Mengapa produk Hi-End mahal ?
Ada beberapa sebab baik teknis maupun ekonomis.

Dari segi ekonomis, barang Hi-end jarang diproduksi dalam skala besar, seperti consumer produk lainnya, sehingga production cost jelas akan lebih tinggi
Perhitungan production cost standard :
Material Cost + Depresiasi alat + Engineering cost + Other cost + Profit
Material cost tergantung dari quantity.
Beli 1 dioda di Harco bisa Rp. 5,000, kalau beli yang gulungan (1000 unit/gulung), per unit bisa jatuh Rp.100
Produk Consumer itu tidak melakukan test komponen 100%.
Hi-end produk biasanya satu persatu komponennya ditest.

Depresiasi Alat yang dipakai akan lebih kecil bila meproduksi 100 unit perhari dibanding 1 unit perhari... Engineering cost biasanya 8-12%, kalau yang ngerjain cuma 1 atau 2 orang , engineering cost nya bisa 50% atau lebih...
Profit consummer product tidak bisa besar, max 30%, karena faktor persaingan.
Profit Hi-end ? Suka-suka...

Sedikit mengenai speaker.
Kenapa ada speaker yang menurut kita "tongkrongannya" biasa-biasa aja, tapi harganya mahal ?
Pernah denger istilah telinga "hi-end" ?
Salah satu pemiliknya tuh, Mas Alex.
Bisa membedakan frekuensi dan phasa suara secara detil.

Simpel nya gini
Audio signal masuk ke terminal speaker, dari situ dia masuk ke Cross over.
Dibagi 3 jalur (three way) atau 2 (two way).
Banyak orang sepele dgn cross over, tetapi justru disinilah kunci dari suara Hi-end.

Signal 1 khZ masuk cross over, lalu hasil suara di woofer dan tweeter dilihat perbedaan fasanya. Cross over yang baik adalah kedua output yang keluar dari tweeter dan woofer tidak mengalami pergeseran fasa. Geser-geser phasa inilah yang membuat speaker satu dengan yang lainnya tidak sama didengarnya.
Lalu ditambah efek dari enclosure (box) speaker.
Rumus sudah ada, tapi banyak para DIY'ers membuat speaker dengan "feeling",
Bikin kotak, kasi lobang, masukin pralon (untuk Port) . JADI !
Percayalah, para pembuat speaker Hi-end, mereka menghitung benar volume enclosure yang disesuaikan dengan drivernya.
Terakhir kualitas drivernya sendiri.
Jenis konduktor yang dipakai, material konus, magnet yang balance, dst.

Hi-end memang selalu lebih mahal.
Tetapi issue Over Value juga tidak bisa ditampik begitu saja.
(Faktor profit suka-suka tadi....)
BOSE di Amerika sendiri sudah terkenal sebagai speaker over valued.
Banyak produk dengan kualitas setara BOSE yang harganya jauh lebih murah.

At the end
It is up to you guys.

rgds
B/

Lex, kapan kumpul lagi nih ?








At 10:07 AM 18-04-07, you wrote:


----- Original Message -----
From: "Ragil Hastomo" <<mailto:hastomo%40sidoarjo.indo.net.id>[EMAIL PROTECTED]> To: <<mailto:avifans%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED]>; <<mailto:elpop-audio%40yahoogroups.com>[email protected]>
Sent: Saturday, April 14, 2007 1:29 PM
Subject: [ELPOP-Audio] Dali loudspeaker seharga 1380 Euro

> Dear bapak-bapak;
>
> saya barusan browsing di tnt-audio.com, dan nemu artikel tentang DALI
> Concept 10 Speakers. Disitu tercantum harganya 1.380 Euro, kalau 1 Euro =
> IDR 12.500 maka harganya dalam IDR = 17.250.000.
>
> Tapi kalau dilihat sepintas, speakernya kok sama dengan speaker lokal
> kita, merk Curve (Sinar Baja), atau Audax Jordan. Mulai dari frame yang
> baja/besi pres, bukan alloy cetak solid, besar magnet juga kira-kira sama.
> Bedanya Dali ada magnetic shielding. Box-nya kalau pesen ke tukang mebel
> paling 1 juta sepasang (???)
>
> Kira-kira apa ya pak yang menjadikan Dali mahal, jangan-jangan yang mahal
> hanya goodwill aja.
>
> gambarnya saya attach, atau bisa liat di:
> <http://www.tnt-audio.com/jpeg/dali_driver.jpg>http://www.tnt-audio.com/jpeg/dali_driver.jpg

Pak Ragil Hastomo,
Ini sebuah cerita yang saya baca, lupa di mana. Kejadiannya di luar negeri.
Ada seorang distributor (atau toko, saya lupa) perangkat audio hi-end. Dia
pernah state begini kurang-lebih: "...Barang-barang hi-end harusnya nggak
semahal ini. Sebagian sudah over-valued..."

Suatu ketika dia masuk juga ke produksi barang hi-end dan membuat merek
sendiri (juga saya lupa merek-nya). Dalam suatu wawancara dengan media, dia
berujar, "...Memang barang-barang hi-end tidak bisa dijual dengan harga
murah...".

Saya tidak memahami sepenuhnya apa makna dari cerita ini. Silakan saja
memaknainya sendiri-sendiri. Semoga berguna.

Salam dari Cibubur,
<mailto:alex%40langsungjadi.com>[EMAIL PROTECTED]
Gudang online saya:
- View all: <http://www.flickr.com/photos/langsungjadi>http://www.flickr.com/photos/langsungjadi - View by category: <http://www.flickr.com/photos/langsungjadi/sets/>http://www.flickr.com/photos/langsungjadi/sets/


<<attachment: 4c619885.jpg>>

Kirim email ke