Korban Racun.
Merek Racun : YUSTINUS SL
Pabrik racun : Bandung 

  ----- Original Message ----- 
  From: dino_ary 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, November 19, 2008 4:56 PM
  Subject: [ELPOP-Audio] Re: 1875 vs branded amp


  Walah... rencana mau protes sudah dibungkus oleh Ki Didik Gondrong 
  dengan statement "(jangan ngomong tendangan bass)" ... jadi pengen 
  ngrakit LM1875.... ihik...

  --- In [email protected], "Didik W. Adhi" 
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Memang 1875, terutama kalau pakai catu Batery....suarane 'ngedap 
  edapi' (bhs Jawa : luar biasa membuat ciut hati orang) terutama 
  dengan speaker effisiensi tinggi (jangan ngomong tendangan bass).
  > Vokal dan musikaliti-nya memang bukan yang biasa saja ........ 
  apalagi mengingat biaya-nya. Tak sebanding dengan suaranya = biaya 
  1, mutu suara 5.
  > salam, dwa
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Yustinus 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Wednesday, November 19, 2008 9:52 AM
  > Subject: [ELPOP-Audio] 1875 vs branded amp
  > 
  > 
  > 
  > Cuma sekedar sharing aja kenapa saya cinta stenga mati ama 1875 
  ini.
  > 
  > Salah satunya dan ini yang terutama, kualitas suaranya bener2 
  luarbiasa.
  > 
  > Ini pengalaman pribadi yang saya langsung dengerin sendiri, pake 
  kuping sendiri (ya iyalah...masa pinjem kuping oom gond....gimana 
  nyabutnya? huehehehee...).
  > 
  > Barangkali ada yang pernah tau amplifier Threshold 500 Stasis? 
  Mudah2an saya ga salah tulis tipenya. Biasanya kalau suka merhatiin 
  technical recording specification di cd rekaman Telarc? Ampli ini 
  biasanya dipake sama Telarc. Saya udah pernah denger 1875 bikin 
  ampli Threshold ini jadi kaya compo aja layaknya. Sulit percaya? 
  Percayalah..... (emangnya Ripley's-Believe it or not...hihihi). 
  Racikan 1875nya memang dirahasiakan karena produk kelas atas dari 
  salah seorang suhu diy audio kenalan saya di bandung yang ga suka 
  publikasi. 
  > 
  > Trus kemaren udah cerita juga, waktu pengalaman perkenalan 
  pertama saya dengan gainclone, 3875 waktu itu. Dimana si 3875 bisa 
  menyaingi, bahkan pada point2 tertentu bisa lebih baik daripada 
  ampli Pass Aleph 5 yang bukan ampli sembarangan. Secondnya aja ga 
  cukup ditebus dengan angka 10jeti. Pass-Aleph 5 barunya kalo ga 
  salah di kisaran angka $3000. Waktu itu 3875 dirakit hard-wiring, 
  trafo toroidal maryland usa, capacitor psu BG 1,000uf, R fb caddock, 
  R ground riken. Untuk kontrol bass waktu itu, 3875 masih sedikit 
  kalah dibanding pass-aleph, diduga karena rms dari pa5 yang hampir 
  2x-nya, tapi segi lainnya, emosi, detail, speed, 
  timing.....blahhh.... istilah2 yang bikin bingung kalo ditulis, tapi 
  nyata terdengar.... 3875 udah melewati pa5 waktu itu. Makanya sejak 
  itu dimulailah petualangan saya di belantara gainclone yang ga 
  kunjung selesai sampai sekarang. Teman yang punya pa5 ini akhirnya 
  juga akhirnya ngelepas pa5-nya karena toh akhirnya gc-nya dia udah 
  melewati pa5.
  > 
  > Itu dua diatas, adalah murni pengalaman saya dengar sendiri. 
  Oya, tentunya perangkat pendukung spt speaker yang dipake waktu itu 
  juga ga main2, source hingga kabel semuanya bukan barang sembarangan 
  (dan so pasti ga murah). Waktu denger di prangkat yang ampli 
  Threshold, speakernya MBL, tipenya lupa. Speaker jerman yang bagus, 
  detail. Harganya sekitar 40jt-an sepasang. 3-way, woofernya 'cuma' 
  4in..... dibilang cuma, karena bikin kaget saya waktu saya buka 
  grillnya (cinta pertama saya dengan audio adalah di speaker, sampe 
  sekarang). Lownya nyampe 40hz dengan gampang. Di sistem pass aleph, 
  speakernya Tannoy Turnberry, seri atas Tannoy, sekeluarga dengan 
  seri Kingdom tapi paling bawahnya. Speaker keren luarbiasa, 
  finishing bak furniture mewah berkelas seperti lemari bufet jaman 
  dulu tapi ga terkesan buluk, driver dual-concentric.
  > 
  > Yang pengalaman sahabat diy-saya (bukan kuping saya sendiri), ga 
  kalah asiknya. Temen yang bikin 3875 yang ngalahin pa5 itu akhirnya 
  juga bermuara ke 1875, dan 1875nya dia dibawa tanding ke beberapa 
  tempat, salah satunya toko audio terkenal di bandung, milik salah 
  seorang dedengkot hi-end. Di sana 1875 dapet kesempatan bertanding 
  lawan amplifier gamut monoblok, dengan source dari vinyl, speakernya 
  saya lupa, tentunya bukan kelas sembarangan lah. Dan 1875 disana 
  bikin bengong sang pemilik toko....hiehehehe....
  > 
  > Yang terakhir kemaren ini, ya yang punya ampli prodigy monoblok 
  100w x 2, dengan spiker Revel F32, minta supaya gainclonenya 
  ditinggal aja....huehehehehehe....... Dia pake source Mark Levinson 
  No.29 dengan preamp Mark Levinson Reference 1. 
  > 
  > jadi...... ya gitu deh....... hehehehe.......
  > 
  > selesai 
  > *racun mode off*
  > 
  > salam,
  > yus
  >



   

Kirim email ke