Daftar berita terlampir:
* Greenpeace Desak Ubah Arah Pembahasan Pertemuan PrepCom
* ''Good Governance''Jadi Isu Sentral
* Indonesia Hindari Topik Kontroversial
* Emil Salim Tidak Puas dengan Dokumen Negosiasi
* Aktivis Greenpeace Pantau PrepCom IV
* Pemerintah Rangkul LSM dalam PrepCom IV
* Indonesia Melobi Keringanan Utang pada PrepCom IV    
* PrepCom IV Dimulai, Pengamanan Diperketat
* Kompetisi Dua Paradigma
* Globalisasi Bukan Ancaman Pembangunan Berkelanjutan
* Kemacetan Perundingan dan Festival Kemunafikan
* Madu di Tangan Kanan, Empedu di Tangan Kiri
* Delegasi Israel Mungkin Hadir di PrepCom IV WSDD
* Nabiel Makarim Sempat Dihadang Petugas Keamanan PBB


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Greenpeace Desak Ubah Arah Pembahasan Pertemuan PrepCom
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4100
Negara-Negara Maju Selalu Diuntungkan

Indonesia didesak mengambil inisiatif, mengubah arah pembahasan pertemuan Komite 
Persiapan IV untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pembangunan Berkelanjutan (PrepCom 
IV WSSD).

Pasalnya, selama dua hari dalam pertemuan Senior Official Meeting (SOM) hanya 
menguntungkan negara maju yang bersikap alot merumuskan program kerja dan pembiayaan 
dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
(Media Indonesia, 2002-05-29)



''Good Governance''Jadi Isu Sentral
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4104
Meskipun isu yang berkembang di luar sidang dalam pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) 
IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) di Bali lebih 
banyak didominasi oleh kelemahan dokumen Chairman's Text, ada dua hal besar yang 
menjadi pokok pembahasan selama persidangan, yaitu cara- cara implementasi (means of 
implementation) dan tata pemerintahan yang baik (good governance). Dalam konferensi 
pada Selasa (28/5) petang, anggota delegasi Indonesia untuk Kelompok Kerja II, Djumala 
Darmansjah, mengatakan, means of implementation dirasa akan menjadi pembahasan alot, 
terutama yang menyangkut pembahasan pendanaan, perdagangan, dan kondisi eksternal. 
Namun, anggota delegasi lainnya yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, 
Amerika Serikat (AS) tidak mau membicarakan means of implementation kalau isu good 
governance tidak dibicarakan lebih dulu.
(Kompas, 2002-05-29)



Indonesia Hindari Topik Kontroversial
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4093
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Nabiel Makarim menyatakan, Indonesia 
berusaha semaksimal mungkin menghindari pembahasan hal-hal yang kontroversial dalam 
perundingan-perundingan selama proses Pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV mengenai 
Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) di Bali.

Hal ini senada dengan Ketua Delegasi Indonesia untuk PrepCom IV, Dorodjatun 
Kuntjoro-Jakti. Dalam pertemuan tertutup dengan organisasi nonpemerintah (NGO), Minggu 
(26/5) petang, di ruangan Delegasi Indonesia di Bali International Convention Centre 
(BICC), Dorodjatun, seperti dikutip oleh Nur Amalia dari kelompok utama Perempuan, 
menyatakan, yang paling penting dalam pertemuan PrepCom IV adalah bagaimana 
mengamankan posisi Indonesia. 
(Kompas, 2002-05-28)



Emil Salim Tidak Puas dengan Dokumen Negosiasi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4094
Ketua Komite Persiapan (PrepCom) Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan 
Berkelanjutan (WSSD) Prof Dr Emil Salim tidak puas dengan dokumen negosiasi yang 
dihasilkan dalam pertemuan Komite Persiapan III di New York, Mei 2002. Dokumen yang 
dikenal sebagai Chairman's Text dan sedang dinegosiasikan dalam PrepCom IV ini diakui 
Emil Salim sebagai hasil kompromi untuk merefleksikan keinginan semua negara anggota.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers usai acara pembukaan persidangan PrepCom IV, 
Senin (27/5), di Denpasar, Bali, sekaligus menegaskan pernyataan Remy Parmentier dari 
Greenpeace Internasional dalam pertemuan organisasi nonpemerintah (NGO) dengan 
wartawan sejam sebelumnya, bahwa dokumen itu lemah. 
(Kompas, 2002-05-28)



Aktivis Greenpeace Pantau PrepCom IV
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4105
Puluhan aktivis lingkungan Greenpeace yang dikenal sangat militan hingga Selasa (28/5) 
masih berada di Pelabuhan Benoa, Bali. Para aktivis ini datang Senin (27/5) sore 
menumpang Kapal Arctic Sunrise. Uniknya, kehadiran para aktivis Greenpeace ini 
mendapat sambutan meriah dengan disuguhi tarian Bali dan pengalungan bunga. Padahal, 
mereka biasanya dijaga aparat keamanan dan tidak jarang diusir kalau melakukan aksi di 
suatu negara.

Sementara dalam agenda pertemuan yang berlangsung Selasa (28/5) ini akan berlangsung 
diskusi-diskusi yang menyangkut kebijakan pembangunan berkelanjutan dari masing negara 
peserta (Sustainable Development Governance-SDG). Sedangkan pada sore hari dilanjutkan 
dengan diskusi serta pertemuan mengenai SDG sesuai dengan sudut pandang peserta 
berikut implementasi dokumen. Sedangkan di ruang auditorium digelar Wind Power for the 
World yang dilaksanakan oleh dari Greenpeace International.
(Suara Pembaruan, 2002-05-28)



Pemerintah Rangkul LSM dalam PrepCom IV
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4107
Untuk menyamakan langkah dan strategi sebelum bernegosiasi dengan delegasi mancanegara 
dalam pertemuan tingkat menteri atau Preparatory Committee (PrepCom) IV di Bali 
sebagai persiapan akhir penyelenggaraan KTT Pembangunan Berkelanjutan, delegasi 
Indonesia akan menjalin komunikasi dengan kelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Hal itu merupakan tekad delegasi Indonesia yang diputuskan saat PrepCom IV dimulai 
Senin (27/5) di Nusa Dua, Bali. Hadir mewakili delegasi RI antara lain Menko 
Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) 
Nabiel Makarim, dan Ketua Tim substansi delegasi RI Makarim Wibisono.
(Suara Pembaruan, 2002-05-28)



Indonesia Melobi Keringanan Utang pada PrepCom IV    
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4113
Sidang Komite persiapan Bagi KTT Pembangunan Berkelanjutan (PrepCom for World Summit 
on Sustainable Development) juga dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mendekati 
negara-negara pendonor Indonesia seperti Jepang, Masyarakat Eropa, Amerika Serikat 
serta beberapa negara lain seperti Norwegia dan Australia untuk menjadwal kembali 
utang Indonesia.

Hal ini terungkap saat Menteri Lingkungan Hidup RI Nabiel Makarim yang juga salah 
seorang anggota delegasi RI yang mengikuti SOM (senior official meeting) Indonesia 
melakukan jumpa pers hari Senin(27/05) sore di Jakarta Room, BICC.
(Sinar Harapan, 2002-05-28)



PrepCom IV Dimulai, Pengamanan Diperketat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4083
Komite Persiapan IV (PrepCom IV) Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan 
Berkelanjutan (WSSD) mulai bersidang hari Senin (27/5) ini sampai 7 Juni 2002, 
membahas sejumlah faktor utama yang mempengaruhi implementasi pembangunan 
berkelanjutan. Mulai dari penghapusan kemiskinan, perlindungan, konservasi sumber daya 
alam dan daya dukung lingkungan, sampai ke pertumbuhan ekonomi dalam rezim pasar 
global. Pertemuan di Bali tersebut akan menyelesaikan dua rancangan dokumen, yaitu 
Program Aksi (the Programme of Actions) dan Deklarasi Politik (the Political 
Declaration), sebagai pernyataan kelanjutan dukungan terhadap tujuan-tujuan Agenda 21.
(Kompas, 2002-05-27)



Kompetisi Dua Paradigma
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4084
PARADIGMA pembangunan berkelanjutan tidak bisa menjawab semua persoalan yang 
disebutkan di atas. Namun, menurut Martin Khor dari Third World Network dalam 
Globalization and the Crisis of Sustainable Development (2001), paradigma pembangunan 
berkelanjutan harus diberi kesempatan untuk diujikan dalam penerapan Agenda-21.

Sayangnya, yang terjadi justru rivalitas dengan paradigma globalisasi, yang sebenarnya 
sudah ada sebelum KTT Bumi 1992. Globalisasi mendapatkan lembaga resminya dengan 
berbagai ruang yang lapang di dalam perjanjian- perjanjian WTO. Perjanjian-perjanjian 
WTO ini merupakan rival dari berbagai bab Agenda-21 dan Deklarasi Rio.
(Kompas, 2002-05-27)



Globalisasi Bukan Ancaman Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4085
Globalisasi bukan merupakan ancaman bagi pembangunan berkelanjutan (sustainable 
development), karena prinsip- prinsip environment on trade telah dibicarakan pertemuan 
setingkat menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Doha, Qatar, November 2001.

Dalam dokumen PrepCom IV (Chairman Text) yang akan dirundingkan di Bali, masalah 
tersebut ditegaskan kembali secara lebih rinci. "Antara globalisasi dengan sustainable 
development harus saling mendukung," ujar Ketua Panitia Preparatory Committee dan 
World Summit on Sustainable Development Prof Dr Emil Salim.
(Kompas, 2002-05-27)



Kemacetan Perundingan dan Festival Kemunafikan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4086
ACARA organisasi-organisasi nonpemerintah Global Forum yang dilangsungkan di Flamengo 
Park, sekitar 40 mil dari Rio-Centro memberikan gambaran terpisahnya masyarakat sipil 
dari pemerintah dan institusi-institusi internasional dalam UNCED (KTT Bumi) 1992 di 
Rio de Janeiro. Forum yang bermarkas di Hotel Gloria, sebuah hotel dengan arsitektur 
abad peralihan yang catnya sudah kusam ini boleh dibilang merupakan KTT Bumi tandingan 
yang diselenggarakan NGO. Tercatat sekitar 5.000 NGO di seluruh dunia berpartisipasi 
dalam acara itu dan lebih 600 NGO membuka stand di halaman Global Forum.

Selama dua minggu tak kurang 400 acara dan pertemuan dilangsungkan di tempat itu. Yang 
hadir pun beragam, mulai dari mantan kepala negara, pejabat negara yang masih aktif, 
tokoh-tokoh internasional di berbagai bidang, sampai para pemimpin spiritual seperti 
Dalai Lama.
(Kompas, 2002-05-27)



Madu di Tangan Kanan, Empedu di Tangan Kiri
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4087
SEPULUH tahun bukanlah waktu pendek. Berbagai hal terjadi selama itu. Di antaranya 
terjadinya krisis ekonomi di berbagai kawasan dan transisi politik dan ekonomi di 
beberapa negara, serta semakin dekat diterapkannya pasar bebas di berbagai kawasan, 
khususnya Asia (Asian Free Trade Agreement/AFTA) pada tahun 2003. Dalam sepuluh tahun 
pula proses liberalisasi perdagangan, keuangan dan investasi, serta globalisasi dalam 
pengambilan keputusan berlangsung dengan amat cepat, sehingga membuat banyak negara 
berkembang terperangah karena tidak siap pada dampaknya.

Bagi negara berkembang, perdagangan dengan negara lain merupakan unsur yang krusial 
dari seluruh strategi pembangunan untuk pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan. 
Perdagangan juga memberikan sumbangan besar bagi terciptanya lapangan kerja dan 
pemenuhan kebutuhan rakyat di bidang makanan, kesehatan, pendidikan, dan segala hal 
dalam konteks keberlanjutan lingkungan.
(Kompas, 2002-05-27)



Delegasi Israel Mungkin Hadir di PrepCom IV WSDD
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4073
Delegasi Israel kemungkinan besar akan hadir dalam Pertemuan Kompiter Persiapan untuk 
KTT Pembangunan Berkelanjutan (PrepCom IV WSSD) di Nusa Dua, Bali pada 27 Mei - 7 Juni 
2002.

Namun, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, meminta masyarakat Indonesia 
tidak mempermasalahkan kedatangan delegasi Israel dalam acara itu.

''Ini acara PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa), jadi kita harus menerima konsekuensi 
sebagai tuan rumah, di mana anggota PBB meliputi seluruh negara di dunia, termasuk 
Israel," kata Dorodjaton, selaku Ketua Panitia Nasional PrepComm IV WSSD, usai upacara 
pengibaran bendera PBB dan Indonesia di halaman Bali International Convention Centre 
(BICC) Nusa Dua, Ahad [26/5/2].
(Republika, 2002-05-26)



Nabiel Makarim Sempat Dihadang Petugas Keamanan PBB
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4074
Ketatnya pengamanan petugas keamanan PBB di Gedung Bali International Convention 
Center (BICC)--tempat berlangsungnya sidang Preparatory Committee Meeting (PrepCom IV) 
telah membawa "korban" seorang menteri RI.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, , Minggu (26/5), terpaksa harus 
bersitegang dengan seorang petugas keamanan PBB. Nabiel nyaris tidak diperkenankan 
masuk Gedung BICC karena belum memiliki kartu identitas resmi yang dikeluarkan PBB.
(Kompas, 2002-05-26)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke