Pak Dedi, Memang YUMEN sangat populer. Kalau anda tidak terlalu 'banyak menuntut', dengan adanya rak buku di dinding plus variasi gorden, kemudian plapon dengan gipsum dibuat tidak flat (terserah anda mau model susun atau bertangga atau segitiga tangga), sudah cukup efektip meredam pantulan dan bass tdak boomy. Kalau jendela dan pintu-nya kayu..., mengingat kayu sekarang yang 100% kering / oven itutidak ada, diperlukan kesabaran tukang kayu pada saat menyetel pemasanggannya. Biarkan kondisinya sangat rapat sampai sukar utuk dibuka dan ditutup, biarkan kondisi tidak nyaman itu selama 3 bulan. Setelah tiga bulan, bagian yang masih mengganjal, di rapikan dengan amplas (jangan menggunakan serutan). Nanti akan dihasilkan jendela dan pintu yang sangat rapat sehingga kalau ada exhaust fan diruangan itu, maka jendela dan pintu itu akan sukar dibuka karena terhisap. Itu tip sederhana...yang sudah barang tentu tidak berlalku bagi yang sedng menyiapkan ruang dengar secara khusus dan serius dengan dana yang besar (it would be out of this discussion) salam, dwa ----- Original Message ----- From: Dedi To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, December 03, 2008 10:24 PM Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re: [avifans] Bahan untuk peredam ruangan (akustik ruangan)
thanks pak alex atas penjelasannya, konsentrasi saya sebenernya lebih meningkatkan kinerja suara, tapi kebisingannya tetep harus diturunkan (walaupun bukan prioritas). Diffuser ini ternyata emang perlu ya...padahal kalau dilihat2 rasanya kok cuma begitu ya hehhehe Yang menarik pak alex tidak menyebutkan dinding yang harus dikasih peredam, dengan dinding batu bata saja sepertinya masih banyak pantulan kemana2 yah? Kemaren saya search ke internet, ada produk lokal yang cukup bagus..namanya yumen board..ada teman2 disini yang memakai bahan ini? thanks, Dedi --- On Wed, 12/3/08, Alexander <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Alexander <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [ELPOP-Audio] Re: [avifans] Bahan untuk peredam ruangan (akustik ruangan) > To: [email protected] > Date: Wednesday, December 3, 2008, 6:06 AM > Pak Dedi, coba saya bantu. > > Kalau saya, jangan langsung otak-atik dinding dan > langit-langit, kos > besar dan belum tentu bermanfaat. > Biasanya kita ketahui dulu apa yang kurang. Perhatikan > ukuran ruang, > tes "tepuk tangan" dan amati gaung-nya kalau ada. > Kalau tak ada, kita > bisa melangkah lebih ringan. > > Tahap pertama yang mudah dilakukan namun memberikan efek > yang > langsung terasa (terutama pada staging) adalah dengan > memasang panel > difuser di tengah belakang. Dia ini ibarat > "jangkar" yang tampaknya > perlu ada (saya menghindari istilah harus). > > Tahap berikutnya, perhatikan apakah ada gejala problem di > low > respons? Boomy, over, kabur (signature), atau lainnya. Dari > sana kita > bisa kira-kira apakah memerlukan basstrap, mengubah posisi > dengar > atau posisi speaker. Namun sebelum lebih jauh, perlu > dijawab dahulu > apakah tujuan treatment ini? Agar "tak terdengar > hingga di luar room" > atau untuk "meningkatkan kinerja suara"? Dua hal > yang saya kira > berbeda pendekatan. > > Itu dulu, kita diskusikan lagi... Ada rekan yang bisa > menambahkan? > > Alex > > ----- Original Message ----- > From: Dedi > To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, December 02, 2008 3:31 PM > Subject: [avifans] Bahan untuk peredam ruangan (akustik > ruangan) > > > > halo bapak2 sekalian, > > mau tanya nih, saya mau renov rumah..mumpung lagi renov > saya mau > benerin akustik ruang saya... yang saya mau pasang adalah > di dinding > terus kemudian di ceilingnya. Kira2 untuk bahannya memakai > bahan apa > ya? kalau ada yang tau dimana belinya jauh lebih bagus... > > Terimakasih, > Dedi
