----- Original Message ----- 
From: "Jimmy Auw" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "banuaji" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 02, 2007 9:57 AM
Subject: Re[2]: [avifans] Re: X-OVER 3 way, was Posisi Driver


>
>>
>> Untuk mendapatkan titik potong di kisaran 3000 -  3300 Hz saya
>> harus memotong wofer di 1100 Hz dan tweeter di 4500 Hz dng 2nd  orde
>> utk kedua driver. Dan hasilnya sy masih harus membuang sedikit
>> peak pada 3 KHz. Ini bukan sekedar teori, tapi ini hasil proyek
>> iseng dng  menggunakan wofer ACR + tweeter AB 4007 krn ada tetangga
>> yg menghibahkan box +  driver yg sdh jebol.
>
> ===== Hehehe... ternyata ada juga toh yang nyadar kalo ada salah satu
> teknik tersembunyi dalam pembuatan XO... yaitu teknik "nge-gap" (membuat 
> gap antara HPF
> dan LPF)...

Pak Jim,
Itu bukan "gap". Karena biasanya begitu. Kalau XO point difefet, akan 
terjadi pejumlahan (sum) fase dan berakibat peak dan deep di mana-mana. 
Coba-coba XO-point dilakukan kalau kita tidak memiliki kurva respons setiap 
driver.

Contoh RAHASIA dari salah satu proyek saya:
1. Data driver speaker tidak tersedia
2. Saya melakukan pengukuran T/S pada midbass
3. Saya melakukan pengukuran tanggapan frekuensi terhadap midbass dan 
tweeter
4. Didapat kurva kedua driver yang "masyaAllah, peak 6 dB di 5k (midbass) 
dan peak 6dB juga di 1k8 (tweeter). Kedua driver adalah impor.
5. Untung SPL rata-rata keduanya relatif sama 88dB
6. Namun saya melihat kecenderungan f-2 pada SPL misbass, mulai 500Hz ke 
bawah. Sementara pada tweeter ada tanda-tanda peak sekitar f+3 di kisaran 8k 
dan 15k; Saya menganggap kedua hal ini adalah "cacat bawaan driver". Karena 
saya tidak bermaksud membuat satu unit untuk dipakai sendiri, maka saya 
menyebut simptom ini sebagai "bagian dari pekerjaan para tweakers nantinya", 
hehehe...
7. Oh ya, XO harus menggunakan 12dB/octave karena PCB sudah terlanjur dibuat 
(sekitar 5.000 pcs, LJ-007).
8. Dari kurva respons (nomor 3), saya memutuskan XO point berikut ini. 
Bagian atas mulai saya hajar pada 3k5. Dengan slope 12dB, logika elektriknya 
saya mampu meredam peak pada 1k8. Pada bagian bawah, seharusnya saya bisa 
menjungkirkan (roll off) pada 2k5.
9. Dari asumsi (8), desain XO electric pun dibuat dengan formula 
butterworth. Di dapat, HPF dengan 5,36uF/0,39mH; LPF 7,5uF/0,54mH. Namun 
feeling saya bicara, akan lebih pas kalau di-cut pada 4k dan 2k-1k5 (HPF: 
4,7uF/0,34mH; LPF: 9,38uF/0,68mH).
10. Untuk bukti, kedua versi dibuat dan sama-sama diuji kuping. Alhasil, 
versi I cocok untuk HT (home theatre), versi II cocok untuk musik (note: 
saya melakukan AB test dengan flat SS amp 2x100 watt; dan bukan dengan tube 
2A3 yang cuma 2x3,5 watt).
11. Mulai melakukan pekerjaan akustik. Pengukuran akustik dilakukan dengan 
ATB Precision (RTA buatan Jerman, banyak dipercaya para desainer di Eropa). 
Jarak ukur saya ambil jarak dengar yang umum untuk ruang kecil atau net 
2-2,5 meter) dengan mengabaikan segala tetek bengek room accoustic 
treatment, juga mengabaikan pengukuran laboratoris yang ribet seperti harus 
1 meter, harus 1 watt, dan harus on-axis or off-axis. Saya mau dia terukur 
pada posisi dengar, dan itu bukan pada jarak 1 meter, kan?
12. Versi III pun dibuat dan diuji kuping. Hasilnya? Lebih PD, hehehee... 
Dia bisa berdendang untuk beberapa keperluan.
13. Pada ketiga versi tsb, ada atenuasi pada HPF sekitar -3dB, dan saya 
memilih single R di jalan masuk sebelum C HPH. Pada versi sebelumnya, saya 
memakai model Rs+Rp di belakang filter sebab tweeternya bergejala liar.

Pesan yang ingin saya sampaikan dari catatan RAHASIA ini adalah, andai 
sedari awal tahapannya bisa seideal ini maka saya tidak perlu mengerjakan 
proyek-proyek dengan begitu lama. Mengapa saya menyebut ke-13 poin ini 
sebagai tahapan cukup ideal, karena dilakukan:
1. Bekerja dengan data memadai
2. Bekerja dengan perhitungan memadai
3. Dilakukan uji akustik kuping (mudah-mudahan memadai)
4. Dilakukan uji akustik instrumen (yang mudah-mudahan memadai)

Yang berbeda hanyalah ASUMSI yang digunakan serta "RENCANA PERUNTUKKAN" yang 
sudah lebih dahulu saya notes (yang lebih banyak ke pertimbangan ekonomi). 
Sekali lagi, saya tidak melakukan pendekatan "at all cost" pada proyek ini, 
kecuali terhadap "waktu saya" dan "kesabaran saya".

So, berapa nilai XO versi III (versi akustik?) Ada sedikit penyesuaian. HPF 
tetap dengan C 4,7uF namun L-nya turun lebih kecil. LPF sama dengan versi II 
yaitu C tetap 10uF, L-nya naik jadi lebih besar. Untuk keperluan accoustic 
adjustment, saya menambahkan sebuah R pada C LPF; sehingga tidak C murni 
tetapi C+R.

Semoga berguna.

Salam,
[EMAIL PROTECTED]
Gudang online saya dapat ditengok di 
http://www.flickr.com/photos/langsungjadi 



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ELPOP-Audio/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ELPOP-Audio/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke