Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat penjelasan dari kerabat yang kebetulan bekerja di Departemen Pertambangan dan memahami permasalahan tentang ini……. Pelajaran yang didapat adalah : memang betul kita perlu cek and recek kepada pihak2 yg memang betul2 memahami…….supaya tidak terjadi kesimpangsiuran berita…. Untuk itu saya sarankan : mintalah informasi langsung ke departemen terkait supaya memahami duduk perkara sebenar2nya…..
Salam hangat, wass From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of pandji aditya Sent: Wednesday, March 10, 2010 9:01 PM To: [email protected] Subject: Re: [ekonomi-syariah] Royalti Emas Papua: Freeport 99%, Indonesia 1%! Sungguh diluar akal fikiran yang sehat... Pak boleh minta datanya kalau kita cuma dpt 1%? Artikel bagus nih... slm Pj Dari Emas dan Perak di Papua, Freeport cuma memberi Indonesia royalti 1%. Freeport dapat 99%! Padahal BUMN seperti ANTAM dan juga para pengusaha Indonesia bisa kok mengolahnya. Cuma perjuangan memang berat karena AS memang menjajah Indonesia secara ekonomi dan punya banyak antek2 di Indonesia yang menina-bobokan rakyat Indonesia bahwa bangsa Indonesia tidak mampu. http://infoindonesi a.wordpress. com/2010/ 02/24/bisakah- indonesia- kelola-kekayaan- alamnya-sendiri/<http://infoindonesia.wordpress.com/2010/02/24/bisakah-indonesia-kelola-kekayaan-alamnya-sendiri/> === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media- islam.or. id<http://media-islam.or.id> Milis Ekonomi Nasional: ekonomi-nasional- subscribe@ yahoogroups. com<mailto:ekonomi-nasional-subscribe%40yahoogroups.com> Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ ________________________________ "This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.”
<<inline: image001.jpg>>
<<inline: image002.jpg>>
