barangkali taring bangsa ini sudah tumpul, karena sering digunakan buat
me"naring" sesama kita untuk berebut kue kekuasaan yang tersisa. sehingga
taring itupun menjadi tumpul dan semakin tumpul bila yang dihadapi itu
bangsa Israel, Amerika dan Inggris.... semoga anggota dewan khusus nya dari
PKS bisa mempeloporinya karena PKS yang sekarang kita kenal memiliki jargon
PEDULI.... mudah2n itu bukan hanya sekedar jargon berbentuk tulisan dan
kata2... semoga itu segera dibuktikan.... jangan sampai PKS juga ikut2n
untuk berebut kue kekuasaan yang sekarang sedang dibagi2kan oleh
penguasa....

semoga Allah melindungi saudara2 kita yang sedang berjuang di misi
kemanusiaan itu dengan perlindungan yang tak terlihat oleh mata manusia.
biarlah yang gugur itu menjadi syahid, bukti kecintaan nya kepada Khaliq dan
Agamanya... amiiiinnnn

Pada 31 Mei 2010 12:55, Subahagia_tama <[email protected]> menulis:

>
>
> Di mana Saat Ini Indonesia?
> Senin, 31/05/2010 10:11 WIB | 
> email<http://www.eramuslim.com/editorial/send/di-mana-saat-ini-indonesia>|
> print<http://www.eramuslim.com/editorial/cetak/di-mana-saat-ini-indonesia>|
> share<http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/editorial/di-mana-saat-ini-indonesia.htm>
>
> Seharusnya Indonesia yang menjadi ‘vanguard’ (pelopor) untuk mendobrak
> blokade dan isolasi yang dilakukan rejim Zionis-Israel atas rakyat Palestina
> di Gaza yang sudah berlangsung hampir empat tahun.
>
> Indonesia di mata dunia Islam, negara yang dipandang memiliki posisi
> strategis secara geopolitik, dan dengan jumlah penduduknya 240 juta, serta
> 90 persen penganut Islam, Indonesia tetap memiliki posisi tawar. Tidak ada
> negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang memiliki posisi yang
> sangat stretagis dibandingkan dengan Indonesia.
>
> Dengan posisinya seperti itu, seharusnya Indonesia tidak membiarkan keadaan
> dan kondisi rakyat Palestina, yang terus diblokade dan diisolasi oleh
> Israel. Indonesia dapat menggunakan pengaruhnya di forum-forum internasional
> untuk membebaskan rakyat Palestina, yang sekarang ini menghadapi bencana
> kemanusiaan, akibat kebijakan dan tindakan rejim Zionis-Israel.
>
> Indonesia yang memiliki posisi tawar dapat melakukan dialog dengan kelompok
> ‘Kwartet’ (AS, Rusia, Uni Eropa dan PBB), mencari sebuah solusi konkrit
> menghadapi sebuah kondisi yang sangat luar biasa seperti dialami rakyat
> Palestina di Gaza. Tidak ada negara manapun di dunia ini, yang dapat
> membenarkan tindakan Israel, yang benar-benar melakukan genosida terhadap
> rakyat Palestina sec ara terang-terangan, serta melakukan pelanggaran
> hak-hak dasar manusia. Seperti hak untuk hidup.
>
> Seharusnya melalui sarana-sarana yang ada, termasuk kementerian luar negeri
> Indonesia, langkah-langkah konkrit dan agenda strategis dapat dilakukan yang
> bertujuan membebaskan rakyat Palestina. Memang, menyelesaikan masalah
> Palestina akan menghadapi kerumitan tersendiri, karena banyaknya perbedaan
> dikalangan para pemimpin Palestina, dan negara-negara Arab. Tetapi,
> langkah-langkah yang dilakukan Indonesia, tetap mempunyai arti penting dalam
> kehidupan bangsa Palestina.
>
> Di Parlemen (DPR) yang menjadi Ketua Komisi I, yang membidangi
> pertahan-keamanan, luar negeri, dan intelijen dari Partai PKS, yaitu Kemal
> Stambul. Selaku Ketua Komisi I, Kemal Stambul yang mewakili Partai PKS, yang
> memilikki jargon ‘peduli’, seharusnya pula lebih memperlihatkan
> kepeduliannya, bukan hanya melakukan aksi-aksi massa dalam bentuk demo, yang
> menentang Israel, tetapi melakukan langkah-langkah koordinasi dengan
> partai-partai lainnya bersama dengan pemerintah melakukan gerakan yang dapat
> membebaskan rakyat Palestina, yang saat ini menghadapi ancaman bencana
> kematian.
>
> Tetapi, kenyataannya yang ironi, justru posisi sebagai ‘vanguard’ (pelopor)
> dalam gerakan pembebasan rakyat Palestina di Gaza, yang menghadapi blokade
> dan isolasi adalah pemerintah Turki, yang dipimpin oleh Perdana Menteri
> Tayyib Recep Erdogan, yang bukan hanya menggerakkan mesin politiknya, tetapi
> melalui media, dan lembaga-lembaga karitas yang ada di Turki, berusaha
> sekuat tenaga membebaskan rakyat Palestina di Gaza dari kekejaman dan
> kebiadaban Zionis-Israel.
>
> Turki terus memelopori di forum-forum internasional, mendorong
> negara-negara Arab, menekan Israel dan AS, serta melakukan lobi dengan
> negara-negara Uni Eropa, agar terlibat aktif dalam usaha membebaskan rakyat
> Palestina di Gaza dari kehidupan yang sangat menyedihkan saat ini.
>
> Turki mengecam dengan sangat di forum-forum internasional atas kebiadaban
> Israel yang melakukan invasi militer ke Gaza Desember 2008 yang lalu.
> Erdogan secara terang-terangan di depan Presiden Shimon Peren, saat
> berlangsung pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengkritik
> pemerintah Israel, yang dinilai telah melakukan kejahatan perang terhadap
> rakyat Palestina di Gaza.
>
> Turki yang disebut sebagai negara sekuler, dan konstitusinya masih sekuler,
> berani berhadapan dengan negara-negara pendukung utama Israel, seperti AS,
> Uni Eropa dan Rusia, menegaskan pendirian dan sikapnya.
>
> Kapal-kapal yang membawa misi kemanusia dengan membawa bantuan sebanyak
> 150.000 ton, dan sejumlah tokoh dan anggota parlemen dari berbagai negara
> berangkat dari Istambul, Turki, bukan dari Tanjung Priok, Jakarta,
> Indonesia. Kapan Indonesia mempunyai posisi paling depan dalam membela
> bangsa-bangsa yang terdzalimi, termasuk rakyat Palestina, yang sekarang ini
> dijajah dan dihancurkan oleh Israel?
>
> Turki adalah anggota Nato, dan sekutu utama AS, tetapi Turki berani
> bersikap dengan jelas, dan tidak takut menghadapi tindakan AS atas sikapnya
> yang membela rakyat Palestina yang di jajah oleh Israel. Turki berani
> membatalkan latihan perang dengan Israel yang didukung Nato.
>
> Padahal, Indonesia menganut doktrin politik bebas dan aktif, dan menyatakan
> ‘kemerdekaan’ adalah hak segala bangsa di dalam konstitiusinya. Tetapi,
> mengapa membiarkan rejim Zionis-Israel terus menjajah dan memperbudak rakyat
> Palestina? Wallahu’alam.
>
>
> --
> SUBAHAGIA TAMA
> Bank Muamalat Indonesia
> Cab. Wolter Monginsidi
> Jl. Wolter Monginsidi No 123 D-E
> Jakarta Selatan
> [email protected]
> www.muamalatbank.com
> Telp : (021) 722 6868
> Fax  : (021) 722 6776
>  
>



-- 
Salam,

Budi R Pebriadi
www.bankaltim.co.id
http://tarmansikumbang.com
www.fudhaildoank.multiply.com

Kirim email ke