Daftar berita terlampir:
* Telur Penyu TNMB Jadi Sasaran Pencurian
* Tinggi, Konversi Lahan Basah Indonesia
* Informasi Salah Hasilkan Kebijakan Keliru
* Sedimentasi Hasilkan Daratan Baru di Demak
* Masyarakat Kerinci Diminta Lindungi dan Lestarikan TNKS
* Perhutani Akan Tebang 1400 m3 Kayu
* Taman Nasional Kerinci Seblat di ambang Kehancuran


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Telur Penyu TNMB Jadi Sasaran Pencurian
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5242
Jember, Kompas - Telur penyu, rotan, dan kayu rimba di kawasan Taman Nasional Meru 
Betiri (TNMB) di selatan Jember, Jawa Timur (Jatim), masih menjadi sasaran pencurian 
sekelompok warga masyarakat. Dengan petugas pengawas hutan (polisi hutan) hanya 45 
orang, amat sulit untuk menjangkau kawasan taman nasional seluas 58.000 hektar lebih 
itu.
(Kompas, 2002-11-15)



Tinggi, Konversi Lahan Basah Indonesia
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5231
JAKARTA (Media): Selama sepuluh tahun terakhir, konversi lahan basah di Indonesia 
mencapai 10 juta hektare. Akibat tingginya laju perubahan itu, bencana banjir dan 
kekeringan makin sering terjadi.
(Media Indonesia, 2002-11-13)



Informasi Salah Hasilkan Kebijakan Keliru
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5237
Tepat tidaknya sasaran pembangunan hanya bisa dicapai apabila input data untuk 
pertimbangan pengambilan kebijakan juga tepat. Sebaliknya informasi yang salah bisa 
menghasilkan kebijakan yang keliru atau tidak tepat sasaran.

Pembangunan yang cenderung abai terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan 
terjadi akibat ketiadaan informasi yang akurat. "Ketidakakuratan informasi selama ini 
juga berakibat gagalnya pembangunan dalam pemerataan kesejahteraan," kata Kepala Badan 
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Rudolf Matindas di sela-sela 
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihaknya dan Menteri 
Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (PPKTI) Manuel Kaisiepo di Cibinong, 
Bogor, Selasa (12/11).
(Suara Pembaruan, 2002-11-13)



Sedimentasi Hasilkan Daratan Baru di Demak
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5225
SEMARANG (Media): Proses sedimentasi di muara Sungai Kaliwulan, Kabupaten Demak, Jawa 
Tengah, yang berlangsung selama 11 tahun terakhir, menyebabkan munculnya daratan 
seluas 1.200 hektare di pinggiran pantai.
(Media Indonesia, 2002-11-12)



Masyarakat Kerinci Diminta Lindungi dan Lestarikan TNKS
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5218
JAMBI (Media): Warga masyarakat dari seluruh komponen di Kabupaten Kerinci, Jambi, 
diminta ikut serta melindungi, menjaga, dan melestarikan sepanjang masa Taman Nasional 
Kerinci Seblat (TNKS).
(Media Indonesia, 2002-11-11)



Perhutani Akan Tebang 1400 m3 Kayu
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5219
BANDUNG -- Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan, PT Perhutani akan menebang 
1.400 meter kubik kayu hutan. Lahan hutan yang akan ditebang tersebut terletak di 
empat kecamatan di Kabupaten Bandung.
(Republika, 2002-11-11)



Taman Nasional Kerinci Seblat di ambang Kehancuran
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5220
Selain akan digunakan untuk latihan militer, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di 
Sumatera juga terancam oleh pembangunan pelebaran jalan, terutama di wilayah Kabupaten 
Merangin, Provinsi Jambi. Pelebaran ruas jalan dari Tanjung Kasri ke Renah Kemumu (15 
kilometer) dan dari Simpang Danau Pauh ke Tanjung Kasri (27 kilometer) itu dipastikan 
akan merusak kawasan TNKS. 
(Suara Pembaruan, 2002-11-11)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke