Kalau bisa tulisan-tulisan seperti ini dijadikan satu dan dibukukan. Pak Kismadi memang telah menjadi mentor kita, dan sepatutnya apa yang telah diberikan kepada kita juga akan diingat dan dijadikan pelajaran bagi yang lain.
   
Dewi



"hepasin" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [EMAIL PROTECTED]

19/11/02 09:36 AM
Please respond to envorum

       
        To:        <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:        
        Subject:        Re: [LEAD] Re: [Envorum] cerita Pak Kismadi  tak akan berakhir



saya setuju dgn Bp. Augustinus Rumansara.
 
----- Original Message -----
From: Augustinus Rumansara
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, November 14, 2002 11:53 AM
Subject: Re: [LEAD] Re: [Envorum] cerita Pak Kismadi tak akan berakhir


All,

Sewaktu peristiwa "Mexico" mulai dari visa refusal
sampai dengan berita duka tetang Pak Kis diudarakan
lewat e-mail, saya sedang berada di suatu daerah
terpecil di Papua, sehinga tidak mempunyai akses ke
e-mail. Tetapi setelah saya kembali ke Jakarta, minggu
lalu, barulah saya dapat membuka e-mail sehingga bisa
mengikuti ceriteranya dengan lebih baik.

Walaupun mungkin telah terlambat untuk mengucapkan
belasungkawa, saya ingin mengunakan kesempatan ini
juga untuk menyampaikan rasa belasungkawa saya dan
keluarga, untuk keluarga besar LEAD Indoensia, dan
terutama untuk Ibu Glo dan Mbak Butsi. Semoga Tuhan
memberi kekuatan untuk keluarga yang ditinggalkan,
dengan keyakinan bahwa Tuhan mengetahui yang terbaik
untuk kita masing-masing. Tentu peritiwa kehilangan
Pak Kis ini menyedihkan kita semua, tetapi toh
akhirnya kita harus menerima suratan Tuhan. Tentu saja
yang dapat kita berbuat adalah melanjutkan apa yang
selama ini membuat kita dekat dengan Pak Kis, yaitu
komitmen kita masing-masing untuk melanjutkan visi
besar dari LEAD dimana saja kita bekerja. Saya yakin
dengan cara ini kita tetap merasakan kehadiran dari
Pak Kis dan semangat almarhum diantara kita.


Saya mengenal Pak Kis pertama kali pada tahun 1987,
waktu saya bersama dengan Agus Purnomo (Pungki) yang
waktu itu menjabat sebagai Direktur Executive WALHI
dan Ibu Emmy Hafild yang waktu itu menjabat sebagai
Direktur Executive SKEPHI menghari suatu konferensi
tentang "Forestry Action Plan" yang diselenggarakan
FAO di Bangkok. Ini berkesan oleh karena inilah
kesempatan saya pertama kalinya travel ke Luar Negeri
(walaupun hanya ke Bangkok). Waktu itu saya menjabat
sebagai Direktur Executive YPMD (Yayasan Pemngembangan
Masyarakat Desa) dari Papua .  Pada waktu itu sebagai
pekerja LSM yang masih muda, saya ikut berapi-api
mengkritik kebijakan Kehutanan Pemerintah kita.
Almarhum waktu itu duduk bersama kami bertiga yaitu
dideretan kursi yang disediakan untuk LSM. Jadi tidak
ada "kekhawatiran" untuk dicekal (masa Orde Baru).
Tetapi kemudian saya tahu bahwa almarhum Pak Kis,
mewakili Pemerintah Indoensia. Karena takut dicekal
(masa Orde baru), saya langsung minta maaf, tetapi
beliau hanya tersenyum dan bilang: "we need that kind
of criticism to do a better job. No one is perfect,
but if you are open to critics, you are on the right
track for improvement" Kalimat ini saya masih ingat
betul, dan saya juga masih ingat betul habis
mengucapkan kalimat itu, beliau mengambil rokok dan
menyalakannya.

Karena pertemuan pertama yang sangat berkesan ini,
pada waktu almarhum menghubungi saya untuk ikut dalam
Cohort I dalam program LEAD, saya lansung menerimanya,
karena telah tahu betul komitment beliau, pada
masalah-masalah lingkungan dan pembangunan
berkelanjutan pada umumnya, tidak hanya pada saat
bertemu di Bangkok, tetapi kemudian lewat keterkaitan
kegiatan selama almarhun menjadi staff senior pada
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kependudukan waktu itu
dibawah pimpinan Prof.Emila Salaim.


Pak Kis telah pergi, tetapi saya yakin bahwa semangat
pak Kis yang diperlihat sampai akhir hayatnya akan
berkobar di hati setiap insan LEAD Indonesia.

Salam Lestari,

Augustinus Rumansara, Cohort I.



   



--- Ama Husein <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya hanya dapat mendoakan semoga Tuhan mengampuni
> dosa dan menerima seluruh
> amal kebaikannya.
>
> Saya masih tidak percaya kalau pak Kismadi sudah
> tidak ada diantara kita.
> Rasanya Beliau masih bersama kita, semangat,
> perhatian dan kecintaannya
> kepada kita semua.
>
> Saya kebetulan sering ke Jakarta dan selalu
> menyempatkan mampir ke ruangan
> beliau. Saya sudah menganggap beliau sebagai "Bapak"
> juga. Kami banyak
> ngobrol dari masalah pribadi sampai masalah negeri
> yang "carut marut"
> istilah beliau.
> Pesannya selalu: "Terus berbuatlah sesuatu dan
> DITULIS agar dapat dibagi ke
> semua teman", pesan yang belum sepenuhnya saya
> realisasikan. Serta pesan
> yang hampir mirip dengan pesan yang disampaikan ke
> Kang Teten untuk
> "mengumpulkan" teman-teman.
> Terakhir saya diusulkan beliau untuk mewakili LEAD
> Int'l dalam Expert Panel
> Meeting dg UNV di Prep Com Bali.
>
> Saya dan Mas Baiquni Cohort 8 di Yogya berusaha
> mengumpulkan Lead dan
> partisipan lain, dan telah ketemu 2 kali. Semoga
> "pesan" beliau juga dapat
> kita sosialisasikan untuk meningkatkan jejaring
> kerjasama.
>
> Selamat Jalan pak Kismadi, Bapak meninggalkan banyak
> kenangan buat kami
> semua.
>
> Rahmawati (Ama) Husein - Cohort 4
>
> Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan, PP
> Muhammadiyah
> Kepala Biro Humas dan Kerjasama, Universitas
> Muhammadiyah Yogyakarta
>
>
>
----------------------------------------------------------------------------
>  Ikuti polling TELKOM Memo 166 di
www.plasa.com dan
> menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> _______________________________________________
> All mailing list
>
[EMAIL PROTECTED]
>
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/all


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Web Hosting - Let the expert host your site

http://webhosting.yahoo.com
_______________________________________________
Envorum mailing list

[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum


Kirim email ke