Saya kutip pernyataan ini untuk topik baru. Apakah ada hubungan antara desain trafo daya dengan sonic? Topik bagus untuk berbagi.
Komentar saya, benar ada hubungannya. Ini sekaligus membuka rahasia dapur LJ. Dari pengalaman, sebuah trafo daya dengan perhitungan gauss maksimal biasanya akan bersuara lebih dinamis (cara awam, trafo akan sedikit lebih hangat), dibandingkan trafo daya yang perhitungan gauss-nya sedikit dilonggarin (cenderung suam kuku saja). Ini, saya garis bawah, pada kasus vacuum-state audio. Pada solid-state audio saya belum mengamati hal ini. Mungkin ada yang sudah mengamati? Pengalaman ini membuat saya dan tim suka mengatur atau mencocokkan trafo daya dengan karakter sirkuit atau tipe lampu. Lampu 6111 (sub-miniature pada MiniMax 8) menurut saya berkarakter sopan, lembut. Saya buatkan trafo daya PT-01B yang sedemikian sehingga mengkompensasi kelembutan 6111 dengan kedinamisan catu daya. Saya tidak tahu apakah kasus ini serupa dengan yang dialami rekan-rekan lain yang sudah mencoba M8 dengan PT-01B. Kedua, pada power choke (PC), choke loaded (CL), power output transformer (OT) for single-ended amp, maupun line output transformer (LOT), yang biasanya menerapkan air-gapped serta susunan lempeng E dan I tidak berselang-seling, sisi manakah yang terenak untuk dijadikan bottom? "E"-nya kah atau "I"-nya kah? Ketiga, manakah posisi duduk PC, CL, OT, LOT yang paling enak? Apakah tidur alias rebah dengan satu konde masuk ke bawah chassis, atau pada posisi X, Y, Z? Diskusi kelas atas? Hehehehe.... Ampun, sobat. So, silakan sharing or bertanya. Tetap take n give. Salam dari Cibubur, Alex LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com ----- Original Message ----- From: Yustinus To: [email protected] Sent: Wednesday, December 24, 2008 4:18 PM Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re: Fw: cara ukur output ke speaker herannya, overrating trafo punya nilai lebih ke suara juga, biasanya low freq/bass lebih kontrol dan lebih bertenaga. salam, yus
