kyai Fulan: > > Pengalaman itulah yang membangun ruang imajinasi kita….dan akal yang > menjadi imajinasi kita menjadi berkembang….. > > > > Santri 3: > > Maksudnya akal yang membatasi atau membebaskan imajinasi kita….ehmmm…. . > > > > Santri 1: > Kyai … apa yang di maksud pengetahuan yang tidak berdasarkan pengalaman > itu? > > Kyai Fulan: > Seperti ada kehidupan setelah manusia mati….karena tidak ada manusia > memiliki pengalaman itu…..maka kehidupan akhirat, kehidupan sorga, kehidupan > neraka di anggap bukanlah kenyataan ……rasionalisme sebagai pencapaian > pengetahuan manusia yang berasal dari akal/rasio semata ..dimana pengetahuan > dikelola oleh akal berdasarkan kemampuan akal itu sendiri dalam menangkap > kenyataan ….sehingga pertanyaan-pertanyaan yang tidak ditemukan dalam > pengalaman dianggap pertanyaan tidak masuk akal atau irasional … > > > > Santri 3: > > Menarik….. > > > > Kyai Fulan: > > …maka bila suatu kenyataan timbul dalam kehiduapan ini tetapi itu tidak > terjadi sebelumnya dalam pengalaman manusia menjadikan manusia terjebak > untuk cenderung menolak sesuatu yang sebenarnya nyata …. sikap ini > menjadikan manusia skeptis > > Santri 2: > ……………………………. > > Santri 3: > Bila panca indera dan akal tidak bisa sepenuhnya menemukan > kebenaran…..sumber pengetahuan apa yang bisa digunakan untuk mendapatkan > mendapatkan pengetahuan itu, Kyai? > > Kyai Fulan: > ….pengetahuan yang berasal dari wahyu (revelation)…kebenaran wahyu dapat > dirujuk dari sejarah nabi dan rasul (the report of messenger)….kehidupan > para ulama (successive report) > > Santri 1: > Wahyu?....apakah wahyu bisa dijadikan sumber kebenaran, Kyai?….kalau wahyu > itu sendiri diragukan kebenarannya > > Kyai Fulan: > …..wahyu sebagai kebenaran…. bisa dipahami melalui akal bila akal tidak > dihalangi untuk mencari kebenaran…… > > Santri 1: > Benar….Albert Einstein pun akhirnya mengakui kebenaran yang maha Kuasa > ….nih kata-kata Albert Einsten pada tahun 1939 di depan Pricenton > Theological Seminary tahun 1939…..Ilmu pengetahuan hanya dapat diciptakan > oleh mereka yang dipenuhi dengan gairah untuk mencapai kebenaran dan > pemahaman. Tetapi , sumber perasaan itu berasal dari tataran agama. Termasuk > didalamnya adalah keimanan pada kemungkinan bahwa semua peraturan yang > berlaku pada dunia wujud itu bersifat rasional. Artinya dapat dipahami oleh > akal . Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak dapat > membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak mempunyai keimanan yang mendalam > seperti itu. Keterangan ini dapat diungkapkan sengan gambaran: ilmu > pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta… > > Santri 2: > Tetapi Einstein nga Islam….. > > Santri 1: > Karena tidak ada yang mengajari Islam pada Eistein… > > Kyai Fulan: > ….tetapi dari kasus Einstein cukup memberi petunjuk bahwa akal sebenarnya > mampu mengantar manusia untuk menerima wahyu …dan dengan wahyu, manusia > ditunjukkan bagaimana mengunakan akal yang benar…. > > Santri 3: > ….tapi bukan sekedar membenarkan keyakinan berasal dari wahyu…tetapi > bagaimana kita menyakini wahyu sebagai suatu kebenaran > > Kyai Fulan: > Kebenaran wahyu….kebenaran yang melampaui panca indera dan akal manusia….. > > Santri 1: > Jelaskan…dengan pelan Kyai > > Kyai Fulan: > Kebenaran yang didapat manusia dibatasi oleh kemampuan panca indera dan > akal nya….dia tidak bisa mendapatkan kebenaran di luar batas kemampuan > kecuali ada petunjuk …..manusia dibatasi oleh panca indera dan akal yang > dimilikinya….ya karena manusia itu dibatasi oleh ruang dan > waktu….sedangkan wahyu adalah ciptaan Allah…Allah adalah zat yang tidak > dibatasi ruang dan waktu….demikian juga tidak dibatasi oleh pengetahuan, > pengetahuan yang dihasilkan dari panca indera dan akal yang dipengaruhi oleh > ruang dan waktu …. > > Santri 1: > panca indera dan akal dipengaruhi ruang dan waktu…………… > > > > Santri 3: > > Benar….pemikiran Adam Smith tentang kapitalis…dan pemikiran Kark Mark tentang > sosialis dipengaruhi oleh latar belakang tempat dan waktu mereka hidup > koq….aku nga yakin kalau misalnya Adam Smith dan Kark Mark dihidupkan Allah > lagi pada saat ini di Indoensia….pemikiran mereka sama dengan pemikiran > Adam Smith dan Kark Mark pada akhir jaman abad 18-an … > > Kyai Fulan: > Selama ini… manusia menemukan pengetahuan masih dalam kerangka dikuasai > oleh ruang dan waktu …manusia tidak akan mendapatkan kebenaran lebih dari > kemampuan panca indera dan akal itu…. > > Santri 3: > ………………………. > > Kyai Fulan: > ….kebenaran di atas kebenaran ada di tangan Allah….karena Allah itu adalah > zat yang terbebas oleh ruang dan waktu…..karena Allah-lah yang menciptakan > ruang waktu itu dan mustahil jika Allah. dikuasai ruang dan waktu dimana > ruang dan waktu adalah ciptaan Allah sendiri…..….Allah melihat kehidupan > saat sekarang dan bagaimana kehidupanmu di masa depan dalam waktu > bersamaan…...Allah di arsy-Nya tetapi juga dalam saat sama ada di > Indonesia…Amerika..India…Somalia dan ada di galaksi di seluruh alam raya > ini….. > > Santri 1: > ………Allah ada di mana-mana karena zat Allah itu bebas dari ruang dan waktu > > Santri 3: > …..Allah…..masyallah > > Kyai Fulan: > ….…. seperti Rasulullah SAW yang melakukan Isra Miqraj….terbang ke langit > shaf 7 dalam waktu semalam…dan bisa melihat sahabat-sahabatnya di sorga dan > musuhnya yang ada di neraka….karena Rasulullah telah di bebaskan oleh ruang > dan waktu oleh Allah…..Rasulullah melakukan dalam waktu semalam karena > Rasulullah dibebaskan atas kekuasan waktu pada dirinya oleh Allah…kalau > tidak dibebasakan dari waktu tidak mungkin dilakukan dalam semalam…..mungkin > ratusan tahun > > Santri 2: > …………….. > > Kya Fulan: > Dengan demikian dari kedua sumber pengetahun tersebut yang mendapatkan > peluang untuk mendapatkan kebenaran adalah ekonomi Islam yang bersumber pada > wahyu, akal dan panca indera….. Bila dari sumber pengetahuan saja sudah > menunjukkan bahwa ekonomi Islam lebih didasarkan atas sumber kebenaran yang > lebih tinggi dari sumber kebenaran ekonomi ortodok (Adam Smith, Keynes, > dll)—maupun heterodok (Post Keynesia, Markian, Feminis, Institualis, dll) > —………maka ekonomi Islam lebih berpeluang untuk merumuskankan teori ekonomi > yang lebih benar untuk kemaslahatan umat manusia. > > Santri 1: > ……………… > > Kyai Fulan: > Wahyu menjadikan axioma yang digunakan untuk membangun asumsi-asumsi > ekonomi dalam membangun teori ekonomi Islam…… Dalam hal ini memungkinkan > bagi ekonomi konvensional memiliki pemikiran ekonomi yang sama dengan > ekonomi Islam…. sebagai hasil pengunakan panca indera dan akal yang sama > antara orang Islam dan orang non Islam……Dengan demikian kesamanan teori > ekonomi Islam dan ekonomi ortodok dimungkinkan selama sumber pengetahuan > yang diperolehnya sama. > > Santri 3: > Berarti tidak menutup kemungkinan akan ada kesamaan antara ekonomi > konvensional dan ekonomi Islam, Kyai > > Kyai Fulan: > Kesamaan sumber pengetahuan yang berasal panca indera dan akal sudah > menjadi bagian dari kehendak (takdir) Allah dalam menciptakan manusia di > dunia....namun dalam ekonomi Islam tidak hanya panca indera dan akal tetapi > juga wahyu….oleh karenanya pengetahuan ekonomi Islam tidak bisa didapatkan > dengan cara yang diperoleh oleh ekonomi konvensional.....tetapi kebenaran > ekonomi konvensional bisa didapatkan dengan cara yang digunakan ekonomi > Islam....karena kebenaran ekonomi Islam melampaui ekonomi konvensional > > Santri 1, 2, 3: > .................................. > > Wallahu alam > > > Wacan: Rasakan bedanya! > > -- Iwan P. Pontjowinoto (62-811) 92 1954 ZAP Finance Menara Karya 28th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950 Telp : (62-21) 5789 5505, Fax : (62-21) 5789 5888 Website: www.zapfin.com
