Terima kasih Pak Iwan atas komentarnya.... Daftar bacaan Dialog Imajiner: Mencari Epistemologi.....yang terhapus di milist: Muh Naquib al-Attas. ( 2001), Prologomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam, Kuala Lumpur: ISTAC. Abdulah Hamid Abu Sulayman (1973). “The Theory of Islam: The Economics and Brotherhood” Contemporary Aspects of Economic and Social Thinking in Islam. Gary, Indiana: Muslim Student Association of the USA and Canada. Ugi Suharto (2008) “Islamic Epistemology”, Slide of Islamic and Finance in Islamic Perspective, Kuala Lumpur;UIA Salam.. Heri Sudarsono/P3EI-FE UII Yogyakarta
--- Pada Kam, 21/5/09, Dr. Iwan P. Pontjowinoto <[email protected]> menulis: Dari: Dr. Iwan P. Pontjowinoto <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Dialog Imajiner: Mencari Epistemologi Ekonomi Islam Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 21 Mei, 2009, 10:07 AM Kiayi Heri, Terima kasih atas pencerahan yang diberikan kepada kami. Subhanallah. Wass 2009/5/19 heri sudarsono <herisudarsono_ mas...@yahoo. co.id> Mencari Epistemologi Ekonomi Islam (epistomolgy is a branch of philosophy which deals with knowledge) Pada suatu hari, Kyai Fulan bercekrama dengan 3 santrinya di teras pondok Santri 1: Apa yang membedakan ekonomi Islam dan ekonomi Konvensional Kyai Fulan: Sumber pengetahuan untuk mendapatkan ilmu keduanya… Santri 3: Sumber pengetahuan manusia untuk mendapatkan ilmu ekonomi Islam …dan ekonomi konvensional………..? Kyai Fulan: Ya sumber pengetahuan …..sumber pengetahuan ada tiga….pengetahuan yang diperoleh dari panca indera (five sense)….pengetahuan yang diperoleh oleh akal (common sense)…dan wahyu (revelation)……..Pengetahuan yang diperoleh dari panca indera (five sense) terdiri dari telinga yang kita gunakan untuk mendengar sehingga kita bisa mengenal suara keras, lembut, merdu,dll …… mata untuk melihat sehingga kita mengetahui warna merah, hijau, kuning, dll….hidung untuk menghirup sehingga kita mendapatkan bau harum, busuk, dll… lidah untuk merasa sehingga kita mengenal manis, kecut, asam, dll…..dan kulit untuk meraba sehingga mengetahui halus, kasar…suatu obyek dikatakan sebagai pengetahuan karena obyek itu nyata/riil dalam lima indera kita….ya karena keberadaannya bisa dibuktikan melalui lima indera yang kita punya ….. Santri 1: Ehmmm…………… Kyai Fulan: ….Namun panca indera akan menghasilkan pengetahuan yang terbatas…karena tidak bisa menangkap pengetahuan di luar jangkauan kuasa lima indera yang kita punya … Jadi pengetahuan dalam hal ini adalah pengetahuan yang didapat dari pengalaman pemanfaatan lima indera yang kita miliki…… Santri 2: Ehmmmm….hampir semua manusia memiliki panca indera berarti mereka memiliki potensi mendapatkan pengetahuan yang sama…karena apa yang kamu bisa dengar…kamu bisa lihat…kamu bisa hirup…kamu bisa rasa….kamu bisa raba…aku juga bisa dengar, lihat, hirup, rasa dan raba kan…benarkan? Santri 3 : Ya, benar…aku bisa dengar, lihat, hirup, rasa, dan raba….karena kita hidup di tempat dan waktu yang sama…aku mendapatkan pengetahuan yang sama dengan kamu peroleh dari lima indera kita…. Kyai Fulan Pengetahuan yang bersumberkan pada panca indera diakui sebagai obyek riil/empiris… karena obyek/riil/empiris ditangkap oleh kelima indera dengan keadaan apa adanya/seutuhnya… paham yang menjadikan panca indera sebagai sumber utama pengetahuan di sebut (aliran) empiris…dan paham yang menyatakan bahwa satu-satunya sumber pengetahuan berasal dari pengalaman lima indera manusia adalah empirisme…. atau positivisme… Santri 3: Oooo gitu…jadi isme itu paham kemutlakan…. Santri 1: …kalau sumber pengetahuan yang lain apa, Kyai? Kyai Fulan: Sumber pengetahuan yang berasal dari akal (sound reason)……pengetahuan ini dibagi menjadi tiga, pengetahuan umum (necessary), contohnya umur anak lebih muda dari umur bapaknya …… pengetahuan kemungkinan (possibility) ,contohnya anak lebih tinggi dari bapaknya….. dan pengetahuan yang tidak mungkin (impossibility) , contoh umur anak lebih tua dari bapaknya ……. Santri 2 : Ehmmm……………. Kyai Fulan: Pengetahuan diperoleh dari proses bekerjanya akal/rasio… sesuatu disebut obyek/riil/empiris itu ada/eksis karena kesimpulan akal/rasio…. maka tindakan rasional adalah usaha manusia dalam menemukan/mendapatk an apa yang disebut “kebenaran”….dan untuk mendapatkan kebenaran manusia harus bertanya…dan untuk bertanya manusia harus berpikir…. Santri 3: …Ehmmm…jadi manusia tidak akan mendapatkan kebenaran kalau tidak berpikir… Kyai Fulan: ….ya itulah tindakan rasional….bila manusia sampai menempatkan akal sebagai satu-satunya alat utama dalam menemukan pengetahuan maka mereka disebut rasionalisme ….akal hanya merangkum pengalaman-pengalam an manusia melalui indentifikasi, klasifikasi dan verifikasi kenyataan yang ditemukan manusia….namun segala sesuatu yang di luar pengalaman manusia tidak dapat di identifikasi, di klasifikasi dan di verifikasi oleh akal….oleh karenanya akal tidak bisa mengelola informasi itu menjadi pengetahuan, karena obyek terebut tidak terekam dalam pengalaman manusia…. Santri 2: Ya seperti menyanyi…menulis. ..mengambar… berbicara… itu hasil pengelolaan informasi oleh akal yang terekam dalam pengalaman manusia Santri 3: Maksudnya opo iki…aku koq binggung…. Santri 1: Contohnya gini loh…..kalau kamu aku minta ngambar….gambar apa saja deh…selanjutnya kamu rangkai-rangkai… .pasti apa yang gambar itu adalah bangunan/bentuk/ sudut/dll. . …yang sebelumnya kamu pernah lihat…..kamu pernah alami…benar nga? Kyai Fulan: Pengalaman itulah yang membangun ruang imajinasi kita….dan akal yang menjadi imajinasi kita menjadi berkembang….. Santri 3: Maksudnya akal yang membatasi atau membebaskan imajinasi kita….ehmmm…. . Santri 1: Kyai … apa yang di maksud pengetahuan yang tidak berdasarkan pengalaman itu? Kyai Fulan: Seperti ada kehidupan setelah manusia mati….karena tidak ada manusia memiliki pengalaman itu…..maka kehidupan akhirat, kehidupan sorga, kehidupan neraka di anggap bukanlah kenyataan ……rasionalisme sebagai pencapaian pengetahuan manusia yang berasal dari akal/rasio semata ..dimana pengetahuan dikelola oleh akal berdasarkan kemampuan akal itu sendiri dalam menangkap kenyataan ….sehingga pertanyaan-pertanya an yang tidak ditemukan dalam pengalaman dianggap pertanyaan tidak masuk akal atau irasional … Santri 3: Menarik….. Kyai Fulan: …maka bila suatu kenyataan timbul dalam kehiduapan ini tetapi itu tidak terjadi sebelumnya dalam pengalaman manusia menjadikan manusia terjebak untuk cenderung menolak sesuatu yang sebenarnya nyata …. sikap ini menjadikan manusia skeptis Santri 2: ……………………………. Santri 3: Bila panca indera dan akal tidak bisa sepenuhnya menemukan kebenaran…..sumber pengetahuan apa yang bisa digunakan untuk mendapatkan mendapatkan pengetahuan itu, Kyai? Kyai Fulan: ….pengetahuan yang berasal dari wahyu (revelation)… kebenaran wahyu dapat dirujuk dari sejarah nabi dan rasul (the report of messenger)….kehidupa n para ulama (successive report) Santri 1: Wahyu?....apakah wahyu bisa dijadikan sumber kebenaran, Kyai?….kalau wahyu itu sendiri diragukan kebenarannya Kyai Fulan: …..wahyu sebagai kebenaran…. bisa dipahami melalui akal bila akal tidak dihalangi untuk mencari kebenaran…… Santri 1: Benar….Albert Einstein pun akhirnya mengakui kebenaran yang maha Kuasa ….nih kata-kata Albert Einsten pada tahun 1939 di depan Pricenton Theological Seminary tahun 1939…..Ilmu pengetahuan hanya dapat diciptakan oleh mereka yang dipenuhi dengan gairah untuk mencapai kebenaran dan pemahaman. Tetapi , sumber perasaan itu berasal dari tataran agama. Termasuk didalamnya adalah keimanan pada kemungkinan bahwa semua peraturan yang berlaku pada dunia wujud itu bersifat rasional. Artinya dapat dipahami oleh akal . Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak dapat membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak mempunyai keimanan yang mendalam seperti itu. Keterangan ini dapat diungkapkan sengan gambaran: ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan% Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
