Daftar berita terlampir: * Sukun Menjadi Alternatif Pengganti Beras * Paradigma Pengelolaan SDA Perlu Diubah * 'Pengusaha Harus Peduli Lingkungan' * Agama dan Pelestarian Lingkungan
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Sukun Menjadi Alternatif Pengganti Beras http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4549 Kandungan karbohidrat dalam buah sukun tidak jauh beda dengan yang terdapat dalam beras. Setiap 100 gram sukun mentah mengandung 108 gram kalori, karbohidrat (28,2 gr), fosfor (59 mgr), dan vitamin C (17 mgr). Sedangkan dalam setiap 100 gram sukun yang berbentuk tepung, terkadung kalori 302,4 gram, karbohidrat (236,7 gr), fosfor (59 mgr), dan vitamin C (142 gr). Buah sukun ini bisa diolah dalam berbagai bentuk makanan. Bahkan, sukun menjadi salah satu alternatif yang potensial untuk menggantikan beras. Untuk memasyarakatkan makanan sukun, Gubernur Jatim Imam Utomo akan meresmikan Gelar Cipta Aneka Olahan Berbahan Baku Sukun di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Jl Achmad Yani, hari ini (17/7). (Republika, 2002-07-17) Paradigma Pengelolaan SDA Perlu Diubah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4500 Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia M Ismail Yusanto menyatakan perlu ada perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. ''Hasil pengelolaan kekayaan alam harus dapat dinikmati seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang, kelompok elite yang kaya, dan penanam modal asing,'' katanya dalam diskusi publik bertema 'Syariat Islam dalam Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam' di Jakarta kemarin. Menurutnya, adalah sangat ironis Indonesia yang kaya raya tapi kini penduduknya miskin dan utang negara sangat besar. Ini semua terjadi karena pemerintah salah dalam mengelola sumber daya alam. Dicontohkan misalnya, penanganan hutan dan penambang emas di Irian Jaya. (Republika, 2002-07-15) 'Pengusaha Harus Peduli Lingkungan' http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4516 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengajak kalangan pengusaha di Bekasi untuk peduli terhadap kerusakan lingkungan yang belakangan ini semakin parah. Pemkab juga meminta mereka untuk memikirkan bahan baku produksi untuk meminimalisasi limbah lingkungan. "Saya meminta serta pengusaha di Bekasi memikirkan kerusakan lingkungan serta meningkatkan kinerja industrial mengelola perusahaan agar lingkungan tidak terkontaminasi pencemaran limbah. Saya juga minta pengusaha untuk menanamkan investasi dan team work mengelola limbah lingkungan," tegas Bupati Bekasi Wikanda Darmawijaya di Bekasi, kemarin. (Media Indonesia, 2002-07-13) Agama dan Pelestarian Lingkungan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4495 SCIENCE bagaimanapun juga memerlukan agama. Paling tidak ketika membicarakan perubahan iklim global di dunia ini, demikian Mary Evelyn menulis dalam Jurnal Daedalus edisi musim semi 2001. Senada dengan Evelyn, McKibben, seorang ahli lingkungan memperingatkan kita bahwa lebih dari satu dekade yang lalu, global warming (panas bumi global) adalah tanda berakhirnya alam. Dan, ini akan menjadi isu yang paling menantang di dunia, termasuk agamawan dan nilai-nilai agama. Karenanya, sebagaimana agama mampu berperan penting dalam membangun perubahan sosial politik, agama juga ditantang pada abad ke-21 ini untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah lingkungan. (Media Indonesia, 2002-07-12) _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
