>>>>>Pertanyaan berikut-nya. Suara pH itu kalau dibanding kaset atau cd >>>>>bagaimana perbandingan-nya.
First of all, kita tinggalkan kaset ya... ga level kata anak-anak ABG..he..h.e.. Jawabannya sangat subjektif tergantung kuping masing-masing (kepekaan) dan/atau minat tonasinya (bass, treble, deeper, warm, cool, etc). Itu baru bicara hal yg subjective, sementara hal yg objective juga ada, yakni: 1). Mau dibanding dgn cd vs PH yg kualitas gimana? Saya ga main CD, tapi saya memang tahu ada. HDCD. Sementara utk PH saya tahu banyak bahwa pressing itu ada berbagai jenis mulai dari: a. 180 gram, 200 grams? (kalau bicara berat vinyl), b. normal or half speed master? (bicara masteringnya), c. shellac, poly, virgin vinyl? (bicara bahan pembuat vinyl), d. 33 or 45 rpm (bicara putaran PH), e. LP or EP or Single 12"? (bicara durasi piringan), f. dll. Setiap item di atas mempengaruhi kualitas suara. Dan piringan yg beredar (walau albumnya sama) dikemas dengan variasi ietm-item di atas. Misalnya, kita bisa beli PH Rolling Stones "Sticky Fingers" yg dicetak 200 grams dgn half speed master di atas pringan virgin vinyl pada putaran 33 rpm dalam kemasan LP (ps: ini contoh PH Rolling Stones keluaran MFSL). Untuk yg di atas harganya (dulu) berkisar $49 Tapi album yg sama ada yg harganya $25 dikemas dalam produk massal. (yakni: dicetak 150 grams dgn normal speed master di atas pringan poly vinyl pada putaran 33 rpm dalam kemasan LP (ps: ini contoh keluaran label aslinya ABCKO). Itu belum seberapa, bisa saja album itu dicetak pada top of the top dari yg ada yakni semua yg dilakukan oleh MFSL (lih atas) hanya pada putaran 45 rpm dalam kemasan Single 12" (alias 1 album dipecah menjadi 4-5 piringan, tergantung jumlah lagu, karena satu side hanya 1-2 lagu saja). Untuk yg begini, harganya ...he...he... luuuuar biasa...! Sebagai gambaran album Harry Belafonte "Carnegie Hall" dipecah menjadi 5 piringan dengan price list >$150 Sekarang mau bandingin yg cetakan mana?.... terus terang ...buat saya yang telinga pangsit...keluaran label umum (massal) saja sudah di atas CD (massal). 2). Uji tandingnya di player kelas mana? Untuk sound system penghasil suara (i.e ampli, power, speaker) bisa menggunakan alat yg sama, tapi untuk playernya, CD dan PH (Turntable) adalah masing-masing. Saya tahu CD player ada yg harganya Rp 250 rb (gabung sama VCD) tapi juga ada yg puluhan juta. Begitu juga Turntable ada yg hanya $90 ada yg sampai 4 digit. Untuk Turntable, harga 4 digit abru bciara player, semantara jarum dan cartrdige bisa tersendiri lagi. Tapi buat saya, turntable basic yg harganya $250-300 semodel Project Debut atau Rega Plannar dengan jarum Micro, sudah memadai. Dan jika ditandingin dengan CD Player yg berharga $1000 .... tetap menang! >>>>Kalau bicara level, berapa level meninggalkan kaset atau cd. So, to sum up, Pertandingan uji dengar antara CD vs PH tidak akan bisa dilakukan secara orange to orange basis karena hal-hal di atas. Tapi kalaupun harus bicara levelnya, maka saya akan bilang "jika kondisi software (kepingan CD dan kepingan Vinyl) memakai produk massal dan diputar pada player basic dengan sound system yg sama pada gain yg sama, maka scorenya adalah PH : 8 vs CD: 6.5. Itu pendapat saya, yang lain...Pa Wiyono?, Pa Didik? O ya sekalian promosi ...jangan lupa kunjungi www.winbert.co.cc untuk urusan software piringan hitam ...he..h.e... (atau juga website yg dibawah, bisa juga). cheers, winbert Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country, Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk koleksi langka. List tersedia!!
