syariah setau saya masih adjust mendekati ratenya konventional biar selalu bersaing. jadi faktor2 lainnya kurang diperhatikan. benar ga?
*bukan praktisi syariah* irfani http://irfani.web.id Y! irfani_s 2010/3/19 risnandar <[email protected]> > > > Dear rekan-rekan milis, berikut merupakan paparan terkait dengan > faktor-faktor pembentuk tingkat suku bunga pinjaman di perbankan > konvensional (yang saat ini masih tinggi) yang diakhiri dengan > (brainstorming) untuk forum ini mengenai ide-ide penyelesaian isu tersebut > terkait juga dengan perbankan syariah. Mohon sharing-nya. Mohon maaf jika > tidak berkenan. > > ------------------------------ > > > Berbicara mengenai penentuan harga kredit pinjaman dari suatu bank, misal > di bank konvensional yang menurut Blommberg, suku bunga pinjaman Indonesia > sampai saat ini masih berada pada kisaran 15,8% dengan suku bunga untuk > deposito rata-rata (dari satu bulan hingga 12 bulan) sebesar 6,6-6,9 %, maka > kata “mahal” cukup tepat untuk menggambarkan hal tersebut. Terdapat selisih > margin (net interest margin) sekitar 900 poin (9%), dari suku bunga deposito > terhadap suku bunga pinjaman. > > > > Suatu “kepastian” yang berat yang dibebankan oleh para pemilik modal (uang) > kepada dunia usaha dengan perbankan sebagai mediator. Perbankan konvensional > milik pemerintah (BUMN), dengan fungsinya sebagai mediator, lebih cenderung > memposisikan dirinya sebagai pemain yang benar-benar mencari untung (cari > aman) lebih daripada bagaimana menyalurkan dana yang dihimpun tersebut > secara optimal disalurkan kembali ekonomi *riil, khususnya bagi bank pelat > merah*. *Loan to Deposit Rate* perbankan umum nasional (dana yang > tersalurkan ke dalam pembiayaan dibandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK) > yang terhimpun) untuk Desember 2009 sebesar 72, 88% (sumber Bank Indonesia). > Kemanakah sisa DPK yang ada? Instrumen keuangan dengan yield besar lainnya > adalah jawabnya, tidak heran jika dana Bank tertampung di SBI. Bank umum > lebih mencari aman daripada mendorong batas kinerja mereka ke level > tertinggi. Sebagai konsekuensi logis, biaya bagi para usahawan untuk > meminjam uang di bank menjadi lebih berat. > > > > *Biaya Bunga Kredit* > > Sebagai suatu ilustrasi, dengan pendekatan biaya, penentuan harga (bunga) > pembiayaan dari bank adalah sebagai berikut: > > > Suku Bunga Pinjaman = (1) Biaya untuk dana pembiayaan + (2) Overhead Cost + > (3) Premi Risiko + (4) Margin keuntungan > > Keterangan: > > (1) Biaya untuk Dana Pembiayaan (Cost of Loanable Fund/COLF): > > a. *Gimmick for Customer* (usaha pemasaran untuk menarik deposan) > > b. Tekanan nasabah besar untuk mendapatkan *return* lebih tinggi > (umumnya di atas rata-rata tingkat suku bunga deposito saat ini), terutama > perbankan yang sangat tergantung kepada nasabah utama/primer. > > c. Persaingan dengan instrumen keuangan lainnya khususnya SUN/ORI > > (2) Overhead cost (biaya yang diperlukan bagi operasional bank, namun > bukan biaya produksi): > > a. Inefesiensi dari operasionalisasi perbankan > > b. Remunerasi yang “berlebihan” terhadap bankir > > (3) Premi Risiko: untuk menjaga investasi nasabah. > > (4) Penawaran margin keuntungan oleh pemilik Bank. > > Jika kita lihat faktor-faktor di atas, menunjukkan inefisiensi sistem > perbankan sebagai jantung perekonomian. Terdapat margin biaya dua kali, dari > deposan dan dari bank. Secara khusus, dalam komponen persamaan di atas, > biaya terbesar dari selisih bunga simpanan dan pinjaman terdapat di faktor > nomor satu, khususnya tekanan nasabah besar untuk mendapatkan imbal hasil > deposito yang besar pula, lebih dari deposito rata-rata saat ini (6,8%). > Faktor-faktor lainnya dapat ditekan seminimal mungkin. Misal, persaingan > dengan penerbitan SUN/ORI dapat disinkronkan dengan *peak-time *aktivitas > swasta (perbankan) dan juga dengan tingkat suku bunga yang wajar dengan suku > bunga perbankan (lebih rendah) untuk mengindari efek *crowding out*; > Inefesiensi dan remunerasi dapat dilakukan seiring berkembangnya teknologi > dan kinerja; premium untuk risiko *default* di Indonesia sekarang semakin > menurun ditandai dengan menurunnya tingkat *credit default swap* (CDS) > korporasi 5 tahun di Indonesia pada posisi 160 (sebagai ilustrasi, pada saat > krisis global 2008 CDS korporasi 5 tahun Indonesia mencapai 1256, sumber: > Bloomberg), yang menandakan berkurangnya risiko berinvestasi yang kemudian > menurunkan premi; dan margin keuntungan yang bisa diminimalkan “secukupnya”. > > > > *Faktor dan Peran* > > Terdapat dua fungsi dan peran yang dapat memberikan pengaruh signifikan > dalam menurunkan tingkat suku bunga pinjaman, yang faktanya belum pernah > menyentuh level satu digit sejak tahun 1998. Hal ini menimbulkan dua > pertanyaan. > > * * > > *Pertama*, agak naif, bagaimanakah mengurangi keserakahan para pemodal > besar? Peran apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah (dengan > "keengganan"-nya ,masuk secara langsung ke pasar) dan perbankan untuk > mengatur *nature* dari bisnis ini? > > > > *Kedua*, apakah fungsi dan peran pada bank sebagai mediator, khususnya > bank pelat merah sebagai “perpanjangan tangan” pemerintah, bisa berperan > lebih jauh dalam menekan tinggiya bunga tersebut dalam operasionalnya? > Sampai batas mana kreativitas, inovasi dan efisiensi bisa terus ditingkatkan > sehingga menekan suku bunga? > > > Untuk pertanyaan pertama, apakah cara berikut bisa dugunakan? Misal > pemisahkan pooling dana yang ada dari deposan kecil dan deposan besar yang > rewel, dimana dana deposan kecil yang tidak rewel, disalurkan kepada pasar > dengan kredit yang murah pula dengan pagu-pagu dan porsi peraturan tertentu > dimana hanya debitur tertentu yang bisa meminjam. Kemudian jika kredit > “murah” habis, maka dapat digunakan kredit dari dana deposan besar atau > kredit mahal terhadap pangsa pasar tertentu pula (dengan tingkat keuntungan > yang tinggi). Kemudian sejauh mana perbankan mampu mendiversifikasi basis > nasabah krediturnya dan melepas ketergantungan terhadap nasabah utamanya? > > > > *Pertanyaan Terkait Perbankan Syariah* > > Saat ini, dengan besarnya dampak sistem perbankan konvensional terhadap > pengelolaan aset dan kewajiban perbankan syariah, sejauh mana pengaruh > faktor-faktor pembentuk tingkat suku bunga di atas terhadap pembentukan > margin keuntungan dalam akad-akad perbankan syariah? Faktor apa saja yang > menjadi pembentuk harga biaya dari margin keuntungan perbankan syariah? > > ------------------------------ > Akses email lebih cepat. > <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru > yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! > (Gratis)<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTFndmQxc2JlBHRtX2RtZWNoA1RleHQgTGluawR0bV9sbmsDVTExMDM0NjkEdG1fbmV0A1lhaG9vIQ--/SIG=11kadq57p/**http%3A//downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/> > >
