Daftar berita terlampir:
* Suaka Margasatwa Sancang akan Direhabilitasi
* Merkuri Beredar di Banjarmasin
* KTT Bumi akan Berakhir tanpa Jalan Keluar
* Dokumen WSSD Dinilai Lemah
* "Plan of Implementation" Diadopsi 
* Indonesia Berhasil Tekan 50% Penggunaan BPO
* Indonesia belum Bisa Masuk Peta 'Clean of The World'
* Pertemuan Kepala Negara Dimulai 
* Pembangunan Berkelanjutan Dihadang Epidemi AIDS
* Pemerintah Tak Adil Terapkan Kebijakan LH
* TNBBS Dinominasikan sebagai �Tapak Warisan Dunia�


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Suaka Margasatwa Sancang akan Direhabilitasi
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4921
Suaka Margasatwa (SM) Sancang, Garut, Jawa Barat, akan direhabilitasi setelah sekitar 
separuh dari luas total suaka itu rusak dan dijadikan lahan garapan oleh masyarakat.

''Semua sepakat--dari Departemen Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga 
Pemerintah Kabupaten Garut--agar SM Sancang direhabilitasi,'' kata Asisten Deputi 
Urusan Dampak Kegiatan Rakyat Kementerian Lingkungan Hidup Bambang Ariadji kepada 
Media di Jakarta, kemarin.
(Media Indonesia, 2002-09-06)



Merkuri Beredar di Banjarmasin
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4939
Sejumlah bahan beracun berbahaya (B3) seperti air raksa (merkuri atau Hg), boraq, 
formalin, dan rhoda mine ternyata beredar luas di pasaran Kota Banjarmasin (Kalimantan 
Selatan) dengan konsumen yang beragam. Padahal, bahan seperti itu termasuk barang yang 
diawasi peredarannya dan penggunaannya yang terbatas.

Demikian keterangan dari sejumlah pedagang di Banjarmasin Kamis (5/9) kemarin. Mereka 
mengatakan, sepanjang konsumen memerlukan barang-barang tersebut sepanjang itu pula 
pedagang tetap menjualnya secara bebas. Barang- barang ini mereka peroleh dari 
pedagang besar di Surabaya atau Jakarta.
(Kompas, 2002-09-06)



KTT Bumi akan Berakhir tanpa Jalan Keluar
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4925
KTT Bumi memasuki acara penutupan kemarin, dengan para pemimpin dunia menyatakan 
deklarasi dan program untuk menghapuskan kemiskinan yang menimpa dua miliar jiwa dan 
mengembalikan kesehatan lingkungan bumi.

Namun, setelah 10 hari berlangsung, KTT itu tidak berhasil menemui jalan keluar bagi 
sejumlah kontroversi yang telah menimbulkan pembahasan berkepanjangan hingga 
menit-menit terakhir, termasuk kata-kata di dalam rancangan rencana aksi dan tuduhan 
pengkhianatan yang dilontarkan para aktivis dalam hampir semua masalah besar.
(Media Indonesia, 2002-09-05)



Dokumen WSSD Dinilai Lemah
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4944
Rancangan akhir dokumen Plan of Implementation yang dihasilkan dalam Konferensi 
Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) yang diadopsi para kepala 
negara dan kepala pemerintahan dinilai lemah dan jauh dari apa yang diharapkan.

"Secara umum, dokumen Plan of Imple-mentation sangat mengecewakan. WSSD gagal 
mengangkat hal-hal yang substansial," ujar Anthony Hill dari Oxfam, salah satu 
Organisasi non-Pemerintah (NGO) yang tergabung dalam Koalisi 10 NGO Internasional yang 
membuat pernyataan mengenai ketidakpuasan mereka terhadap hasil akhir Rancangan Plan 
of Implementation WSSD. Termasuk di antara NGO itu adalah Friends of the Earth 
Internasional, World Wild Fund for Nature (WWF), Greenpeace, Danish 92, dan Eurodad.
(Kompas, 2002-09-05)



"Plan of Implementation" Diadopsi 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4946
Hampir Terganjal Pelayanan Kesehatan

Proses persidangan yang panjang dan melelahkan, Konferensi Tingkat Tinggi mengenai 
Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) akhirnya berakhir, Rabu (4/9) kemarin, sekitar pukul 
13.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB, setelah sidang pleno mengadopsi Plan of 
Implementation dan Deklarasi Johannesburg untuk Pembangunan Berkelanjutan.Namun, 
sebenarnya perundingan untuk mencapai kesepakatan dalam seluruh materi Rancangan Plan 
of Implementation baru berakhir hingga saat-saat terakhir pada Selasa dinihari waktu 
setempat atau Rabu pagi WIB ketika dokumen sudah dibawa ke sidang Komite Utama yang 
dipimpin Prof Dr Emil Salim.
(Kompas, 2002-09-05)



Indonesia Berhasil Tekan 50% Penggunaan BPO
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4934
Indonesia berhasil mengganti bahan perusak lapisan ozon (BPO) sebanyak lebih dari 50% 
total konsumsi BPO industri nasional pada 2001.

Asisten Deputi Urusan Atmosfer dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) 
Gunardi mengemukakan hal tersebut di Jakarta, kemarin, di sela-sela 'Workshop' 
Nasional Bahan Pelarut dan Agen Proses.

Menurut Gunardi, total konsumsi BPO industri nasional mencapai 6.289,10 metrik ton 
(MT) pada 2001. Dari jumlah itu, 3.381,48 MT berhasil diganti dengan bahan yang tidak 
merusak lapisan pelindung bumi tersebut.
(Media Indonesia, 2002-09-04)



Indonesia belum Bisa Masuk Peta 'Clean of The World'
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4935
Tahun ini Indonesia diharapkan masuk dalam peta Clean of The World. Sebab, meskipun 
Indonesia telah berpartisipasi dalam Clean of The World sejak 1996, sampai saat ini 
Indonesia belum masuk dalam peta tersebut. Karena itu, peran serta pemerintah, 
masyarakat, dan LSM harus lebih aktif.

Asisten Direktur Komunikasi Masyarakat Coremap Deny Hidayati mengatakan hal tersebut 
kepada Media menanggapi peringatan Clean of The World pada 21 September mendatang.
(Media Indonesia, 2002-09-04)



Pertemuan Kepala Negara Dimulai 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4890
WSSD Dikhawatirkan Menjadi Rio Minus 10

Hari Senin (2/9) ini pertemuan tingkat Kepala Negara Konferensi Tingkat Tinggi 
mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) dimulai. Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki 
akan membuka pertemuan ini secara resmi dan memberikan pidato pembukaan, dikuti 
pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Presiden 
Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan tampil di depan sidang pleno sebagai pembicara 
ketiga setelah Presiden Thabo Mbeki dan Kofi Annan, akan melaporkan hasil-hasil yang 
dicapai dalam pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV di Bali dan memaparkan visi 
Indonesia terhadap WSSD. Akan tetapi, perundingan untuk mencapai kesepakatan berbagai 
isu yang tertinggal dalam Rancangan Plan of Implementation tampaknya akan terus 
berlangsung karena alotnya perundingan. Prospek baik mengenai negosiasi yang ditujukan 
pada hari-hari awal pertemuan informal, sempat dibayangi kegagalan ketika Uni Eropa 
(EU) mencabut kembali seluruh konsesinya pada hari Kamis, dan meninggalkan perundingan 
di beberapa contact group.
(Kompas, 2002-09-02)



Pembangunan Berkelanjutan Dihadang Epidemi AIDS
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4891
Direktur Eksekutif Program PBB untuk AIDS, Dr Peter Piot mengingatkan, pembangunan 
berkelanjutan tak akan dimungkinkan kalau epidemi AIDS dibiarkan menghancurkan 
kapasitas manusia dan sumber daya manusia.

"Sangat sederhana," ujar Dr Piot, "Kalau Anda tidak bisa bertahan, Anda tidak bisa 
membangun," ujar Dr Piot dalam sidang pleno WSSD, seperti dilaporkna Wartawan Kompas 
Maria Hartiningsih. 
(Kompas, 2002-09-02)



Pemerintah Tak Adil Terapkan Kebijakan LH
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4882
Peneliti di Institut Hukum Sumberdaya Alam (IHSA), Harry Alexander menilai pemerintah 
tidak adil dan belum konsisten dalam menerapkan kebijakan pengelolaan lingkungan 
hidup. 

Anggota Program Legislasi Nasional itu di Bandar Lampung, Kamis menunjukkan bukti 
masih tidak konsisten dan tak adilnya pemerintah dalam membuat aturan hukum lingkungan 
sehingga sangat berpengaruh terhadap penegakan hukum lingkungan. 
(Gatra, 2002-08-29)



TNBBS Dinominasikan sebagai �Tapak Warisan Dunia�
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4884
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) seluas 356.800 ha yang merupakan taman 
nasional ketiga terbesar di Sumatera, dengan kawasan hutan dataran rendah terluas di 
Sumatera, termasuk dalam nominasi untuk "Tapak Warisan Dunia". 

Kepala Balai TNBBS, Ir Trio Santoso MSc di Bandar Lampung, Kamis membenarkan TNBBS 
yang berada dalam wilayah Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus (di Lampung) serta 
Bengkulu Selatan (di Bengkulu) itu merupakan salah satu nominasi untuk cluster world 
heritage site (tapak warisan dunia). 
(Gatra, 2002-08-29)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke