Semoga kemakmuran Indonesia semakin tumbuh dan menjangkau berbagai kalangan
supaya tidak lahir dan mati Basyir Basyir lainnya

dh

---------- Forwarded message ----------
From: sunaryo adhiatmoko <[email protected]>
Date: 2010/7/18
Subject: [jurnalisme] Basyir Menggugat
To: [email protected], [email protected]




Basyir Menggugat

Basyir, kau kibarkan merah putih malu-malu
Lalu, kau jerat lehermu dengan tambang
Kau memberontak dengan caramu
Asamu telah habis, harapmu sirna
Merah putih jadi saksi
Merah putih meratap tak berdaya
Merah putih robek kebesarannya
Basyir, perlawananmu menggetarkan
Membuka topeng, betapa rapuh kebesaran bangsa
Betapa timpang kesenjangan
Betapa membatu nurani
Betapa beku empati
Basyir, maafkan kami

Tuhan, ampuni kami… Sunaryo Adhiatmoko
Pengelola sekolah rakyat, Rawa Kalong, Gunungsindur, Bogor

Semua
kita tentu merinding, dengan pilihan Muhammad Basyir (11) yang
mengakhiri hidup dengan gantung diri di Kios Pasar, kawasan Pasar
Minggu, Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu. Para tetangga mengenal Basyir
sebagai anak yang berbakti. Ia rajin membantu orang tuanya dengan
menjual kardus bekas dan ngojek payung, jika musim hujan.

Banyak
sebab, kenapa ia mengakhiri hidup di usia belia. Konon, menurut
keluarga terdekatnya, kedua orang tua Basyir kerap bertengkar karena
tekanan ekonomi. Sebagian, juga mengungkapkan keinginan Basyir yang
ingin sekolah, namun tak juga terwujud. Meski, ia pernah mencicipi
sekolah SD hingga kelas dua, di kampung halamannya, Aceh.

Di
kios tempat Basyir menjemput maut, tampak pemandangan yang
menggetarkan. Bocah yang bercita-cita jadi polisi dan dokter itu,
memancang Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan di atas atap kios. Ia,
seakan meninggalkan tanda agar ada orang menyaksikan, seorang anak
manusia begitu mengiba ingin sekolah.

Sayang,
sebagian mata kita telah buta, nurani mati, dan negara telah jadi
penguasa yang tak berdaya. Basyir mengibarkan merah putih sebagai
simbol perlawanan, betapa timpang sistem pendidikan di negeri ini.
Semua terlambat, tapi Basyir menyengat, agar tak lagi ada anak bangsa
yang jadi tumbal ketidakadilan pendidikan.

http://sunaryo-adhiatmoko.blogspot.com
http://abiwening.multiply.com

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke