Emang "Cwan" itu apa artinya Pak kalo boleh tau?
Salam hangat,
--- Pada Sel, 3/8/10, Eko Budisiswanto <[email protected]> menulis:

Dari: Eko Budisiswanto <[email protected]>
Judul: Re: External Email: --> Re: [ekonomi-syariah] Profile M. Syafi'i Antonio
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 3 Agustus, 2010, 7:34 PM















 
 



  


    
      
      
      



Ooo pantes, his middle name is "Cwan", hahahaha
 
 

----- Original Message ----- 
From:
Anton

To: 
ekonomi-syariah@ yahoogroups. com ; 
partai-keadilan- sejahtera@ yahoogroups. com ; 
fos...@yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, August 03, 2010 12:03 PM
Subject: External Email: --> Re: [ekonomi-syariah] Profile M. Syafi'i Antonio



 

Terimakasih, profile ini menjadi inspirasi.


Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network.

From: adin surachim <adinsurachim@ yahoo.com>

Sender: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Date: Mon, 2 Aug 2010 17:01:08 +0800 (SGT)
To: <partai-keadilan- sejahtera@ yahoogroups. com>; <fos...@yahoogroups. com>; 
<ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
ReplyTo: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Subject: [ekonomi-syariah] Profile M. Syafi'i Antonio



 



PROFILE M. SYAFII ANTONIO, M.Ec, Ph.D
Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (d/h Nio Cwan Chung) 



Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1967. Nama asli saya Nio Cwan Chung. 
Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut 
ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal 
ajaran Konghucu, saya juga
 mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya 
sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering 
memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah 
orang lain ini saya
 lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim. 

Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. 
Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya. Setelah itu 
saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama 
Kristen Protestan
 tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga 
memilih Islam sebagai agama.


Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap pemeluk Islam. 
Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi 
Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak 
mencerminkan
 kesempurnaan ajaran agamanya. 

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari 
banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan,keterbel akangan,dan 
kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat 
Islam sendiri.
 Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang 
kurang baik.


Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya 
kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama 
Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan 
agama-agama
 lain. Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, 
yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah, dan pendekatan nalar rasio biasa. 
Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara 
obyektif mengetahui
 hasilnya. 

Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang 
mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua 
rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu 
Tauhid. Selain
 itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Kitab 
suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan 
kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data ilmiah, dan berbagai aspek 
lainnya.


Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan komprehensif, 
meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam 
beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. 
Artinya,
 semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun 
budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya 
adalah ibadah. Selain itu,disbanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang 
memiliki system selengkap agama
 Islam.Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera 
memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.




Masuk Islam 

Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 
17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama 
Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan 
ikrar dua
 kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii 
Antonio.


Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata 
mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. 
Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, 
kain
 sarung saya sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap diri saya tak saya 
hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini 
sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil.


Alhamdulillah, perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak 
lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. 
Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari membaca 
buku,
 diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren 
an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar.


Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif 
Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke 
University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 
di international
 Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam. 

Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala 
aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu 
saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di 
yayasan inilah para
 mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari bimbingan shalat, membaca 
Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama 
Islam. (Hamzah, mualaf.com)












This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email by mistake please notify the sender
 by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorized 
use or dissemination of this e-mail in whole or in part is strictly prohibited. 
PT Federal International Finance, which has its seat at South of Jakarta, 
Indonesia, including its affiliated
 companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of 
the information contained in this e-mail nor for any delay in its receipt or 
damage to your system. PT Federal International Finance (or its affiliated 
companies) does not guarantee
 that the integrity of this communication has been maintained nor that this 
communication is free of viruses, interceptions or interference.






    
     

    
    


 



  










Kirim email ke