Salam,

1. sudah ga usah terlalu diperpanjang, lagi pula ini beliau sudah
klarifikasi.
2. pernyataan itu menurut saya biasa saja, cuman dikemas oleh tempo
seakan-akan si Dekan tidak menyukai ekonomi & perbankan Syariah.
3. mungkin kritik saya thdp pernyataan dosen itu klo emang benar, adalah
"Emang kenapa klo jenggotan, emang kenapa klo celananya gantung!!!", kritk
aja tuh yg pake rok mini, krtik aja tuh yg pke celana ketat.

sekian, maaf jika kurang berkenan



Pada 27 Mei 2009 09:18, Ayoga <[email protected]> menulis:

>
>
>
> Dari milis sebelah nih,
>
> Ternyata memang lebih baik sumber aslinya yg berkomentar disini.
>
>
>
>
>
>
> please see email below
>
>
>
> Regards,
> Yoga
>
>
>
>
>
> --- On *Wed, 5/27/09, Ilham Reza <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Ilham Reza <[email protected]>
> Subject: {FoSSEI} Fw: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
> (Klarifikasi)
> To: "FoSSEI FoSSEI" <[email protected]>
> Date: Wednesday, May 27, 2009, 10:51 AM
>
>  Ini ada klarifikasi pernyataan Pak Fiz oleh Pak Mustafa Edwin (Ketua Umum
> IAEI)
>
> ---
> "Islamic Bank is not only about Halal and Harm area
> but also Must give Benefit to the Society"
> (Ilham Reza Ferdian)
>
> --- On *Wed, 27/5/09, Miranti Kartika Dewi <miranti_k_dewi@ yahoo.com>*wrote:
>
>
> From: Miranti Kartika Dewi <miranti_k_dewi@ yahoo.com>
> Subject: Fw: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
> To: iref....@gmail. com, "ilham reza ferdian" <reza_...@yahoo. com>
> Date: Wednesday, 27 May, 2009, 9:43 AM
>
>
>
> --- On *Tue, 5/26/09, mustafa_nas@ yahoo.com <mustafa_nas@ yahoo.com>*wrote:
>
>
> From: mustafa_nas@ yahoo.com <mustafa_nas@ yahoo.com>
> Subject: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
> To: "Pebsgroups" <pebs-f...@yahoogrou ps.com>
> Date: Tuesday, May 26, 2009, 5:42 PM
>
>  Saya sudah check langsung ttg kebenaran berita tersebut, ternyata tempo
> memelintir pernyataan pak Fis dan ingin mengadu domba para pegiat eko Islam.
> Tidak benar dekan menyatakan seperti itu. Berita itu adalah sensasi yg
> dibuat tempo unt mempertahankan oplah mereka. Suatu cara yg tidak etis dan
> bermoral.
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> ------------------------------
> *From*: Miranti Kartika Dewi
> *Date*: Tue, 26 May 2009 17:09:09 -0700 (PDT)
> *To*: Milis PEBS<pebs-f...@yahoogrou ps.com>
> *Subject*: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
>
>  *Mudah2an yang dimaksud Pak Fiz tidak seperti tertulis oleh komentar
> berikut ini..
>
>
> **
> From:* Faozan Amar
> *Date:* 05/26/09 15:35:03
> *To:* ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> *Subject:* [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH
> BERBAU SARA
>
>
> Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di
> Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan
> menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik
> kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang
> Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul
> khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD
> karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
>
>
>
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--di Kemasan Syariah Kurang MenarikMasyarakat Indonesia masih
> alergi dengan isu-isu sektarian.
>
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas
> produk-produk syariah dengan menarik.
>
> "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia
> dalam perbincangan dengan *Tempo* di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia
> menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah
> menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker.
>
> Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah
> masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung.
> Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, *gimana* mau
> ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata
> doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille,
> Prancis, ini.
>
> Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak
> kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank
> konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat
> agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam,"
> ucapnya.
>
> Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak
> konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat
> analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga
> mengacu pada suku bunga.
>
> Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit
> meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional.
> Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini
> aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan
> nasional.
>
> "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata
> Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia
> menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat
> pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar
> 15 ribu orang. *EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI*
>
>
>
> ------------------------------
>  New Email names for you!
> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
>
>
>  
>

Kirim email ke