Daftar berita terlampir: * Cagar Alam Rawa Titchwell Perlu Ditiru Pengelolaannya * Pertemuan Tingkat Menteri Bahas Isu Bernuansa Politik * Nelson Mandela Resmikan WaterDome * Sah-sah saja, Melobi untuk Wujudkan Komitmen Kebersamaan * KTT di Afsel Bicarakan Penyelamatan Bumi * 100 Ilmuwan Ingatkan para Pemimpin Dunia * Masyarakat Lampung Diminta Aktif Ajukan Program LH * Menuju Istana Kristal "Pembangunan Berkelanjutan" * "Partnership" Menjadi Isu Kritis * 72 Aktivis Afrika Selatan Sempat Ditahan Polisi * Masih Ada Harapan, kalau... * Keramba Berimplikasi Positif bagi Kelestarian Lingkungan
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Cagar Alam Rawa Titchwell Perlu Ditiru Pengelolaannya http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4866 Siang itu, 22 Agustus, jam menunjukkan pukul 11.30 waktu Inggris, kami tiba di Cagar Alam Titchwell yang letaknya di pantai utara Norfolk. Penulis, Ambe dan Irma ditemani Jeff serta Jill, tenaga sukarela (volunteer) RSPB, salah satu lembaga swadaya masyarakat yang besar di Inggris. Cagar Alam Rawa Titchwell yang terletak di pantai utara Norfolk memiliki luas keseluruhan 380 hektar, namun yang dapat dikunjungi hanya 100 hektar. Adam Rawlands, manajer Cagar Alam Rawa Titchwell telah menunggu dan menyambut kami dengan ramah di ruangan kerjanya yang tidak begitu besar. Panjang lebar Adam menceriterakan keberadaan kawasan ini dengan fasih dan profesional. Ia sudah bekerja di kawasan konservasi milik RSPB selama 15 tahun, pindah dari kawasan satu ke kawasan lainnya, di sini ia baru enam bulan. (Kompas, 2002-08-30) Pertemuan Tingkat Menteri Bahas Isu Bernuansa Politik http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4867 Pertemuan tingkat menteri yang dimulai hari ini (Jumat, 30/8) akan membahas isu-isu bernuansa politik dalam Rancangan Plan of Implementation Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD). Di antaranya adalah isu energi yang sudah diputuskan untuk ditutup karena kemajuannya sangat lambat, sehingga perlu keputusan politik untuk menembus stagnasi.Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Departemen Luar Negeri Djauhari Oratmangun kepada wartawan Kompas Maria Hartiningsih mengatakan, kemajuan dari berbagai perundingan berjalan sangat lambat, meski beberapa hal berhasil disepakati seperti isu bahan kimia. "Perundingan mengenai keuangan dan perdagangan sampai Kamis dini hari (Jumat pagi WIB) mencapai kemajuan, tetapi tidak melampaui apa yang telah dicapai dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Doha dan Konferensi PBB mengenai Pembiayaan Pembangunan di Monterrey, Meksiko," ujar Oratmangun. (Kompas, 2002-08-30) Nelson Mandela Resmikan WaterDome http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4878 Setelah mengecewakan ribuan orang yang menunggunya menjadi pembicara kunci dalam diskusi publik mengenai rasisme, utang dan kemiskinan di Global People's Forum, forum civil society yang paralel dengan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan di Nasrec, Senin (26/8), mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dengan penuh senyum muncul dan membuka WaterDome. Ini adalah kegiatan paralel dengan WSSD untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan isu mengenai air, di Northgate, Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. (Kompas, 2002-08-30) Sah-sah saja, Melobi untuk Wujudkan Komitmen Kebersamaan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4850 PADA acara pembukaan KTT Pembangunan Berkelanjutan atau World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johannesburg, Senin (26/8), Direktur Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme), Klaus Toepfer, mengatakan bahwa WSSD merupakan momen paling tepat bagi semua pihak untuk membuktikan solidaritas internasional dan kemitraan. Selama sepuluh hari pelaksanaan WSSD tentu sarat dengan perdebatan, baik di kalangan delegasi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun pelaku bisnis. Berbagai visi mengenai pembangunan berkelanjutan akan terlontar. Namun, tidak berarti pihak yang paling keras bersuara bisa menyetir jalannya sidang. (Suara Pembaruan, 2002-08-29) KTT di Afsel Bicarakan Penyelamatan Bumi http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4824 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi kemarin dibuka di Johannesburg, Afrika Selatan. KTT akan berlangsung 10 hari, diikuti negara-negara di dunia untuk mencapai kesepakatan memerangi kemiskinan dengan pembangunan yang tidak merusak bumi. Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki selaku tuan rumah menyerukan penghentian politik global apartheid antara golongan kaya yang minoritas dan kaum miskin yang mayoritas. Nelson Mandela yang sebelumnya memimpin pembebasan Afrika Selatan dari dominasi kulit putih juga akan turut terlibat dalam kampanye bersama untuk melobi pemimpin dari berbagai negara. (Media Indonesia, 2002-08-27) 100 Ilmuwan Ingatkan para Pemimpin Dunia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4827 Seratus ilmuwan, termasuk 30 pemenang Hadiah Nobel, Minggu (25/8), mengingatkan para pemimpin dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi yang dimulai kemarin untuk melindungi planet bumi guna menghindari bencana. "Hari ini masyarakat manusia menghadapi akibat dari perbuatannya sendiri yang mengancam pembangunan lebih lanjut dan sumber daya alam yang menjadi dasar keberadaan umat manusia," kata mereka. (Media Indonesia, 2002-08-27) Masyarakat Lampung Diminta Aktif Ajukan Program LH http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4834 Selama ini belum ada usulan program penanganan lingkungan hidup dari masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lampung yang masuk. Sehingga DPRD setempat tidak dapat membahas anggaran yang diperlukan untuk lingkungan dalam RAPBD. Ketua Panitia Anggaran DPRD Bandar Lampung (Balam) Palgunadi menyatakan hal tersebut, Sabtu (24/8). "Padahal setiap program mendesak yang disampaikan masyarakat, dapat dibahas bersama-sama untuk didukung program dan alokasi anggarannya," kata Palgunadi dalam sebuah diskusi di Bandar Lampung, seperti dikutip Antara. (Media Indonesia, 2002-08-26) Menuju Istana Kristal "Pembangunan Berkelanjutan" http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4842 Mungkin inilah saatnya untuk mengatakan bahwa kemanusiaan tidak dimulai dari diri sendiri, tetapi dengan mengembalikan hal-hal pada tempatnya: menempatkan Bumi di depan kehidupan, kehidupan di depan manusia dan penghormatan kepada orang lain di depan rasa cinta diri. Mereka yang sering dikatakan "belum beradab" telah mengajarkan tentang kerendah-hatian dan kebijaksanaan di hadapan Bumi yang mendahului spesies manusia dan akan mempertahankan kehidupannya. (Kompas, 2002-08-26) "Partnership" Menjadi Isu Kritis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4843 Penekanan pada "Tipe ke-2" hasil Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD), yakni Partnership menjadi isu kritis karena akan menutupi kegagalan pemerintah-pemerintah menyepakati komitmen-komitmen politik mengenai "Pembangunan Berkelanjutan" yang terdapat dalam "Tipe-1" hasil WSSD, yakni Plan of Implementation dan Deklarasi Politik mengenai Pembangunan Berkelanjutan". Lebih jauh, Partnership dikhawatirkan akan diselewengkan secara resmi menjadi "Privatisasi Pembangunan Berkelanjutan". (Kompas, 2002-08-26) 72 Aktivis Afrika Selatan Sempat Ditahan Polisi http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4845 Persidangan resmi Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) dimulai Senin ini atau tiga hari setelah Global People's Forum dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Dr Nkosazama Dlamini-Zuma di Stadion Johannesburg, Jumat (23/8).Namun, tiga hari terakhir pekan lalu perhatian masyarakat lebih tertuju pada penahanan 72 aktivis yang tergabung dalam gerakan rakyat tak bertanah di Afrika Selatan. Pada Jumat malam mereka berhasil dibebaskan, termasuk di antaranya Direktur Komite Nasional untuk Tanah (NLC) Zakes Hlatshwayo. (Kompas, 2002-08-26) Masih Ada Harapan, kalau... http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4847 KAMI tidak memiliki apa-apa. Kami bukan orang pandai. Kami tidak punya bukti kepemilikan dari lahan yang kami gunakan untuk hidup dari pemerintah. Kami hanya menghadapkan Anda pada satu kenyataan: nasib kami Jaime da Silva Araujo, dari Amazon.ISU yang akan menguat di Johannesburg adalah Partnerships atau kemitraan. Banyak pihak mengartikan ucapan "Jangan membuat komitmen-komitmen baru. Yang perlu saat ini adalah tindakan konkret" dari Ketua Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) Nitin Desai secara pragmatis. Dalam pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV di Bali, pembicaraan yang menonjol di luar ruang sidang bukanlah materi perundingan yang ruwet, melainkan bagaimana mengegolkan suatu proyek "Kemitraan". (Kompas, 2002-08-26) Keramba Berimplikasi Positif bagi Kelestarian Lingkungan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4840 Budi daya perikanan darat melalui sistem keramba memiliki implikasi positif dalam menjaga kelestarian air di sungai. Selain para pembudi daya mendapatkan hasil secara ekonomis, kerusakan sungai/selokan di Kota Malang dapat terminimalisasi. Demikian hasil penelitian siswi SMUN 8 Malang, Anissa Hasanah dan Angga Devi, yang disampaikan kepada pers, kemarin. Dalam penelitian mereka yang dilakukan di sepanjang anak Sungai Kali Brantas di kawasan Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, menyebutkan budi daya keramba ikut merubah perilaku masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) tersebut. (Media Indonesia, 2002-08-25) _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
