Bapak blh saya th yang jauh dr syariah dimananya agar lbh jelas Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: khusnul hidayah <[email protected]> Date: Tue, 26 May 2009 23:14:47 To: <[email protected]> Subject: Re: [ekonomi-syariah] SETUJU dengan pernyataan DEKAN FE UI ttg EKONOMI SYARIAH Saya setuju dengan pernyataan pak dekan itu.... Harusnya penggiat ekonomi syariah seperti kita tidak perlu merasa "kebakaran jenggot'', apalagi sampai harus "mengkafirkan" segala.... Saya dan beberapa teman yang pernah menggunakan produk perbankan syaraiah pernah merasakan dan berani mengambil kesimpulan sementara bahwa bank syariah memang tidak berbeda dengan bank konvesional. Coba kita lihat kalau kita menabung atau berdeposito kita diperlakukan dengan sistem yang sangat "syariah" tapi kalau kita meminjam atau mengambil kredit sangat terasa bahwa sistemnya jauh dari adil dan syar'i (mungkin syar'i menurut versi bank itu) Jadi saya pun mendukung pernyataan pak dekan, dan perlu kerja keras untuk membangun image dan membenahi kinerja bank syariah. Salam hangat, Khusnul --- On Tue, 26/5/09, Ahmad Ifham <[email protected]> wrote: From: Ahmad Ifham <[email protected]> Subject: [ekonomi-syariah] SETUJU dengan pernyataan DEKAN FE UI ttg EKONOMI SYARIAH To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Tuesday, 26 May, 2009, 6:48 PM Wah, kalau saya sangat setuju dengan tulisan yang memuat pernyataan2 Dekan FE UI tersebut. Faktanya memang begitu, buanyak kekurangan yang masih dimiliki oleh penerapan sistem bank islam di Indonesia. Dan perbankan syariah harus "terbuka" agar tidak "angker". Sangat sangat dimaklumi bahwa banyak orang yang memiliki persepsi bahwa bank syariah di Indonesia adalah semacam bank konvensional yang "mengganti" istilah bunga dengan margin atau bagi hasil, dan lain lain dan lain lain. Dan ingat ::: dalam Publis Relations, persepsi itu muncul dari fakta yang ditemui. Tugas kita semua agar bank syariah di Indonesia ni gak jadi angker. Biar target BI yang sekian persen sekian persen itu bener2 bisa realistis dan sesuai dengan yang diharapkan --dan bahkan bukan dari unorganic growth. Salam kenal, Ahmad Ifham Solihin, S.Psi. Business Consultant (Sharia Banking) di http://anabatic.co.id untuk produk http://temenos.com Penulis buku: Ini Lho, Bank Syariah! From: Fahmi Basyah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 26, 2009 5:21:27 PM Subject: Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Komentar saya: Saya berkeyakinan apa yang disampaikan Mr Fiz bukan bermaksud "menimbulkan konflik di kalangan umat Islam" apalagi berbau "SARA" ataupun "Tendensius" . Ada baiknya kita mengambil sisi positif dari pernyataan Mr Fiz, sebagai evaluasi atas implementasi ekonomi syariah yang secara realitas memang belum ideal. Pun jika ada komentarnya yang menurut beberapa pihak membuat ketidaknyamanan, ada baiknya diklarifikasi langsung dan diskusi dengan yang bersangkutan. Sejauh yang saya kenal, beliau cukup terbuka untuk menerima masukan, terlebih beliau juga bagian dari Saudara kita sesama muslim yang bisa jadi dikarenakan latarbelakang pendidikan sekularnya, memiliki persepsi yang kurang pas tentang ekonomi syariah. Salam, Fahmi Basyah ------------ --------- --------- --------- ------ Bumiputeramuda 1967, General Insurance Sharia Division Jl. Wolter Monginsidi No. 43 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180 Phone : +6221 7234849, 72788574 Facs. : +6221 72787952 Email : fa...@bumida. co.id Sites : http://www.bumida. co.id -------Original Message----- -- From: Faozan Amar Date: 05/26/09 15:35:03 To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Subject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Kemasan Syariah Kurang Menarik Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan menarik. "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini. Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga. Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional. "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ ------------------------------------ =========================== SPONSOR Tahunan MES 2008 : 1. Pegadaian Syariah 2. Bank Muamalat Indonesia 3. Bank Syariah Mandiri 4. PT. JAMSOSTEK (Persero) 5. BNI Syariah 6. Batasa Capital 7. BTN Syariah 8. BAZNAS ==================================================== MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH Bekerjasama dengan PRODI MUAMALAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA dan IKATAN AHLI EKONOMI ISLAM PRESENT MES GOES TO CAMPUS NATIONAL SEMINAR ON SHARIA TRANSACTION RESEARCH Transaksi Muammalat Kontemporer: Implementasi dan Tantangannya dalam Inovasi Produk Keuangan Syariah Di Indonesia Keynote Speech Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH, MH, MM Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta & Anggota Dewan Pakar MES Presentasi Peneliti Dr. Hasanudin, M.Ag “Multi akad dalam Transaksi Syariah Kontemporer pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia” Ir. Nadzratuzzaman Hosen “Syirkah Mutanaqisah dan Implementasinya pada Pembiayaan KPRS di Bank Syariah” Ah. Azharuddin Lathif, MA.g, M.H “Analisis Yuridis Pengenaan PPN pada Produk Murabahah di Perbankan Syariah” Dr. A. Raikhan “Transaksi Syariah dan Implemntasinya Pada Produk Sukuk/SBSN” Panelis Cecep Maskanul Hakim, M.Ec [Peneliti dari BI] Yuslam Fauzi [Dirut Bank Syariah Mandiri] Moderator Agustianto, M.Ag [Sekjen IAEI Pusat] Rabu 9 Jumadil Akhir 1430 H - 3 Juni 2009 M Ruang Teater Fakultas Syariah dan Hukum lt. 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pukul 12.30-16.30 WIB GRATIS, tempat terbatas! WAJIB DAFTAR! Free Makalah, snack & sertifikat Informasi dan pendaftaran (paling lambat 1 Juni 2009) (call only - jam kerja): 021 5290 1515 (Yuni / Muis) 021 950 42948 (farizal) 0816 118746 (Arif) ============================================= PUSAT BUKU EKONOMI ISLAM - MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH Perpustakaan Ekonomi Islam - http://buku.ekonomisyariah.net SENIN-JUM'AT 09.00 - 19.00 WIB Kantor BAZNAS Jl Kebon Sirih No. 57, Jakarta Pusat Info MUIS (021 924 724 53)Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
